Muaro Jambi - Satu lagi paket proyek Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Muaro Jambi menarik untuk dibedah.
Kali ini proyek Rehabilitasi Jalan Simp. III Desa Talang Bukit Unit VI-Simp. III Desa Talang Datar Unit VI.
Nilainya tak kecil.
Pagu proyek mencapai Rp2,85 miliar.
Yang menarik, Harga Perkiraan Sendiri atau HPS paket tersebut tercatat Rp2.849.395.000.
Artinya, antara pagu dengan HPS hanya terpaut Rp605 ribu.
Tipis sekali.
Secara persentase, HPS berada sekitar 99,98 persen dari nilai pagu.
Data tender mencatat paket tersebut menggunakan APBD Kabupaten Muaro Jambi tahun anggaran 2026. Kode RUP-nya 67403296 dan satuan kerjanya Dinas PUPR Kabupaten Muaro Jambi.
Lantas, seperti apa proyek Rp2,85 miliar tersebut?
Berikut penelusuran Jambi Link.
Cuma 559 Meter
Dokumen uraian singkat pekerjaan memperlihatkan proyek tersebut merupakan pekerjaan konstruksi perkerasan Beton Semen Fs' 3,8 MPa.
Pekerjaan mencakup mobilisasi material serta penyiapan badan jalan sepanjang 559 meter dengan lebar 5 meter.
Selain itu terdapat lapis pondasi agregat tanpa penutup aspal untuk transisi jalan beton dan lapis pondasi bawah beton kurus. Pondasi beton tersebut direncanakan sepanjang 559 meter dengan lebar 5,2 meter.
Dengan pagu Rp2,85 miliar, proyek sepanjang 559 meter itu tentu menarik dicermati dari sisi struktur biaya.
Jika sekadar membagi nilai pagu dengan panjang ruas—bukan menghitung harga satuan konstruksi karena paket memuat sejumlah komponen pekerjaan—nilainya setara sekitar Rp5,1 juta per meter panjang jalan.
Namun angka tersebut tak bisa serta-merta disebut mahal atau murah.
Untuk menilainya, diperlukan dokumen yang lebih detail seperti Rencana Anggaran Biaya (RAB), volume masing-masing item pekerjaan, ketebalan perkerasan, harga satuan material, biaya mobilisasi serta spesifikasi teknis lengkap.
HPS Nyaris Menempel Pagu
Justru angka yang paling mencolok dari data tender adalah hubungan pagu dan HPS.
Pagu: Rp2.850.000.000.
HPS: Rp2.849.395.000.
Selisih: Rp605.000.
Dengan kata lain, hanya sekitar 0,02 persen jarak antara keduanya.
HPS memang tidak harus memiliki selisih tertentu dari pagu. Kedekatan HPS dengan pagu juga bukan bukti adanya pelanggaran.
Tetapi dalam belanja publik, angka yang begitu berdekatan menarik untuk ditelusuri lebih jauh: bagaimana HPS disusun, survei harga apa yang digunakan, berapa volume setiap pekerjaan dan bagaimana harga satuannya dihitung.
Karena HPS inilah yang nantinya menjadi salah satu titik penting dalam membaca harga penawaran peserta tender.
Apakah peserta menawar jauh di bawah HPS?
Atau justru berhimpitan?
Itu baru bisa terlihat setelah data peserta dan harga penawaran dibuka.
Pakai Sistem Harga Terendah Gugur
Tender ini dibuat pada 19 Agustus 2026.
Metode yang digunakan adalah Tender-Pascakualifikasi Satu File-Harga Terendah Sistem Gugur.
Dokumen juga menyebut tender tidak menggunakan Reverse Auction.
Jenis kontraknya adalah gabungan lumsum dan harga satuan. Lokasi pekerjaan berada di Kecamatan Bahar Utara, Kabupaten Muaro Jambi.
Dengan sistem harga terendah gugur, perjalanan setiap peserta menjadi menarik untuk dicermati.
Siapa yang menawarkan harga paling rendah?
Siapa yang gugur?
Di tahap apa mereka gugur?
Apa alasan Pokja menggugurkannya?
Dan perusahaan mana yang akhirnya bertahan sampai menjadi pemenang?
Data yang diberikan kepada Jambi Link kali ini belum memuat daftar peserta, harga penawaran maupun pemenang tender. Karena itu, belum ada dasar untuk menarik kesimpulan mengenai hasil kompetisinya.
Kualifikasi Usaha Kecil
Paket senilai Rp2,85 miliar ini diperuntukkan bagi kualifikasi usaha kecil.
Peserta diwajibkan memenuhi ketentuan legalitas usaha, memiliki status wajib pajak yang valid, memiliki kapasitas hukum untuk mengikatkan diri dalam kontrak, menyetujui Pakta Integritas dan surat pernyataan peserta.
Persyaratan juga mencakup kepemilikan Sertifikat Badan Usaha atau SBU sesuai dokumen pemilihan.
Dari sisi teknis, peserta dipersyaratkan memiliki pengalaman pekerjaan konstruksi dalam empat tahun terakhir serta memperhitungkan Sisa Kemampuan Paket (SKP).
Ada ketentuan menarik untuk perusahaan kecil yang baru berdiri kurang dari tiga tahun.
Karena nilai paket proyek ini berada di atas Rp2,5 miliar, perusahaan baru tersebut harus mempunyai setidaknya satu pengalaman pada bidang yang sama.
Peserta juga diminta menyampaikan hasil penilaian kinerja penyedia dengan nilai minimal Baik, baik dari aplikasi SIKAP maupun PPK.
Angka Penawaran Jadi Kunci Berikutnya
Kini perhatian berikutnya berada pada proses tender.
Pagu sudah diketahui.
HPS sudah diketahui.
Spesifikasi dasar pekerjaan sudah diketahui.
Nilai proyek Rp2,85 miliar untuk penanganan ruas sepanjang 559 meter juga sudah terlihat.
Yang belum terbuka dalam data ini adalah bagian paling menarik: siapa saja yang bertanding dan berapa mereka menawar.
Itulah angka yang akan menentukan cerita berikutnya.
Sebab dari daftar peserta dan evaluasi tender bisa dilihat apakah kompetisinya berlangsung ketat, berapa banyak perusahaan benar-benar memasukkan penawaran, berapa yang gugur dan seberapa jauh harga pemenang dari HPS Rp2,849 miliar.
Untuk sementara, satu angka sudah menarik perhatian:
pagu Rp2,85 miliar, HPS Rp2,849395 miliar. Selisihnya hanya Rp605 ribu.
Tipis.
Sangat tipis.
Namun apakah ada persoalan di balik angka itu?
Belum bisa disimpulkan.
Dokumen tender berikutnyalah yang akan menjawabnya.(*)