Mesin ISMI Jambi Digas di Momentum HUT RI ke-81, Rakerwil I Digelar Hari Ini

WIB
ist

JAMBI - Momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi pijakan Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (ISMI) Provinsi Jambi untuk mulai menggas mesin organisasinya.

Hari ini, Rabu, 19 Agustus 2026, ISMI Provinsi Jambi menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) I di Hotel BW Luxury, Kota Jambi. Forum ini menjadi konsolidasi besar pertama setelah kepengurusan ISMI Jambi periode 2026-2030 terbentuk.

Rakerwil digelar hanya dua hari setelah bangsa Indonesia memperingati 81 tahun kemerdekaan. Momentum itu sengaja ditempatkan dalam semangat bahwa kemerdekaan tidak cukup dirayakan melalui seremoni, tetapi harus diterjemahkan menjadi ilmu, pengabdian, kerja sosial, penguatan adat dan kontribusi nyata bagi pembangunan Provinsi Jambi.

Tema yang diusung pun menegaskan arah itu, yakni “Berilmu, Beradat dan Membangun Peradaban.”

Ketua Panitia Rakerwil I ISMI Provinsi Jambi, Datuk Nurman Jamal, menjelaskan kegiatan dijadwalkan dibuka oleh Gubernur Jambi. Rangkaian acara tidak hanya berisi rapat organisasi, tetapi juga menampilkan simulasi penyelesaian persoalan atau konflik melalui pendekatan adat Melayu Jambi.

Menurut Nurman, setelah simulasi penyelesaian konflik adat tersebut, agenda dilanjutkan dengan Rakerwil yang diikuti jajaran pengurus wilayah serta Ketua ISMI kabupaten/kota se-Provinsi Jambi.

Rakerwil ini menjadi titik penting karena ISMI ingin membawa semangat kemerdekaan ke ruang yang lebih konkret: bagaimana kaum sarjana Melayu ikut menjawab persoalan daerah, memperkuat masyarakat dan mengambil bagian dalam pembangunan Jambi.

Sekretaris ISMI Provinsi Jambi Dr. Fahmi Rasid menegaskan Rakerwil menjadi momentum untuk menerjemahkan gagasan organisasi menjadi program nyata.

“ISMI ingin menjadi rumah besar bagi para sarjana Melayu untuk berpikir, berkarya, berinovasi, dan mengabdi,” kata Fahmi.

Sementara Ketua ISMI Provinsi Jambi Hj. Ernawati, S.Ag., M.Pd., menempatkan Rakerwil sebagai awal untuk mempercepat kerja organisasi setelah struktur kepengurusan terbentuk.

“ISMI Jambi harus menjadi rumah besar sarjana Melayu. Rumah yang terbuka, bergerak, dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujar Ernawati.

Menurut Ernawati, semangat kemerdekaan harus melahirkan semangat pengabdian. Sarjana Melayu tidak cukup hanya memiliki gelar dan ilmu, tetapi juga harus hadir di tengah masyarakat serta ikut membangun Provinsi Jambi dan Indonesia.

Karena itu, Rakerwil I yang berlangsung hari ini, Rabu 19 Agustus 2026, menjadi momentum ketika mesin organisasi ISMI Jambi mulai benar-benar digas.

Sehari sebelumnya, ISMI Jambi bersama Ketua BKMT Provinsi Jambi Hesnidar Haris juga menginisiasi nonton bareng film “Anak-Anak Bambu” bersama artis Elma Theana dan ratusan anak yatim.

Aktivitas sosial tersebut melanjutkan berbagai kegiatan ISMI sebelumnya. Organisasi ini kerap menyalurkan bantuan kepada anak yatim, kaum dhuafa dan fakir miskin. Pada Ramadan lalu, ISMI Jambi juga menyiapkan sekitar 700 kotak nasi dan takjil setiap hari secara gratis untuk masyarakat.

Dari kegiatan sosial, ISMI kini bergerak masuk ke konsolidasi program.

Momentum HUT RI ke-81 pun memberikan pesan tersendiri.

Bagi ISMI Jambi, mengisi kemerdekaan tidak hanya dilakukan dengan mengibarkan Merah Putih, tetapi juga dengan mencerdaskan masyarakat, menjaga adat Melayu, memperkuat ekonomi rakyat, menolong kelompok yang membutuhkan dan ikut menghasilkan gagasan untuk pembangunan daerah.

Dari Hotel BW Luxury hari ini, pengurus ISMI dari provinsi hingga kabupaten/kota akan duduk bersama menyusun arah tersebut.

81 tahun Indonesia merdeka, mesin ISMI Jambi mulai digas. berilmu, beradat, mengabdi dan ikut membangun peradaban. (*)

BeritaSatu Network