Hesnidar Haris Hadiri Wisuda Akbar Ponpes Nurul Arifin, 357 Santri Diwisuda
MUARO JAMBI – Ketua TP PKK Provinsi Jambi Hj. Hesnidar Haris, S.E., menghadiri Wisuda Akbar Pondok Pesantren Darul Arifin Jambi ke-5 Tahun 2026.
Kegiatan berlangsung di Jalan Nes Dusun Leban Karas RT 17, Kelurahan Pijoan, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi, Sabtu (20/6/2026).
Wisuda Akbar Ponpes Nurul Arifin Jambi Tahun Ajaran 2025/2026 ini diikuti 357 santri.
Dari jumlah tersebut, 207 merupakan santri putra dan 150 santri putri.
Kegiatan berlangsung meriah dan penuh haru. Para santri tampil rapi. Orang tua hadir menyaksikan langsung putra-putri mereka menerima ijazah dan sertifikat kelulusan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPR RI Komisi VIII Drs. H. Hasan Basri Agus atau HBA, Bupati Muaro Jambi Bambang Bayu Suseno, Imam Besar Masjid Agung Al-Falah Kota Jambi Dr. H. Umar Yusuf, M.H.I., Ketua Umum Pimpinan Wilayah Dewan Masjid Indonesia Provinsi Jambi Ir. H. Haviz Husaini, M.M., serta Sekretaris Umum MUI Provinsi Jambi Prof. Dr. H. Lukman Hakim, M.Pd.
Hadir pula tokoh agama, tokoh masyarakat, orang tua wali santri, serta para undangan lainnya.
Kehadiran Ketua TP PKK Provinsi Jambi menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan pendidikan keagamaan dan pembinaan generasi muda di Provinsi Jambi.
Hj. Hesnidar Haris mengapresiasi Pondok Pesantren Darul Arifin yang selama ini konsisten mencetak santri berakhlak mulia, berilmu, dan berprestasi.
Ia berharap para wisudawan dan wisudawati dapat mengamalkan ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di pesantren.
Menurut Hesnidar, momentum wisuda bukan hanya membahagiakan para santri.
Lebih dari itu, wisuda juga menjadi hari yang sangat membahagiakan bagi orang tua.
Sebab di balik keberhasilan seorang santri, ada doa, perjuangan, pengorbanan, dan kesabaran orang tua yang ikut mengiringi.
“Pada wisuda ini yang paling bahagia adalah kedua orang tua wisudawan yang berhasil mendidik anaknya. Kami yang datang ke sini juga ikut merasakan kebahagiaan ini. Bukan hanya bapak ibu, kami yang menyaksikan juga ikut haru dan merasakan kebahagiaan yang bapak ibu rasakan,” ujar Hesnidar.
Hesnidar mengatakan, suasana paling menyentuh terlihat ketika para santri maju menerima ijazah dan sertifikat kelulusan.
Di saat itu, wajah-wajah bangga para orang tua tampak jelas. Ada senyum. Ada haru. Ada mata yang berkaca-kaca.
Menurut Hesnidar, kebahagiaan orang tua menjadi bukti bahwa pendidikan anak adalah perjalanan panjang yang penuh perjuangan.
“Di sini dapat kita lihat dari raut wajah bangga dan mata yang berkaca-kaca ketika anak-anak mereka melangkah maju menerima penghargaan,” kata Hesnidar.
Ia juga menyampaikan rasa bangga karena dalam wisuda tersebut terdapat santri yang menyelesaikan hafalan Al-Qur’an hingga 30 juz. Selain itu, ada pula santri yang mengikuti wisuda kitab.
Menurut Hesnidar, capaian tersebut merupakan kebanggaan besar bagi pesantren, orang tua, dan masyarakat.
“Alhamdulillah, kita bisa hadir di sini pada wisuda santri. Ada yang wisuda hafalan sampai 30 juz, ada juga yang wisuda kitab. Ini suatu kebanggaan kedua orang tua,” ucapnya.
Hesnidar menegaskan TP PKK Provinsi Jambi berkomitmen terus bersinergi dengan lembaga pendidikan, termasuk pondok pesantren.
Sinergi tersebut penting dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.
Menurutnya, pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda. Pesantren tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga menanamkan kedisiplinan, akhlak, kemandirian, dan tanggung jawab.
Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting bagi para santri untuk menghadapi perkembangan zaman.
Pada kesempatan itu, Ketua TP PKK Provinsi Jambi Hj. Hesnidar Haris juga turut menyerahkan buku rapor kepada santriwati Ponpes Nurul Arifin.
Sementara itu, Bupati Muaro Jambi Bambang Bayu Suseno menyampaikan apresiasi kepada Pondok Pesantren Darul Arifin.
Menurutnya, Ponpes Darul Arifin merupakan salah satu pesantren kebanggaan di Kabupaten Muaro Jambi.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi, kami sangat mengapresiasi wisudawan anak-anak kami. Ini merupakan bagian dari pembelajaran. Semua harus melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi lagi,” ujar Bambang Bayu Suseno.
Bupati yang akrab disapa BBS itu mengatakan, generasi muda saat ini menghadapi tantangan besar di era teknologi.
Kemajuan teknologi harus diimbangi dengan penguatan iman, akhlak, dan ilmu agama.
Karena itu, menurutnya, keputusan orang tua memasukkan anak ke pondok pesantren merupakan pilihan yang tepat.
“Dalam menghadapi era teknologi saat ini, kita perlu mempersiapkan anak-anak kita. Untuk membentengi anak-anak kita dengan agama, ini adalah pilihan tepat bagi orang tua yang memasukkan anaknya di pondok pesantren ini,” ucapnya.
Di tempat yang sama, Pengasuh Pondok Pesantren Darul Arifin, Dr. K.H. Zainul Arifin, M.Ed., M.A., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para donatur, pembimbing, orang tua santri, serta seluruh pihak yang telah memberikan kepercayaan dan dukungan kepada pesantren.
Menurutnya, kepercayaan orang tua yang menitipkan anak-anak mereka untuk dididik di Ponpes Darul Arifin menjadi amanah besar bagi pihak pesantren.
Kepercayaan itu, kata dia, menjadi keberkahan sekaligus kekuatan bagi pesantren dalam menjalankan berbagai program pendidikan dan pembinaan santri.
K.H. Zainul Arifin juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama proses pendidikan, pelayanan, maupun penyambutan terdapat kekurangan.
Ia mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga kebersamaan dan kerja sama demi kemajuan pendidikan pesantren.
“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada bapak ibu apabila dalam penyambutan kami kurang sesuai. Kami juga menegaskan komitmen lembaga untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan menjalin kerja sama yang luas demi kemajuan umat dan bangsa,” pungkasnya.
Wisuda Akbar ke-5 Ponpes Darul Arifin Jambi menjadi momentum penting bagi para santri dan orang tua.
Bagi santri, wisuda ini menjadi tanda selesainya satu tahap pendidikan.
Bagi orang tua, wisuda menjadi buah dari doa dan perjuangan panjang.
Dan bagi pesantren, wisuda ini menjadi bukti bahwa pendidikan keagamaan terus mengambil peran penting dalam membentuk generasi muda yang berilmu, berakhlak, dan siap menghadapi masa depan.
Dari Dusun Leban Karas, pesan itu terasa kuat: pendidikan agama bukan hanya tentang hafalan dan kitab.
Tetapi juga tentang membangun akhlak, menjaga harapan orang tua, dan menyiapkan generasi yang mampu membawa kebaikan bagi masyarakat, daerah, dan bangsa. (*)