Batang Hari – Proyek Pembangunan Drainase dan Pagar Pasar Muara Tembesi pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Batang Hari tahun anggaran 2025 menjadi temuan dalam audit BPK RI tahun 2026.
Proyek ini dikerjakan oleh CV Spesia Centradesindo.
Nilai penawaran dan harga terkoreksi penyedia tercatat Rp2.933.675.138,40.
Namun, hasil audit BPK menemukan adanya kekurangan volume dan ketidaksesuaian spesifikasi teknis pekerjaan.
Akibatnya, terdapat kelebihan pembayaran sebesar Rp74.311.890,33.
Temuan ini menjadi sorotan karena pekerjaan tersebut merupakan proyek fasilitas umum di kawasan Pasar Muara Tembesi.
Dalam dokumen uraian singkat pekerjaan, proyek ini disebut sebagai bagian dari upaya Dinas PUTR Batang Hari untuk meningkatkan fasilitas umum, kualitas lingkungan yang bersih dan nyaman, serta pembangunan sistem drainase perkotaan di Pasar Muara Tembesi, Kecamatan Muara Tembesi.
Data Pokok Proyek
| Uraian | Data | Nilai |
|---|---|---|
| Nama tender | Pembangunan Drainase dan Pagar Pasar Muara Tembesi | - |
| Kode RUP | 59658056 | - |
| Sumber dana | APBD | - |
| Tanggal pembuatan | 11 Juni 2025 | - |
| Tahap tender | Tender sudah selesai | - |
| K/L/PD | Kab. Batang Hari | - |
| Satker | Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang | - |
| Jenis pengadaan | Pekerjaan Konstruksi | - |
| Pagu | - | Rp2.990.050.000 |
| HPS | - | Rp2.989.961.000 |
Metode Tender
| Uraian | Data | Catatan |
|---|---|---|
| Metode | Tender Pascakualifikasi Satu File | Harga terendah sistem gugur |
| Reverse Auction | Tidak menggunakan | Tidak ada adu turun harga ulang |
| Tahun anggaran | APBD 2025 | Dana daerah |
| Lokasi kegiatan | Kecamatan Muara Tembesi | Pasar Muara Tembesi |
| Objek pekerjaan | Drainase dan pagar pasar | Fasilitas umum |
Proyek ini bukan pekerjaan kecil secara fungsi.
Drainase pasar menyangkut kenyamanan pedagang dan pengunjung.
Pagar pasar menyangkut penataan kawasan.
Jika drainase tidak sesuai volume atau spesifikasi, dampaknya bisa langsung dirasakan warga: genangan, saluran tidak maksimal, pagar tidak kokoh, atau fasilitas cepat rusak.
Pagu dan HPS Mepet
Ada satu angka yang langsung mencolok.
Nilai pagu proyek Rp2.990.050.000.
Nilai HPS Rp2.989.961.000.
Selisih keduanya hanya Rp89.000.
Untuk proyek hampir Rp3 miliar, selisih Rp89 ribu sangat tipis.
Tidak otomatis salah.
Namun pola pagu dan HPS yang sangat mepet selalu menarik untuk dibaca lebih hati-hati.
Apalagi proyek ini kemudian menjadi temuan BPK.
Perbandingan Angka
| Uraian | Nilai | Catatan |
|---|---|---|
| Pagu | Rp2.990.050.000 | Batas anggaran |
| HPS | Rp2.989.961.000 | Selisih Rp89.000 dari pagu |
| Penawaran pemenang | Rp2.933.675.138,40 | CV Spesia Centradesindo |
| Harga terkoreksi | Rp2.933.675.138,40 | Sama dengan penawaran |
| Harga negosiasi | Tidak tercatat / “-” | Perlu penjelasan |
| Selisih HPS-penawaran | Rp56.285.861,60 | Sekitar 1,88% |
| Kelebihan pembayaran BPK | Rp74.311.890,33 | Harus ditindaklanjuti |
Harga penawaran pemenang berada sekitar 1,88 persen di bawah HPS.
Namun dalam data pemenang, kolom harga negosiasi tercatat “-”.
Ini juga layak ditanyakan.
Apakah memang tidak ada negosiasi?
Apakah karena mekanisme tender tidak mencatat negosiasi?
Atau data ringkas yang tampil tidak memuat nilai akhir kontrak?
Publik berhak mendapatkan kejelasan, terutama karena proyek ini berujung temuan BPK.
