MUARO JAMBI — Dua kecamatan.
Dua gedung workshop.
Nilai pagunya juga sama: masing-masing Rp1,85 miliar.
Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang membuka dua tender pembangunan gedung workshop pada APBD 2026.
Paket pertama berada di Kecamatan Kumpeh Ulu. Paket kedua berlokasi di Kecamatan Sungai Bahar.
Bila digabungkan, total pagu kedua proyek itu mencapai Rp3,7 miliar.
Belum ada pemenang.
Belum ada nilai kontrak.
Kedua paket masih berada pada tahap pengumuman pascakualifikasi.
Workshop Kumpeh Ulu Rp1,85 Miliar
Tender pertama bernama Pembangunan Gedung Workshop Kumpeh Ulu dengan Kode Rencana Umum Pengadaan 66910180.
Nilai pagunya sebesar Rp1.850.000.000. Harga perkiraan sendiri atau HPS ditetapkan senilai Rp1.844.894.572,02.
Selisih pagu dengan HPS hanya sekitar Rp5,1 juta.
Dokumen uraian singkat menyebut nama kegiatan tersebut sebagai Pembangunan Gedung Workshop Berbakti Kumpeh Ulu. Anggarannya bersumber dari APBD Muaro Jambi 2026, sedangkan masa pelaksanaan dan HPS dinyatakan mengikuti dokumen pemilihan.
Dokumen itu ditandatangani Kuasa Pengguna Anggaran selaku Pejabat Pembuat Komitmen Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Muaro Jambi, Edi Wahyono.
Ada sedikit perbedaan nomenklatur.
Nama tender dalam data pengadaan tertulis Pembangunan Gedung Workshop Kumpeh Ulu. Sementara dokumen uraian singkat menambahkan kata Berbakti.
Perbedaan nama tersebut perlu dijelaskan dalam dokumen pemilihan agar identitas paket tetap konsisten.
Namun, itu belum menunjukkan adanya persoalan dalam proses tender.
Workshop Sungai Bahar Juga Rp1,85 Miliar
Paket kedua bernama Pembangunan Gedung Workshop Berbakti Sungai Bahar dengan Kode RUP 67276533.
Nilai pagunya sama persis: Rp1.850.000.000.
HPS paket ini sebesar Rp1.844.621.297,79, atau berselisih sekitar Rp5,37 juta dari pagu.
Dokumen uraian singkat menyatakan proyek tersebut merupakan kegiatan Dinas PUPR Muaro Jambi yang dibiayai APBD 2026. Waktu pelaksanaan, nilai HPS, serta rincian lain mengikuti dokumen pemilihan.
Dokumen paket Sungai Bahar juga ditandatangani Edi Wahyono dalam kapasitasnya sebagai KPA sekaligus PPK Bidang Cipta Karya.
Jika HPS kedua paket dijumlahkan, nilainya mencapai Rp3.689.515.869,81.
Total selisih pagu dan HPS kedua proyek sekitar Rp10,48 juta.
Nilainya memang berdekatan.
Tetapi kedekatan HPS dengan pagu tidak otomatis membuktikan kemahalan atau penyimpangan.
HPS adalah perkiraan biaya yang disusun sebelum penawaran masuk. Nilai kontrak baru diketahui setelah peserta dievaluasi, pemenang ditetapkan, masa sanggah selesai, dan kontrak ditandatangani.
Metode Tendernya Sama
Kedua paket menggunakan metode tender pascakualifikasi satu file dengan harga terendah sistem gugur.
Artinya, peserta mengunggah dokumen penawaran terlebih dahulu. Kualifikasi perusahaan kemudian diperiksa terhadap peserta yang masuk dalam tahapan evaluasi.
Harga terendah menjadi pertimbangan.
Namun, murah saja tidak cukup.
Peserta dapat gugur apabila tidak memenuhi persyaratan administrasi, legalitas, kualifikasi, teknis, atau pembuktian dokumen.
Kedua tender juga tidak menggunakan mekanisme reverse auction.
Jenis kontraknya sama-sama gabungan lumsum dan harga satuan.
Dalam kontrak tersebut, sebagian pekerjaan dapat dibayar berdasarkan nilai tetap untuk lingkup yang telah disepakati. Bagian lain dibayar berdasarkan volume yang benar-benar dilaksanakan dan disetujui.
Karena menggunakan dua sistem pembayaran, dokumen kontrak harus memisahkan keduanya secara jelas.
Mana pekerjaan lumsum.
Mana pekerjaan berdasarkan harga satuan.
Kalau pemisahannya kabur, perbedaan tafsir bisa muncul ketika pembayaran dilakukan.
