Enam Sekolah Masuk Paket Ruang Kelas Baru Rp1,88 Miliar, Lopak Alai Terbesar

WIB
ist

Muaro Jambi - Enam paket pembangunan ruang kelas baru di Kabupaten Muaro Jambi tercatat bernilai Rp1,88 miliar. Paket tersebut tersebar di lima sekolah dasar dan satu sekolah menengah pertama.

Nilainya berbeda-beda. Paket terbesar berada di SDN 084/IX Lopak Alai, mencapai Rp505,29 juta. Sementara paket terkecil tercatat di SDN 230/IX Kemingking Luar senilai Rp191,70 juta.

Berdasarkan penelusuran terhadap data pengadaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muaro Jambi, nilai persis keenam paket itu mencapai Rp1.878.580.602. Seluruhnya bersumber dari APBD tahun anggaran 2026.

Namun, tahapan pengadaannya belum seragam. Satu paket tercatat sudah berada pada tahap kontrak, sementara lima lainnya masih pada tahap pemilihan penyedia.

Berikut rincian sekolah, nilai paket, dan perusahaan yang tercantum dalam data tersebut.

Pembangunan ruang kelas baru di SDN 084/IX Lopak Alai menjadi paket dengan nilai paling besar, yakni Rp505.287.700. Nama penyedia yang tercatat adalah CV. Hafiz Jaya.

Paket dengan kode Rencana Umum Pengadaan atau RUP 67035825 itu menggunakan metode tender. Statusnya “KONTRAK SEDANG BERJALAN”, dengan tahapan pengadaan “Kontrak”.

Nilai paket Lopak Alai menyumbang sekitar 26,90% dari keseluruhan nilai enam paket pembangunan ruang kelas baru tersebut.

Berikutnya adalah SDN 088/IX Tanjung. Pembangunan ruang kelas baru di sekolah ini tercatat senilai Rp383.565.800, dengan nama penyedia CV. Januari Mitra Sejati.

Berbeda dengan Lopak Alai, paket Tanjung menggunakan metode Pengadaan Langsung. Kode RUP-nya 67033817.

Dalam data, status paket ini masih “BERLANGSUNG”, dengan tahapan “Pemilihan Berlangsung”.

Nilai yang hampir sama tercatat pada pembangunan ruang kelas baru SDN 184/IX Sumber Agung, yakni Rp383.506.400. Perusahaan yang tercantum sebagai penyedia adalah CV. Acyuta Sumber Sedayu.

Paket Sumber Agung memiliki kode RUP 67034324 dan menggunakan metode Pengadaan Langsung. Status serta tahapannya sama dengan paket Tanjung, yakni “BERLANGSUNG” dan “Pemilihan Berlangsung”.

Nilai kedua paket tersebut hanya berselisih Rp59.400. Meski demikian, data tidak memuat jumlah ruang, luas bangunan, maupun spesifikasi pekerjaan yang dapat digunakan untuk membandingkan kebutuhan kedua sekolah.

Satu-satunya paket untuk jenjang SMP dalam kelompok ini adalah pembangunan ruang kelas baru SMPN 65 Muaro Jambi.

Nilainya Rp222.809.600, dengan penyedia yang tercatat CV. Disa Cahaya Gemintang. Paket berkode RUP 67341022 tersebut menggunakan metode Pengadaan Langsung.

Statusnya masih “BERLANGSUNG”, dengan tahapan “Pemilihan Berlangsung”.

Selanjutnya, pembangunan ruang kelas baru SDN 157/IX Desa Baru tercatat bernilai Rp191.711.100. Nama perusahaan yang tercantum adalah CV. Graha Cipta Al-Fazza.

Paket dengan kode RUP 67043129 itu menggunakan metode Pengadaan Langsung. Statusnya “BERLANGSUNG”, dengan tahapan “Pemilihan Berlangsung”.

Adapun pembangunan ruang kelas baru SDN 230/IX Kemingking Luar tercatat senilai Rp191.700.002, dengan nama penyedia CV. Segara Mandala Konstruksi.

Paket berkode RUP 67043158 tersebut juga menggunakan Pengadaan Langsung. Seperti empat paket lainnya, statusnya “BERLANGSUNG”, dengan tahapan “Pemilihan Berlangsung”.

Jika dijumlahkan, lima paket yang menggunakan pengadaan langsung bernilai Rp1.373.292.902, atau sekitar 73,10% dari total enam paket. Sisanya merupakan paket tender pembangunan ruang kelas baru di Lopak Alai.

Berdasarkan jenjang pendidikan, total nilai lima paket untuk sekolah dasar mencapai Rp1.655.771.002. Sementara satu paket untuk SMP bernilai Rp222.809.600.

Pada keenam paket tersebut, kolom nilai produk dalam negeri dan nilai usaha mikro kecil masing-masing tercatat sama dengan nilai paket. Secara agregat, kedua kolom itu masing-masing berjumlah Rp1.878.580.602.

Meski sudah mencantumkan nilai dan nama penyedia, data ini belum menjelaskan berapa ruang kelas yang akan dibangun di setiap sekolah. Enam paket pembangunan tidak serta-merta berarti hanya enam ruang kelas.

Data juga belum memuat kondisi ruang belajar sebelumnya, jumlah siswa yang akan menggunakan bangunan baru, jadwal pelaksanaan, maupun progres fisik pekerjaan.

Karena itu, status “Pemilihan Berlangsung” pada lima paket perlu dibaca sebagai informasi tahapan pengadaan yang tercatat. Status tersebut belum cukup untuk menyimpulkan proyek terlambat atau memastikan kondisi pekerjaan di lapangan.

Demikian pula nilai Rp1,88 miliar tersebut merupakan total nilai paket dalam data pengadaan, belum menunjukkan jumlah pembayaran yang sudah dilakukan.

Rincian jumlah ruang, waktu penyelesaian, dan kesiapan bangunan untuk digunakan siswa masih perlu diperjelas melalui dokumen kontrak serta keterangan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muaro Jambi.(*)

BeritaSatu Network