Pemenang Tender
| Uraian | Data | Nilai |
|---|---|---|
| Pemenang | CV Spesia Centradesindo | - |
| Alamat | Jl. Kapten Dirham No. 28 RT 58, Jelutung, Kota Jambi | - |
| NPWP | 00*0**6****31**0 | - |
| Penawaran | - | Rp2.933.675.138,40 |
| Terkoreksi | - | Rp2.933.675.138,40 |
| Negosiasi | - | Tidak tercatat |
CV Spesia Centradesindo menjadi pemenang dari tender yang diikuti 21 peserta.
Namun dari data hasil evaluasi yang disampaikan, harga yang terlihat hanya pada pemenang.
Peserta lain tidak terlihat mencantumkan harga penawaran.
Daftar Peserta Tender
| No | Peserta/NPWP | Keterangan |
|---|---|---|
| 1 | CV Spesia Centradesindo / 00*0**6****31**0 | Menang Rp2.933.675.138,40 |
| 2 | CV Bukit Raya Konstruksi / 09*7**1****35**0 | Tidak tercatat harga |
| 3 | CV I-Tech Kontrindo Utama / 00*8**0****03**0 | Tidak tercatat harga |
| 4 | CV Duta Panca Laksana / 07*0**8****34**0 | Tidak tercatat harga |
| 5 | CV Jatra Jaya / 00*2**5****01**0 | Tidak tercatat harga |
| 6 | CV Megah Utama / 00*1**8****31**0 | Tidak tercatat harga |
| 7 | CV Hidayah Pangeran Cimpago / 00*2**4****11**0 | Tidak tercatat harga |
| 8 | CV Wahana Mitra Abadi / 09*3**5****31**0 | Tidak tercatat harga |
| 9 | CV Prima Karya Utama / 00*4**5****03**0 | Tidak tercatat harga |
| 10 | CV Shifaiz Konstruksi / 00*1**2****01**0 | Tidak tercatat harga |
| 11 | CV Lumbung Emas / 09*4**7****35**0 | Tidak tercatat harga |
| 12 | CV Famili Pembangunan / 00*5**8****01**0 | Tidak tercatat harga |
| 13 | CV Taman Karya Manggala / 00*0**5****01**0 | Tidak tercatat harga |
| 14 | CV Hafiz Jaya / 00*4**4****31**0 | Tidak tercatat harga |
| 15 | CV Pesona Rizky / 06*5**3****01**0 | Tidak tercatat harga |
| 16 | CV Jaya Bersama / 08*6**5****32**0 | Tidak tercatat harga |
| 17 | CV Tata Karya Pratama / 08*1**3****01**0 | Tidak tercatat harga |
| 18 | CV Zultany Karya / 07*7**5****01**0 | Tidak tercatat harga |
| 19 | CV Genniyo Technik / 00*6**8****03**0 | Tidak tercatat harga |
| 20 | PT Osvaldo Alpha Kreatif / 09*3**3****47**0 | Tidak tercatat harga |
| 21 | CV Batanghari Mania Mandiri / 09*3**5****35**0 | Tidak tercatat harga |
Dari 21 peserta, hanya satu harga yang terlihat dalam data.
Ini bukan otomatis salah.
Namun publik wajar bertanya.
Apakah 20 peserta lain hanya mendaftar?
Apakah mereka tidak memasukkan penawaran?
Apakah gugur administrasi sebelum pembukaan harga?
Atau data hasil evaluasi yang tersedia belum menampilkan seluruh proses?
Dalam tender proyek publik hampir Rp3 miliar, keterbukaan informasi evaluasi menjadi penting.
Dokumen uraian singkat pekerjaan menyebut, pekerjaan ini berada di Pasar Muara Tembesi, Kecamatan Muara Tembesi.
Latar belakangnya adalah pengelolaan dan pengembangan sistem drainase di daerah kabupaten/kota sebagai upaya meningkatkan fasilitas umum.
Pemerintah juga menyebut proyek ini diperlukan untuk meningkatkan kualitas lingkungan yang bersih dan nyaman.
Tujuannya adalah terlaksananya pembangunan drainase dan pagar Pasar Tembesi untuk memenuhi kenyamanan dan kebutuhan pelayanan umum bagi masyarakat.
Ringkasan Uraian Pekerjaan
| Uraian | Isi Pokok | Catatan |
|---|---|---|
| Lokasi | Pasar Muara Tembesi | Kecamatan Muara Tembesi |
| Latar belakang | Pengembangan drainase | Fasilitas umum |
| Tujuan | Drainase dan pagar pasar | Kenyamanan layanan umum |
| Sasaran 1 | Tepat waktu | Pelaksanaan pekerjaan |
| Sasaran 2 | Sesuai anggaran | Biaya konstruksi |
| Sasaran 3 | Layak mutu dan biaya | Dapat dipertanggungjawabkan |
Dokumen juga menyebut sasaran pekerjaan adalah tercapainya pembangunan drainase dan pagar pasar yang tepat waktu, biaya sesuai anggaran, serta terwujudnya bangunan yang memenuhi kriteria teknis yang layak dari segi mutu dan biaya konstruksi serta dapat dipertanggungjawabkan.
