Jambi - Jambi bersiap menyambut kedatangan ulama asal Mesir, Syekh Ala Muhammad Mustafa Na’imah.
Bukan kunjungan biasa.
Selama berada di Jambi, Syekh Ala dijadwalkan menjalani rangkaian kegiatan yang cukup padat. Mulai dari UIN Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi, Tabligh Akbar di Masjid Agung Al-Falah hingga menyambangi sejumlah pondok pesantren.
Persiapannya pun mulai dikebut.
Selasa malam (1/9/2026), jajaran Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (ISMI) Provinsi Jambi bersama sejumlah pihak yang terlibat menggelar rapat koordinasi melalui Zoom.
Sejumlah agenda teknis dibahas. Mulai dari penyambutan di Bandara Sultan Thaha Jambi, transportasi, protokoler, pengamanan, akomodasi, konsumsi hingga pengaturan waktu di setiap lokasi.
Sekretaris ISMI Provinsi Jambi Dr Fahmi Rasid mengatakan seluruh pihak diminta bekerja berdasarkan pembagian tugas agar perjalanan Syekh Ala selama berada di Jambi berjalan rapi.
“Kita ingin seluruh rangkaian kegiatan Syekh Ala selama di Jambi berjalan tertib dan tepat waktu. Karena agendanya cukup padat, setiap lokasi sudah kita siapkan PIC. Mulai penjemputan di bandara, kegiatan di UIN, Tabligh Akbar di Masjid Agung Al-Falah, pesantren sampai pengantaran kembali ke bandara,” jelasnya.
Keseriusan itu terlihat dari rundown perjalanan yang telah disusun ISMI Provinsi Jambi.
Rombongan Syekh Ala dijadwalkan mulai dijemput di Bandara Jambi Jumat (4/9/2026) pukul 07.30 WIB. Fahmi Rasid ditunjuk menjadi PIC penjemputan. Tugasnya bukan sekadar menyambut, tapi juga memastikan kendaraan, bagasi dan seluruh anggota rombongan lengkap sebelum bergerak menuju agenda berikutnya.
Dari Bandara Langsung ke UIN STS
Begitu tiba di Jambi, rombongan tak punya banyak waktu untuk bersantai.
Sekitar pukul 07.30-08.00 WIB, rombongan langsung bergerak dari bandara menuju UIN STS Jambi di Telanaipura.
Pukul 08.00-08.30 WIB dijadwalkan penyambutan sekaligus persiapan acara.
Agenda utama di UIN STS berlangsung mulai pukul 08.30 hingga 10.45 WIB.
Dalam rundown, Rektor UIN STS Jambi menjadi koordinator kegiatan, sementara Datuk Prof Dr H Syamsir tercatat sebagai PIC. Tugasnya mencakup penyambutan, protokoler, koordinasi dengan pihak rektorat, kesiapan tempat hingga memastikan acara berjalan sesuai jadwal.
Setelah acara, sekitar pukul 10.45-11.00 WIB dilakukan penutupan, foto bersama dan persiapan keberangkatan.
Pukul 11.00 WIB rombongan bergerak menuju Masjid Agung Al-Falah Jambi.
Wakil Rektor II UIN STS Jambi Pahmi SY, yang turut mengikuti pembahasan persiapan melalui Zoom, memandang kunjungan ulama Mesir itu sebagai momentum penting bagi lingkungan kampus.
“Kehadiran Syekh Ala tentu menjadi kehormatan sekaligus kesempatan bagi sivitas akademika, khususnya mahasiswa, untuk mendapatkan ilmu dan pengalaman langsung dari ulama asal Mesir. Dari sisi kampus, tentu kita ingin penyambutan dan seluruh rangkaian kegiatan di UIN berlangsung sebaik mungkin, ” jelasnya.
Tabligh Akbar di Masjid Agung Al-Falah
Dari UIN, agenda bergeser ke Masjid Agung Al-Falah Jambi.
Rombongan diperkirakan tiba sekitar pukul 11.20 WIB.
Syekh Ala terlebih dahulu transit dan melakukan persiapan menjelang salat Jumat. Setelah itu, mulai sekitar pukul 12.00 hingga 13.00 WIB, rombongan mengikuti salat Jumat di Masjid Agung Al-Falah.
AR Syahbandar SE dipercaya menjadi PIC untuk rangkaian kegiatan di masjid. Ia bertanggung jawab atas penyambutan, ruang transit, salat Jumat, makan siang, persiapan Tabligh Akbar hingga koordinasi dengan pengurus masjid.
Usai salat Jumat, pukul 13.00-13.45 WIB, Syekh Ala bersama panitia dan undangan dijadwalkan makan siang di ruang transit Masjid Agung Al-Falah.
Baru setelah itu acara besar dimulai.
