Kerinci – Proyek jumbo Konstruksi Fisik - Pelaksanaan Pembangunan/Renovasi RSUD Kabupaten Kerinci (RSU Kab. Kerinci) akhirnya bergerak ke tahap penandatanganan kontrak.
Nilainya besar.
Pagu paket tercatat Rp138.947.000.000. HPS-nya juga sama persis: Rp138.947.000.000.
Sumber dananya APBN 2026.
Paket ini berada di bawah Kementerian Kesehatan, melalui satuan kerja Sekretariat Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan.
Lokasi pekerjaan berada di Jalan Jalur Dua Bukit Tengah, Desa Sungai Pegeh, Kecamatan Siulak, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi.
Pemenangnya adalah PT PP Urban.
Perusahaan ini beralamat di Jl. TB. Simatupang No. 57, Pasar Rebo, Jakarta Timur, DKI Jakarta. NPWP tercatat 00*3**3****07**0.
Harga penawaran PT PP Urban sebesar Rp137.509.300.000. Harga terkoreksinya juga sama: Rp137.509.300.000.
Harga negosiasi dalam data tertulis “-”.
Artinya, penawaran PT PP Urban hanya turun Rp1.437.700.000 dari HPS. Secara persentase, penurunan itu sekitar 1,03 persen.
Untuk proyek sebesar hampir Rp139 miliar, angka ini tidak bisa dibaca sambil lalu.
Secara aturan, penawaran dekat HPS tidak otomatis salah. Apalagi ini pekerjaan konstruksi terintegrasi rumah sakit yang kompleks. Tapi publik tetap berhak bertanya: bagaimana HPS disusun, bagaimana ambang batas dinilai, bagaimana kualitas desain dan konstruksi dikunci, dan bagaimana negara memastikan proyek sebesar ini benar-benar menjadi rumah sakit yang berfungsi, bukan sekadar bangunan baru di atas kertas.
Tender ini mencatat 53 peserta.
Namun dari hasil evaluasi Pokja yang terlihat dalam data, hanya tiga peserta yang tercatat mengajukan harga penawaran, yakni PT PP Urban, PT Hutama Karya (Persero), dan PT Nindya Karya (Persero).
Tiga-tiganya perusahaan besar.
PT PP Urban menawar Rp137.509.300.000.
PT Hutama Karya (Persero) menawar Rp138.391.212.000.
PT Nindya Karya (Persero) menawar Rp138.669.106.000.
Dengan begitu, PT PP Urban menjadi penawar terendah di antara tiga harga yang terbaca.
Namun yang menarik, selisih harga antarpenawar tidak terlalu jauh dari HPS.
PT Nindya Karya hanya turun sekitar Rp277,89 juta dari HPS. PT Hutama turun sekitar Rp555,78 juta. PT PP Urban turun sekitar Rp1,43 miliar.
Dalam tender jumbo, angka-angka ini penting. Sebab sedikit saja ada selisih, nilainya bisa ratusan juta hingga miliaran rupiah.
Rincian Tender
| No | Uraian | Detail |
|---|---|---|
| 1 | Nama Tender | Konstruksi Fisik - Pelaksanaan Pembangunan/Renovasi RSUD Kab. Kerinci (RSU Kab. Kerinci) |
| 2 | Kode RUP | 66080801 |
| 3 | Nama Paket | Konstruksi Fisik - Pelaksanaan Pembangunan/Renovasi RSUD Kab. Kerinci |
| 4 | Sumber Dana | APBN |
| 5 | Uraian Singkat | 6. Ringkasan Pekerjaan RSUD Kerincirev Aanwidjzing.pdf |
| 6 | Tanggal Pembuatan | 5 Februari 2026 |
| 7 | Tahap Saat Ini | Penandatanganan Kontrak |
| 8 | K/L/PD | Kementerian Kesehatan |
| 9 | Satuan Kerja | Sekretariat Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan |
| 10 | Jenis Pengadaan | Pekerjaan Konstruksi Terintegrasi |
| 11 | Metode | Tender - Prakualifikasi Dua File - Harga Terendah Ambang Batas |
| 12 | Tahun Anggaran | APBN 2026 |
| 13 | Nilai Pagu | Rp138.947.000.000 |
| 14 | Nilai HPS | Rp138.947.000.000 |
| 15 | Jenis Kontrak | Lumsum |
| 16 | Kualifikasi Usaha | Besar |
Lokasi Pekerjaan
| No | Lokasi | Detail |
|---|---|---|
| 1 | Jalan | Jalur Dua Bukit Tengah |
| 2 | Desa | Sungai Pegeh |
| 3 | Kecamatan | Siulak |
| 4 | Kabupaten | Kerinci |
| 5 | Provinsi | Jambi |
Lokasi ini penting.
