kejanggalan tender pemerintah

Singkirkan Hutama Karya dan Nindya Karya, PT PP Urban Resmi Garap Renovasi RSUD Kerinci Rp138,94 Miliar!

Kerinci – Proyek jumbo Konstruksi Fisik - Pelaksanaan Pembangunan/Renovasi RSUD Kabupaten Kerinci (RSU Kab. Kerinci) akhirnya bergerak ke tahap penandatanganan kontrak.

Nilainya besar.

Pagu paket tercatat Rp138.947.000.000. HPS-nya juga sama persis: Rp138.947.000.000.

Sumber dananya APBN 2026.

Paket ini berada di bawah Kementerian Kesehatan, melalui satuan kerja Sekretariat Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan.

PT Dharma Karya Menang Proyek IPA 50 Liter/detik Tebo Rp29,84 Miliar, 79 Peserta tapi Pemenang Justru Penawar Tertinggi

Tebo – Tender proyek Peningkatan Kap. IPA 50 Liter/detik SPAM IKK Wirotho Agung Kabupaten Tebo tahun anggaran 2026 sudah selesai.

Nilainya besar Rp30.763.271.000 untuk pagu paket. Nilai HPS-nya hanya beda tipis Rp30.763.263.000.

Selisih pagu dan HPS cuma Rp8.000.

Proyek ini bersumber dari APBN 2026. Kementerian/lembaga pemilik paket adalah Kementerian Pekerjaan Umum, dengan satuan kerja 694031/Pelaksanaan Cipta Karya Provinsi Jambi.

Kode tendernya 10130418000. Kode RUP-nya 66803454.

Gunung Sago Perkasa Turun 9,18 Persen dari HPS, Tender Drainase Sungai Dingin Bungo Masuk Tahap Evaluasi

Bungo – Tender proyek Pembangunan Drainase Sungai Dingin di Kabupaten Bungo mulai menjadi sorotan.

Nilainya tidak kecil. Pagu paket dan HPS sama-sama tercatat Rp2.500.000.000.

Proyek ini berada di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bungo, bersumber dari APBD 2026, dengan jenis pengadaan pekerjaan konstruksi.

Kode tendernya 10129676000.

Kode RUP-nya 65355397, dengan nama paket Drainase Sungai Dingin.

Menelisik PT Arka Jaya Konstruksi dan Rekam Jejak Proyeknya

Aroma kejanggalan muncul dari tender Penanganan Jalan Simpang Pauh Menang – Tanah Abang di Kabupaten Merangin senilai sekitar Rp 2,1 miliar. Dari tujuh peserta yang mendaftar, hanya Arka Jaya Konstruksi yang memasukkan penawaran.

Harga penawarannya Rp 2.090.068.000,10. Hanya Rp 8,14 juta lebih rendah dari Harga Perkiraan Sendiri (HPS). Dan langsung diterima. Fenomena “penawar tunggal” ini membuat perusahaan melenggang mulus tanpa kompetitor. Ini menimbulkan spekulasi mengenai dugaan lelang kondangan.