Acara dijadwalkan berlangsung hingga pukul 16.15 WIB.
Seluruh anggota ISMI Provinsi Jambi dikerahkan. Tugasnya dibagi mulai dari protokol, penerima tamu, keamanan, dokumentasi, konsumsi, pelayanan narasumber hingga pengendalian waktu.
Dari Al-Falah Langsung ke Daruttauhid
Selesai?
Belum.
Sekitar pukul 16.15 WIB dilakukan penutupan serta persiapan keberangkatan.
Pukul 16.30 WIB rombongan Syekh Ala langsung meninggalkan Masjid Agung Al-Falah menuju Pondok Pesantren Daruttauhid di Kumpeh.
Syamsudin dan Wendi dipercaya menjadi PIC perjalanan tersebut.
Rombongan diperkirakan tiba sekitar pukul 17.30-18.00 WIB.
Setelah penyambutan, acara di Pondok Pesantren Daruttauhid dijadwalkan berlangsung mulai pukul 18.00 hingga 22.00 WIB.
Selain mengawal jalannya acara, PIC juga bertanggung jawab memastikan kebutuhan rombongan, koordinasi dengan Mudir Pondok Pesantren serta makan malam.
Pukul 22.00 WIB, rombongan baru meninggalkan pesantren.
Tujuannya hotel.
Sekitar pukul 22.30 WIB Syekh Ala dan rombongan dijadwalkan check-in serta beristirahat di Swiss-Belhotel Jambi.
Pukul 03.30 Sudah Bangun Lagi
Sabtu (5/9/2026), aktivitas rombongan dimulai ketika sebagian warga Jambi mungkin masih terlelap.
Pukul 03.30 WIB, rombongan sudah harus bangun dan bersiap.
Setengah jam kemudian, tepat pukul 04.00 WIB, Syekh Ala dijadwalkan meninggalkan hotel menuju Pondok Pesantren Darul Arifin, Ness.
Amir SHi menjadi PIC kegiatan.
Rombongan diperkirakan tiba sekitar pukul 05.00-05.30 WIB.
Rangkaian acara di Pondok Pesantren Darul Arifin kemudian berlangsung pukul 05.30 hingga 08.00 WIB.
Pukul 08.00-08.30 WIB, rombongan kembali bersiap.
Tujuan berikutnya PKP Al-Hidayah.
Tiga Jam di PKP Al-Hidayah
Pukul 08.30 WIB rombongan dijadwalkan berangkat dari Ness menuju PKP Al-Hidayah.
Sekitar pukul 09.00 WIB Syekh Ala tiba dan mendapat penyambutan.
Acara di PKP Al-Hidayah berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB.
Setelah itu rombongan makan siang hingga pukul 13.00 WIB.
Dalam rundown, Datuk Nurman Jamal ditunjuk sebagai PIC PKP Al-Hidayah. Ia bertanggung jawab terhadap penyambutan, kesiapan acara, koordinasi dengan Mudir, konsumsi, dokumentasi hingga pemeriksaan terakhir sebelum rombongan bertolak ke bandara.
Mudir PKP Al-Hidayah Hasan Basri Husein yang ikut dalam rapat persiapan melalui Zoom Selasa malam mengatakan kunjungan Syekh Ala diharapkan memberikan manfaat besar bagi santri.
“Bagi kami di PKP Al-Hidayah, kedatangan Syekh Ala merupakan momentum yang sangat berharga. Santri bisa bertemu dan mengambil ilmu langsung dari seorang ulama Mesir. Karena itu kami mempersiapkan penyambutan dan kegiatan ini agar benar-benar memberi manfaat, bukan hanya menjadi kegiatan seremonial,” jelasnya.
Menurut dia, pertemuan ulama dengan para santri memiliki arti penting karena menjadi kesempatan menambah wawasan keislaman sekaligus memperkuat hubungan keilmuan dengan ulama dari luar Indonesia.
“Kami berharap ada pesan keilmuan dan semangat yang dibawa pulang oleh para santri setelah bertemu Syekh Ala. Insyaallah ini menjadi pengalaman yang mereka ingat dan menjadi penyemangat dalam belajar,” katanya.
Selesai Acara, Langsung Dikejar Pesawat
Agenda Syekh Ala di Jambi nyaris tanpa jeda panjang.
Setelah makan siang di PKP Al-Hidayah, pukul 13.00-13.30 WIB dilakukan persiapan meninggalkan pesantren.
Pukul 13.30 WIB rombongan langsung bertolak menuju Bandara Sultan Thaha Jambi.
Datuk Nurman Jamal bersama tim transportasi bertugas memastikan rombongan tiba tepat waktu.
Targetnya sekitar pukul 14.15-14.30 WIB rombongan sudah berada di bandara.
Kemudian check-in.