RSUD bukan proyek biasa. Ia bukan gedung kosong. Ia akan menjadi ruang pelayanan orang sakit. Tempat warga Kerinci mencari pertolongan. Tempat dokter, perawat, tenaga kesehatan, pasien, dan keluarga pasien bertemu dalam situasi paling rentan.
Karena itu, tender fisiknya tidak boleh sekadar menang angka.
Harus menang mutu.
Pemenang Tender
| No | Uraian | Detail |
|---|---|---|
| 1 | Nama Pemenang | PT PP Urban |
| 2 | Alamat | Jl. TB. Simatupang No. 57 Pasar Rebo, Jakarta Timur, DKI Jakarta |
| 3 | NPWP | 00*3**3****07**0 |
| 4 | Harga Penawaran | Rp137.509.300.000 |
| 5 | Harga Terkoreksi | Rp137.509.300.000 |
| 6 | Harga Negosiasi | - |
Perbandingan Tiga Penawar
| No | Peserta | Harga |
|---|---|---|
| 1 | PT PP Urban | Rp137.509.300.000 |
| 2 | PT Hutama Karya (Persero) | Rp138.391.212.000 |
| 3 | PT Nindya Karya (Persero) | Rp138.669.106.000 |
Jika dibandingkan dengan HPS Rp138.947.000.000, maka selisihnya sebagai berikut:
| No | Peserta | Selisih dari HPS |
|---|---|---|
| 1 | PT PP Urban | Turun Rp1.437.700.000 |
| 2 | PT Hutama Karya | Turun Rp555.788.000 |
| 3 | PT Nindya Karya | Turun Rp277.894.000 |
Dari sisi harga, PT PP Urban paling rendah.
Namun secara persentase, penawarannya tetap berada di kisaran 98,97 persen dari HPS.
Inilah salah satu titik sorot publik.
Proyek ini besar. Kompetisinya formal terlihat ramai. Pesertanya 53. Tapi harga pemenang hanya turun sekitar 1,03 persen dari HPS.
Pagu dan HPS proyek ini sama persis Rp138.947.000.000.
Dalam pengadaan pemerintah, kondisi seperti ini bisa terjadi. Namun untuk proyek hampir Rp139 miliar, publik berhak meminta penjelasan mengenai dasar perhitungan HPS.
Apakah HPS sudah mencerminkan harga pasar terkini?
Apakah item pekerjaan sudah dihitung secara rinci?
Apakah desain dan konstruksi terintegrasi membuat ruang efisiensi menjadi kecil?
Apakah harga terendah ambang batas memang membatasi penawaran terlalu rendah?
Pertanyaan ini penting karena kontraknya lumsum.
Dalam kontrak lumsum, pekerjaan dibayar berdasarkan total nilai kontrak untuk penyelesaian seluruh lingkup pekerjaan. Risiko perhitungan volume, detail desain, dan perubahan kebutuhan menjadi sangat penting.
Jika perencanaan tidak matang, proyek bisa bermasalah di tengah jalan.
Jika pengawasan lemah, kualitas bisa kalah oleh target waktu.
Tender ini menggunakan jenis pengadaan Pekerjaan Konstruksi Terintegrasi. Metodenya Tender - Prakualifikasi Dua File - Harga Terendah Ambang Batas.
Kualifikasi usahanya Besar.
Syarat legalitasnya tidak ringan.
