JAMBI – Perguruan tinggi tidak cukup hanya melahirkan lulusan yang menguasai teori. Di tengah perubahan teknologi dan tuntutan zaman yang semakin cepat, mahasiswa dituntut mampu menerjemahkan ilmu pengetahuan menjadi karya yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Ketua TP PKK Kota Jambi sekaligus Rektor Institut Agama Islam Muhammad Azim (IAIMA) Jambi, Dr. dr. Hj. Nadiyah, Sp.OG., saat membuka Expo IAIMA Tahun 2026 di Maulidia Convention Center (MCC), Rabu (16/09/2026).
Mengusung tema “Kerja, Kolaborasi, Wirausaha, dan Agen Perubahan”, Expo IAIMA 2026 menjadi ruang bertemunya mahasiswa, dosen, dunia usaha, instansi pemerintah, pelaku UMKM dan masyarakat.
Nadiyah mengatakan, Expo IAIMA merupakan agenda tahunan yang tidak hanya menjadi ruang untuk memamerkan kreativitas mahasiswa, tetapi juga sarana pembelajaran di luar ruang perkuliahan.
“Alhamdulillah, hari ini saya selaku Rektor IAIMA membuka Expo IAIMA Tahun 2026. Expo ini merupakan kegiatan tahunan yang menjadi wadah kolaborasi antara mahasiswa, dosen pembimbing, dunia usaha, dan UMKM. Melalui kegiatan ini, kita ingin mahasiswa belajar untuk menciptakan karya,” ujar Nadiyah.
Menurutnya, pengalaman yang diperoleh mahasiswa melalui kegiatan tersebut penting untuk memperluas wawasan, membangun jejaring positif, sekaligus memperkenalkan potensi IAIMA Jambi kepada masyarakat.
Lebih jauh, Nadiyah menegaskan bahwa Expo IAIMA bukan sekadar kegiatan seremonial. Di dalamnya terdapat semangat komunikasi, kreativitas, kolaborasi dan keberanian untuk terus berkembang.
Perkembangan teknologi, termasuk kehadiran kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI), turut mengubah tantangan pendidikan tinggi.
Jika sebelumnya akses terhadap ilmu pengetahuan menjadi salah satu tantangan, kini berbagai informasi dapat diperoleh masyarakat hanya dalam hitungan detik.
Karena itu, menurut Nadiyah, tantangan mahasiswa saat ini bukan semata-mata bagaimana memperoleh informasi, tetapi bagaimana mengolah pengetahuan tersebut menjadi sesuatu yang bermanfaat.
“Ilmu dan informasi dalam hitungan detik bisa kita akses. Karena itu, tantangannya sekarang adalah bagaimana ilmu yang kita miliki dapat menyelesaikan permasalahan yang ada di tengah-tengah masyarakat,” jelasnya.
Semangat tersebut menjadi salah satu dasar pelaksanaan Expo IAIMA 2026. Mahasiswa didorong untuk keluar dari pola belajar yang hanya berorientasi pada ruang kelas dan mulai menguji kemampuan mereka melalui karya nyata.
“Bagaimana mahasiswa bisa menerjemahkan ilmu yang sudah didapatkan di ruang-ruang kuliah menjadi karya-karya yang bisa dihadirkan di tengah-tengah masyarakat. Syukur-syukur kegiatan ini dapat memberikan dampak dan membantu menyelesaikan persoalan yang ada di masyarakat,” ungkapnya.
Nadiyah juga mengingatkan mahasiswa agar tidak takut memulai sebuah karya hanya karena merasa belum mampu menghasilkan sesuatu yang besar.
Menurutnya, karya besar justru sering kali lahir dari keberanian untuk memulai dari sesuatu yang sederhana.
“Bahwa karya-karya besar itu juga dimulai dari hal-hal yang sederhana. Jadi, apa pun yang kalian buat, ibu selaku rektor mengapresiasi. Karena sebenarnya keberanian untuk mulai menghasilkan karya itulah yang kita hargai,” tuturnya.
Semangat berkarya tersebut juga tidak terlepas dari visi IAIMA Jambi yang mengedepankan entrepreneurship atau kewirausahaan.
Nadiyah berharap lulusan IAIMA nantinya tidak hanya berorientasi menjadi job seeker atau pencari kerja. Lebih dari itu, mahasiswa diharapkan mampu menjadi job creator, innovation creator, sekaligus problem solver.
“Kalau sekarang menghasilkan lulusan yang kemudian hanya menjadi pencari kerja atau job seeker, itu sudah biasa. Tetapi bagaimana kita bisa menghasilkan lulusan yang menjadi job creator, pencipta lapangan kerja, dan menjadi innovation creator, pencipta inovasi, menjawab permasalahan, problem solver. Itu baru luar biasa,” katanya.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membentuk sumber daya manusia yang mampu membaca peluang dan menciptakan solusi.
Karena itu, IAIMA Jambi akan terus memperkuat institusi dan kualitas layanan pendidikan tinggi agar dapat berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya di Provinsi Jambi.
Nadiyah juga mengajak seluruh sivitas akademika untuk tidak cepat berpuas diri. Komunikasi dan kolaborasi harus terus dibangun, sementara kritik dan masukan perlu diterima sebagai bagian dari proses memperbaiki dan mengembangkan institusi.
“Melalui Expo ini kita harus siap untuk berkomunikasi, berkolaborasi, menerima kritik dan masukan, kemudian terus berkembang, sehingga kita bisa menghasilkan karya-karya yang lebih baik lagi ke depannya,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Nadiyah turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Jambi, para sponsor, dunia usaha, pelaku UMKM serta seluruh panitia yang telah mendukung terselenggaranya Expo IAIMA 2026.
Baginya, keterlibatan berbagai pihak menjadi bukti bahwa perguruan tinggi tidak dapat berjalan sendiri dalam menciptakan karya dan inovasi.
Kolaborasi antara kampus dan dunia usaha juga dinilai penting untuk mempertemukan pengetahuan akademik dengan kebutuhan nyata di lapangan.
“Ini merupakan bukti bahwa kita terus berkolaborasi, bagaimana pendidikan tinggi bisa bekerja sama dengan dunia usaha yang kemudian menghasilkan karya-karya nyata. Mudah-mudahan ini menjadi penyemangat bagi para dosen dan mahasiswa untuk terus mau berkembang dan lebih maju,” ujarnya.
Melalui Expo IAIMA 2026, semangat kewirausahaan dan inovasi diharapkan tidak berhenti selama kegiatan berlangsung. Lebih jauh, pengalaman tersebut menjadi bekal mahasiswa untuk berani berkarya, membangun kolaborasi dan menghadirkan solusi yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.