Justru karena sasaran itu tertulis jelas, temuan BPK menjadi semakin relevan.
Jika BPK menemukan kekurangan volume dan ketidaksesuaian spesifikasi teknis, maka sasaran “layak mutu” dan “dapat dipertanggungjawabkan” perlu diuji kembali di lapangan.
Berdasarkan hasil audit BPK RI tahun 2026 terhadap proyek Dinas PUTR Batang Hari, ditemukan kekurangan volume dan ketidaksesuaian spesifikasi teknis pekerjaan atas proyek Pembangunan Drainase dan Pagar Pasar Muara Tembesi.
Kelebihan pembayaran yang ditemukan BPK mencapai Rp74.311.890,33.
Jika dibandingkan dengan nilai penawaran pemenang Rp2.933.675.138,40, nilai kelebihan pembayaran itu sekitar 2,53 persen.
Temuan Audit
| Uraian | Data | Nilai |
|---|---|---|
| Jenis masalah | Kekurangan volume | - |
| Jenis masalah | Ketidaksesuaian spesifikasi teknis | - |
| Nilai penawaran pemenang | CV Spesia Centradesindo | Rp2.933.675.138,40 |
| Kelebihan pembayaran | Temuan BPK | Rp74.311.890,33 |
| Persentase dari nilai pemenang | Perkiraan | 2,53% |
Angka Rp74,31 juta memang lebih kecil dibanding nilai proyek.
Tetapi dalam pekerjaan konstruksi, yang penting bukan hanya persentase.
Yang penting adalah prinsipnya: pekerjaan yang dibayar harus sesuai volume dan spesifikasi.
Jika volume kurang, maka ada bagian pekerjaan yang dibayar lebih dari realisasi.
Jika spesifikasi teknis tidak sesuai, mutu bangunan bisa terdampak.
Untuk drainase pasar, dampaknya bisa berupa saluran tidak optimal, genangan tetap terjadi, atau umur pekerjaan lebih pendek dari yang direncanakan.
Berdasarkan hasil wawancara dengan Konsultan Pengawas dan PPK, BPK memperoleh informasi bahwa mekanisme pengawasan pekerjaan oleh Konsultan Pengawas dilakukan berdasarkan laporan progres mingguan yang disampaikan pelaksana pekerjaan dan pemeriksaan di lapangan.
Namun, pengawasan tersebut belum mencakup pengujian secara memadai terhadap seluruh volume pekerjaan yang terpasang.
Pengawasan Konsultan
| Pihak | Yang Dilakukan | Kelemahan |
|---|---|---|
| Konsultan Pengawas | Menerima laporan progres mingguan | Belum uji seluruh volume |
| Konsultan Pengawas | Pemeriksaan lapangan | Belum memadai atas volume terpasang |
Konsultan pengawas seharusnya menjadi mata teknis pemerintah di lapangan.
Jika pengawasan belum menguji seluruh volume yang terpasang secara memadai, maka pekerjaan yang kurang volume bisa lolos sampai tahap pembayaran.
Dan itulah yang kemudian ditemukan BPK.
BPK juga mencatat informasi dari PPK.
PPK melakukan verifikasi dan validasi atas pengajuan tagihan termin dari penyedia berdasarkan dokumen laporan kemajuan pekerjaan, rekomendasi dari Konsultan Pengawas, serta pemeriksaan fisik.
Namun, pemeriksaan fisik yang dilakukan belum mencakup pengujian secara memadai atas volume pekerjaan yang telah dibayarkan.
Verifikasi PPK
| Pihak | Dasar Verifikasi | Kelemahan |
|---|---|---|
| PPK | Laporan kemajuan pekerjaan | Belum cukup tanpa uji volume |
| PPK | Rekomendasi Konsultan Pengawas | Bergantung pada pengawas |
| PPK | Pemeriksaan fisik | Belum memadai atas volume dibayar |
Bagian ini sangat penting.
Dalam kontrak konstruksi, pembayaran seharusnya tidak hanya berbasis laporan progres.
Tidak hanya rekomendasi konsultan.
Tidak hanya pemeriksaan visual.
Harus ada pengukuran.
Harus ada pengujian volume.
Harus ada kepastian bahwa pekerjaan yang dibayar benar-benar terpasang dan sesuai kontrak.
BPK menyebut permasalahan tersebut tidak sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Perpres Nomor 46 Tahun 2025 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.
Ada tiga ketentuan yang disorot.