Peserta harus memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan untuk menjalankan usaha. Jenis izin yang diminta meliputi Nomor Induk Berusaha dan Sertifikat Badan Usaha atau SBU.
SBU yang disyaratkan adalah SBU jasa konstruksi terintegrasi subklasifikasi Jasa Terintegrasi untuk Konstruksi Bangunan Gedung Kesehatan GT005 KBLI 2015 kualifikasi usaha besar.
Alternatifnya, badan usaha jasa pelaksana konstruksi dapat membentuk KSO dengan badan usaha jasa konsultansi konstruksi perencanaan/perancangan. Dalam skema itu, pelaksana konstruksi bertindak sebagai leadfirm.
SBU yang relevan mencakup Bangunan Kesehatan BG008 KBLI 2015 atau Konstruksi Gedung Kesehatan BG005 KBLI 2020, serta jasa desain arsitektural AR102 KBLI 2017 atau jasa arsitektural bangunan gedung hunian dan nonhunian AR001 KBLI 2020.
Selain legalitas, tender ini juga mensyaratkan kemampuan teknis yang berat.
Peserta wajib memperhitungkan Sisa Kemampuan Paket atau SKP.
Untuk usaha menengah atau besar, peserta harus memiliki Kemampuan Dasar atau KD dengan nilai KD sama dengan 3 x NPt, yakni nilai pengalaman tertinggi dalam 15 tahun terakhir.
Peserta juga harus memiliki sejumlah sertifikat yang masih berlaku pada saat penetapan pemenang.
| No | Syarat Teknis | Keterangan |
|---|---|---|
| 1 | ISO 9001:2015 | Sertifikat Manajemen Mutu |
| 2 | ISO 14001:2015 | Sertifikat Manajemen Lingkungan |
| 3 | ISO 45001:2018 | Keselamatan dan kesehatan kerja |
| 4 | ISO 19650-1 dan 19650-2 | Sertifikat BIM |
| 5 | BPJS Ketenagakerjaan | Bukti pembayaran iuran 3 bulan terakhir |
| 6 | KD | 3 x NPt dalam 15 tahun terakhir |
| 7 | SKP | Memperhitungkan sisa kemampuan paket |
| 8 | Pengalaman | Konstruksi terintegrasi rancang bangun gedung kesehatan atau gedung rumah sakit |
Tender ini juga mensyaratkan pengalaman pekerjaan, antara lain:
Pertama, pengalaman pekerjaan konstruksi terintegrasi rancang bangun gedung kesehatan.
Kedua, pengalaman pekerjaan konstruksi gedung kesehatan.
Ketiga, pengalaman pelaksanaan perancangan pembangunan gedung rumah sakit.
Pengalaman tersebut harus merupakan pekerjaan yang diserahterimakan dalam 15 tahun terakhir.
Dengan syarat seperti ini, tidak heran jika banyak peserta tercatat, tetapi hanya sedikit yang benar-benar muncul dengan harga penawaran.
Tender ini juga membuka ruang konsorsium, kerja sama operasi, kemitraan, atau bentuk kerja sama lain.
Namun peserta wajib memiliki perjanjian konsorsium atau KSO.
Kerja sama operasi dapat dilakukan antara usaha non kecil dengan non kecil, non kecil dengan kecil, non kecil dengan koperasi, kecil dengan kecil, kecil dengan koperasi, maupun koperasi dengan koperasi.
Leadfirm KSO harus memiliki kualifikasi setingkat atau lebih tinggi dari anggota KSO.
Jumlah anggota KSO dibatasi. Untuk pekerjaan tidak kompleks, paling banyak 3 perusahaan. Untuk pekerjaan kompleks, paling banyak 5 perusahaan.
Persyaratan kepemilikan SBU juga dibatasi. Untuk usaha kecil paling banyak 1 SBU. Untuk usaha menengah atau besar paling banyak 2 SBU.
Dalam hal mensyaratkan lebih dari satu SBU, pengalaman yang dapat dihitung sebagai KD harus sesuai dengan salah satu subbidang klasifikasi SBU yang disyaratkan.