Dibuka untuk Kontraktor Kecil
Kedua paket diperuntukkan bagi badan usaha berkualifikasi kecil.
Peserta harus mempunyai legalitas usaha, status wajib pajak yang valid, akta perusahaan, Sertifikat Badan Usaha sesuai dokumen pemilihan, serta kapasitas hukum untuk mengikatkan diri dalam kontrak.
Peserta juga harus menyetujui pakta integritas dan surat pernyataan peserta.
Untuk persyaratan teknis, perusahaan pada umumnya diminta mempunyai pengalaman pekerjaan konstruksi dalam empat tahun terakhir, baik di lingkungan pemerintah, swasta, maupun sebagai subkontraktor.
Sisa kemampuan paket juga harus diperhitungkan.
Selain itu, peserta wajib menyampaikan hasil penilaian kinerja penyedia dengan nilai minimal baik.
Perusahaan Baru Bisa Ikut
Ada pengecualian bagi usaha kecil yang baru berdiri kurang dari tiga tahun.
Apabila perusahaan tersebut belum mempunyai pengalaman, syarat pengalaman dapat dikecualikan untuk paket dengan nilai paling banyak Rp2,5 miliar.
Nilai masing-masing paket workshop adalah Rp1,85 miliar.
Artinya, berdasarkan persyaratan yang dicantumkan, perusahaan kecil yang baru berdiri kurang dari tiga tahun tetap dapat mengikuti tender meski belum mempunyai pengalaman pekerjaan konstruksi.
Tetapi pengecualian itu hanya menyangkut pengalaman.
Perusahaan tetap harus memenuhi persyaratan legalitas, perpajakan, SBU, pakta integritas, kemampuan paket, dan ketentuan lain dalam dokumen pemilihan.
Perusahaan baru boleh masuk.
Tetapi kemampuannya tetap harus diperiksa.
Detail Gedung Belum Terlihat
Dokumen uraian singkat kedua proyek belum menjelaskan bentuk fisik gedung secara terperinci.
Belum dicantumkan:
- luas bangunan;
- jumlah lantai;
- jumlah ruangan;
- struktur gedung;
- material atap;
- spesifikasi lantai dan dinding;
- instalasi listrik dan air;
- pekerjaan halaman;
- drainase;
- masa pelaksanaan; serta
- masa pemeliharaan.
Fungsi workshop tersebut juga belum dijelaskan.
Apakah digunakan sebagai bengkel peralatan.
Tempat pelatihan.
Ruang produksi.
Tempat pemeliharaan sarana.
Atau memiliki fungsi lain.
Kata “workshop” bisa berarti banyak hal.
Anggarannya sudah terang.
Fungsinya belum.
Data tersebut semestinya tersedia dalam gambar teknis, spesifikasi, daftar kuantitas dan harga, rancangan kontrak, serta dokumen pemilihan.
Nilai Sama, Bangunan Belum Tentu Sama
Kedua proyek memiliki nilai pagu yang sama-sama Rp1,85 miliar.
HPS-nya juga hanya berselisih sekitar Rp273 ribu.
Meski demikian, kesamaan nilai tidak otomatis berarti kedua bangunan mempunyai desain, ukuran, atau volume pekerjaan yang sama.
Hal itu hanya dapat dipastikan melalui dokumen teknis masing-masing paket.
Lokasinya berbeda.
Kondisi tanahnya bisa berbeda.
Kebutuhan fasilitasnya juga belum tentu sama.
Karena itu, publik perlu melihat apakah desain, luasan, spesifikasi, serta manfaat kedua gedung memang sebanding dengan anggaran yang disediakan.
Pengawasan Bisa Dimulai Sejak Tender
Pengawasan tidak harus menunggu gedung berdiri.
Publik dapat mencermati jumlah peserta, harga penawaran, perusahaan pemenang, nilai kontrak, masa pelaksanaan, serta hasil masa sanggah.
Ketika pembangunan dimulai, yang dapat diperiksa bukan hanya tampilan luar gedung.
Fondasi.
Tulangan.
Mutu beton.
Struktur atap.
Instalasi.
Volume pekerjaan.
Dan kehadiran tenaga teknis.
Bagian-bagian itu sering tidak terlihat lagi setelah dinding dicat dan plafon dipasang.
Dua tender telah diumumkan.
Total pagunya Rp3,7 miliar.
Setelah pemenang ditetapkan, angka dalam sistem pengadaan akan berubah menjadi pekerjaan di lapangan.
Saat itulah pertanyaan berikutnya harus dijawab:
Siapa kontraktornya.
Berapa nilai kontraknya.
Apa sebenarnya fungsi gedung tersebut.
Dan apakah dua workshop itu benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat Kumpeh Ulu dan Sungai Bahar.(*)