Pertama, Pasal 11 ayat 1 huruf i yang menyatakan bahwa PPK dalam pengadaan barang/jasa memiliki tugas menginput e-Kontrak dan mengendalikan kontrak.
Kedua, Pasal 17 ayat 2 yang menyatakan bahwa penyedia bertanggung jawab atas pelaksanaan kontrak, kualitas barang/jasa, ketepatan perhitungan jumlah atau volume, ketepatan waktu penyerahan, dan ketepatan tempat penyerahan.
Ketiga, Pasal 27 ayat 6 huruf b yang menyatakan bahwa kontrak harga satuan merupakan kontrak pengadaan barang/pekerjaan konstruksi/jasa lainnya dengan harga satuan tetap untuk setiap satuan atau unsur pekerjaan dengan spesifikasi teknis tertentu, dengan pembayaran berdasarkan hasil pengukuran bersama atas realisasi volume pekerjaan.
Aturan yang Disorot BPK
| Aturan | Isi Pokok | Relevansi |
|---|---|---|
| Pasal 11 ayat 1 huruf i | PPK mengendalikan kontrak | PPK wajib memastikan kesesuaian pekerjaan |
| Pasal 17 ayat 2 | Penyedia bertanggung jawab atas kualitas dan volume | Volume/spek harus sesuai |
| Pasal 27 ayat 6 huruf b | Pembayaran berdasarkan pengukuran bersama | Tidak cukup laporan progres |
Aturan ini menjadi dasar penting.
Karena pekerjaan konstruksi tidak boleh dibayar hanya karena progres dilaporkan.
Pembayaran harus berdasarkan realisasi volume yang diukur bersama.
Jika pengujian volume tidak memadai, risiko kelebihan pembayaran terbuka.
BPK menyebut permasalahan tersebut disebabkan oleh Kepala Dinas PUTR selaku Pengguna Anggaran atau PA dan PPK.
Ada dua penyebab.
Pertama, belum mengawasi pelaksanaan anggaran SKPD yang dipimpinnya secara memadai.
Kedua, tidak melakukan pengendalian atas kontrak secara memadai dengan memastikan bahwa pekerjaan yang diterima telah sesuai dengan kontrak sebelum pembayaran dilakukan kepada penyedia.
Penyebab Temuan
| Pihak | Masalah | Dampak |
|---|---|---|
| Kepala Dinas PUTR selaku PA | Pengawasan anggaran belum memadai | Risiko pekerjaan tidak sesuai |
| PPK | Pengendalian kontrak belum memadai | Pembayaran rawan lebih |
| Konsultan Pengawas | Pengujian volume belum memadai | Kekurangan volume tidak terdeteksi awal |
| Penyedia | Bertanggung jawab atas volume dan kualitas | Spek dan volume wajib sesuai kontrak |
Masalah ini menunjukkan rantai pengawasan tidak berjalan maksimal.
Penyedia bertanggung jawab terhadap kualitas dan volume.
Konsultan mengawasi lapangan.
PPK mengendalikan kontrak.
PA mengawasi pelaksanaan anggaran.
Jika satu mata rantai lemah, pembayaran bisa terjadi sebelum pekerjaan benar-benar sesuai.
BPK mencatat tanggapan atas permasalahan tersebut.
Kepala Dinas PUTR menyatakan sependapat dengan temuan pemeriksaan dan akan menindaklanjuti sesuai rekomendasi BPK.
Bupati Batang Hari juga menyatakan sependapat dengan temuan pemeriksaan dan akan menindaklanjuti sesuai rekomendasi BPK.
Seorang warga Muara Tembesi, Risman mengatakan drainase pasar sangat penting karena menyangkut aktivitas harian pedagang.
“Kalau drainase pasar tidak sesuai, yang kena dampaknya pedagang dan pembeli. Hujan sedikit bisa becek, air menggenang, pasar jadi tidak nyaman,” ujarnya.
Warga lainnya, Ulfi menyoroti selisih pagu dan HPS yang sangat tipis.
“Pagu hampir Rp2,99 miliar, HPS beda hanya Rp89 ribu. Itu perlu dijelaskan. Apalagi akhirnya ada temuan volume dan spek,” katanya.
Seorang pedagang pasar, Giyanti, berharap pemerintah tidak hanya menagih pengembalian uang.
“Kalau memang ada kekurangan volume atau spek tidak sesuai, jangan cuma uangnya dikembalikan. Fisik pekerjaannya juga harus dipastikan benar. Kami yang pakai pasar tiap hari,” ujarnya.
Warga lain, Alim, menilai pengawasan proyek harus diperbaiki.
“Kalau konsultan dan PPK belum menguji volume secara memadai, proyek lain juga bisa rawan. Jangan tunggu BPK baru ketahuan,” katanya.(*)