Peserta yang Gugur Karena KD dan SKP
Dalam hasil evaluasi Pokja, ada tiga peserta yang secara eksplisit diberi alasan tidak memenuhi syarat.
| No | Peserta | Alasan |
|---|---|---|
| 1 | PT Syarif Maju Karya | KD tidak sesuai lingkup Jasa Terintegrasi Konstruksi Bangunan Gedung Kesehatan dan tidak menyampaikan perhitungan SKP |
| 2 | PT Total Cakra Alam | KD tidak sesuai persyaratan lingkup Jasa Terintegrasi Konstruksi Bangunan Gedung Kesehatan |
| 3 | PT Tuju Wali Wali | KD tidak sesuai persyaratan lingkup Jasa Terintegrasi Konstruksi Bangunan Gedung Kesehatan |
Catatan ini menunjukkan betapa pentingnya KD dan pengalaman spesifik gedung kesehatan.
Tidak cukup punya pengalaman konstruksi umum.
Tidak cukup pernah membangun gedung biasa.
Untuk rumah sakit, yang diminta adalah pengalaman yang sesuai dengan lingkup gedung kesehatan atau konstruksi terintegrasi gedung kesehatan.
Daftar Lengkap 53 Peserta
| No | Peserta | Keterangan |
|---|---|---|
| 1 | PT PP Urban | Menawar Rp137.509.300.000. Harga terkoreksi Rp137.509.300.000. Pemenang |
| 2 | PT Hutama Karya (Persero) | Menawar Rp138.391.212.000. Harga terkoreksi Rp138.391.212.000 |
| 3 | PT Nindya Karya (Persero) | Menawar Rp138.669.106.000. Harga terkoreksi Rp138.669.106.000 |
| 4 | PT Waskita Karya (Persero) Tbk | Tidak tercatat harga penawaran dalam data |
| 5 | PT Syarif Maju Karya | Gugur karena KD tidak sesuai dan tidak menyampaikan SKP |
| 6 | PT Total Cakra Alam | Gugur karena KD tidak sesuai |
| 7 | PT Tuju Wali Wali | Gugur karena KD tidak sesuai |
| 8 | PT Wijaya Karya (Persero) Tbk | Tidak tercatat harga penawaran dalam data |
| 9 | PT PP (Persero) Tbk | Tidak tercatat harga penawaran dalam data |
| 10 | PT Catur Karya Bersaudara | Tidak tercatat harga penawaran dalam data |
| 11 | PT Penta Rekayasa | Tidak tercatat harga penawaran dalam data |
| 12 | CV Widra 4 | Tidak tercatat harga penawaran dalam data |
| 13 | PT Yulindo Artha Graha | Tidak tercatat harga penawaran dalam data |
| 14 | PT Bumi Karsa | Tidak tercatat harga penawaran dalam data |
| 15 | PT Sinar Inti Persada | Tidak tercatat harga penawaran dalam data |
| 16 | PT Medal Jaya Purnama | Tidak tercatat harga penawaran dalam data |
| 17 | PT Mitra Jayakarsa Mandiri | Tidak tercatat harga penawaran dalam data |
| 18 | PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk | Tidak tercatat harga penawaran dalam data |
| 19 | CV Graha Inti Centura | Tidak tercatat harga penawaran dalam data |
| 20 | PT Sera Rora Abadi Konsultan | Tidak tercatat harga penawaran dalam data |
| 21 | CV Adyan Jaya Mandiri | Tidak tercatat harga penawaran dalam data |
| 22 | PT Belimbing Sriwijaya | Tidak tercatat harga penawaran dalam data |
| 23 | PT Tureloto Battu Indah | Tidak tercatat harga penawaran dalam data |
| 24 | PT Penamas Rashataprisma | Tidak tercatat harga penawaran dalam data |
| 25 | CV Telanai Transport's | Tidak tercatat harga penawaran dalam data |
| 26 | PT Citra Prasasti Konsorindo | Tidak tercatat harga penawaran dalam data |
| 27 | PT Makassar Indah Graha Sarana | Tidak tercatat harga penawaran dalam data |
| 28 | PT Genytov Fajar | Tidak tercatat harga penawaran dalam data |