Bagasi.
Pemeriksaan keamanan.
Lalu menuju gate.
Boarding dijadwalkan pukul 14.30-14.50 WIB.
Pukul 15.00 WIB, pesawat membawa rombongan meninggalkan Jambi menuju Jakarta.
Ketua ISMI Provinsi Jambi Hj Ernawati SAg MPd tercatat menjadi pendamping rombongan dalam penerbangan Jambi-Jakarta tersebut.
Gubernur Jambi Al Haris menyambut positif hadirnya ulama dari Mesir tersebut.
Menurut Al Haris, kegiatan keagamaan seperti Tabligh Akbar memiliki arti penting di tengah masyarakat. Bukan sekadar berkumpul, tetapi menjadi ruang untuk menambah ilmu sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan.
“Pemerintah Provinsi Jambi tentu menyambut baik kedatangan Syekh Ala Muhammad Mustafa Na’imah ke Jambi. Kehadiran seorang ulama dan guru dari Mesir ini merupakan kesempatan yang baik bagi masyarakat kita untuk menambah ilmu, memperkuat iman dan mempererat ukhuwah Islamiyah,” ujarnya.
Al Haris berharap masyarakat memanfaatkan momentum tersebut.
Apalagi Syekh Ala datang dari jauh.
Dari Mesir ke Jambi.
Dan pintu majelis dibuka untuk siapa saja.
“Kalau ada ulama datang membawa ilmu dan menyampaikan pesan-pesan kebaikan, tentu harus kita sambut dengan baik. Saya mengajak masyarakat Jambi, para santri, mahasiswa, majelis taklim dan seluruh masyarakat yang memiliki kesempatan untuk hadir, dengarkan ilmunya dan ambil manfaat dari majelis tersebut,” bebernya.
Menurut Al Haris, kegiatan keagamaan juga memiliki posisi penting dalam menjaga kehidupan masyarakat Jambi yang religius dan harmonis.
Pesan yang disampaikan para ulama, katanya, diharapkan tidak berhenti di dalam masjid.
Tetapi dibawa pulang.
Diterapkan dalam keluarga.
Lingkungan.
Hingga kehidupan bermasyarakat.
“Yang paling penting adalah setelah mendengarkan tausiah, ada nilai yang kita bawa pulang. Bagaimana menjadi pribadi yang lebih baik, menjaga keluarga, menjaga persaudaraan dan bersama-sama menjaga Jambi tetap aman, damai dan religius,” katanya.
Al Haris memang bukan wajah asing dalam kegiatan Tabligh Akbar di Masjid Agung Al-Falah. Pada Agustus 2025, misalnya, ia menghadiri Tabligh Akbar bersama Buya Yahya di masjid tersebut dan menyebut pesan-pesan ulama sarat hikmah serta motivasi untuk menjadi lebih baik.
Ketua MUI Jambi: Ramaikan Majelis Ilmu
Sambutan serupa datang dari Ketua Umum MUI Provinsi Jambi Dr KH M Umar Yusuf MHI.
Umar menilai kehadiran ulama dari luar negeri menjadi kesempatan bagi masyarakat Jambi untuk memperluas wawasan keislaman.
“MUI Provinsi Jambi menyambut baik kegiatan Tabligh Akbar dan kedatangan Syekh Ala dari Mesir. Majelis ilmu seperti ini harus kita hidupkan dan kita ramaikan karena di sanalah masyarakat mendapatkan nasihat, ilmu dan penguatan keagamaan,” ujarnya.
Umar berharap tausiah Syekh Ala semakin memperkuat kehidupan beragama yang damai dan menyejukkan.
“Kita berharap pesan-pesan yang beliau sampaikan nantinya semakin memperkuat ukhuwah Islamiyah, kecintaan kepada Rasulullah SAW serta pemahaman keagamaan yang moderat dan membawa kemaslahatan bagi masyarakat,” katanya.
Pesan mengenai Islam moderat dan penguatan kerukunan sejalan dengan arah MUI Provinsi Jambi periode 2025-2030. MUI Jambi menempatkan bimbingan keagamaan moderat, penguatan ukhuwah dan kerukunan sebagai bagian dari misi organisasinya. Umar Yusuf saat ini tercatat sebagai Ketua Umum MUI Provinsi Jambi.
Umar juga mengajak masyarakat menggunakan momentum tersebut untuk kembali mendekatkan diri dengan majelis-majelis ilmu.
“Silakan masyarakat hadir. Bawa keluarga, ajak anak-anak kita, para santri dan generasi muda. Tidak setiap waktu kita mendapat kesempatan bertemu ulama yang datang dari jauh. Kita hormati tamunya, kita jaga adab majelis dan kita ambil sebanyak-banyaknya ilmu yang disampaikan,” tutupnya.(*)