| 29 | PT Hospindo Internusa Jaya | Tidak tercatat harga penawaran dalam data |
| 30 | PT Sulawesi Permai Sakti | Tidak tercatat harga penawaran dalam data |
| 31 | PT Multi Karadiguna Jasa | Tidak tercatat harga penawaran dalam data |
| 32 | CECAC | Tidak tercatat harga penawaran dalam data |
| 33 | CV Cahaya Maulid | Tidak tercatat harga penawaran dalam data |
| 34 | CV Momentum Sakti | Tidak tercatat harga penawaran dalam data |
| 35 | CV Enconars Inti Mandiri | Tidak tercatat harga penawaran dalam data |
| 36 | PT Lamindo Utama | Tidak tercatat harga penawaran dalam data |
| 37 | Renah Kerinci Sakti | Tidak tercatat harga penawaran dalam data |
| 38 | PT Arafah Alam Sejahtera | Tidak tercatat harga penawaran dalam data |
| 39 | PT Multi Sinar Adamar | Tidak tercatat harga penawaran dalam data |
| 40 | PT Yasa Patria Perkasa | Tidak tercatat harga penawaran dalam data |
| 41 | CV Arga Buana Jaya | Tidak tercatat harga penawaran dalam data |
| 42 | PT Kalimanya Ekspert Konsultan | Tidak tercatat harga penawaran dalam data |
| 43 | PT Jaya Engineering | Tidak tercatat harga penawaran dalam data |
| 44 | CV Amadea Indah Perdana | Tidak tercatat harga penawaran dalam data |
| 45 | CV Dwi Tunggal Jaya | Tidak tercatat harga penawaran dalam data |
| 46 | PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk | Tidak tercatat harga penawaran dalam data |
| 47 | Perkasa Halomoan Pane | Tidak tercatat harga penawaran dalam data |
| 48 | CV Gunung Bua | Tidak tercatat harga penawaran dalam data |
| 49 | PT Tigadolok Cipta Karya | Tidak tercatat harga penawaran dalam data |
| 50 | CV Yonetta Cahaya Kelbi | Tidak tercatat harga penawaran dalam data |
| 51 | PT Deta Decon | Tidak tercatat harga penawaran dalam data |
| 52 | CV Desain Teknik | Tidak tercatat harga penawaran dalam data |
| 53 | Kreasi Muda Sinergi | Tidak tercatat harga penawaran dalam data |
Nama-nama besar ikut muncul dalam daftar peserta: PT Hutama Karya, PT Nindya Karya, PT Waskita Karya, PT Wijaya Karya, PT PP (Persero), PT Nusa Konstruksi Enjiniring, hingga PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama.
Namun pemenang akhirnya adalah PT PP Urban, entitas yang berbeda dari PT PP (Persero) Tbk yang juga tercatat sebagai peserta.
Sejumlah warga Kerinci berharap proyek pembangunan/renovasi RSUD ini benar-benar menjawab kebutuhan layanan kesehatan.
Seorang warga, Romadona, mengatakan masyarakat Kerinci sudah lama membutuhkan fasilitas rumah sakit yang lebih baik.
“Kalau rumah sakit dibangun bagus, masyarakat pasti mendukung. Tapi jangan hanya gedungnya megah. Layanannya juga harus naik. Dokter, alat, ruang rawat, obat, semua harus ikut membaik,” ujarnya.
Warga lainnya, Markos, menyoroti nilai proyek yang hampir Rp139 miliar.
“Uang sebesar itu harus diawasi. Jangan sampai proyek besar, tapi hasilnya biasa saja. Kerinci butuh rumah sakit yang benar-benar layak,” katanya.
Sementara warga lain meminta pemerintah membuka progres pekerjaan secara rutin.
“Kalau sudah kontrak, publik perlu tahu progresnya. Jangan nanti tahu-tahu selesai, tapi ada masalah kualitas. Ini rumah sakit, bukan gedung seremonial,” ujarnya.(*)