Tender Proyek BWSS VI Rp 19,2 M di Aur Duri Dimulai, Awas Jadi Bancakan Korupsi!

WIB
IST

Jambi - Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VI Jambi kembali menggelontorkan anggaran jumbo untuk infrastruktur air. Kali ini, proyek Pembangunan Pengaman Tebing Intake PDAM Aur Duri di Kota Jambi resmi digulirkan dengan nilai pagu mencapai Rp 19,2 miliar.

Proyek yang bersumber dari APBN tahun anggaran 2026 ini berada di bawah naungan SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air Sumatera VI Provinsi Jambi.

Berdasarkan dokumen uraian singkat pekerjaan, proyek ini memiliki nilai HPS (Harga Perkiraan Sendiri) sebesar Rp 19.200.000.000. Dengan anggaran sebesar itu, kontraktor pemenang tender ditargetkan menyelesaikan pengamanan tebing sepanjang 0,15 Km (150 meter) dengan outcome seluas 4 hektare.

Pekerjaan ini tidak bisa dianggap enteng. Dalam spesifikasi teknis disebutkan bahwa Pembangunan Pengaman Tebing Intake PDAM Aur Duri ini memiliki tingkat risiko sedang namun dengan tingkat kesulitan yang tinggi.

Waktu pelaksanaan yang diberikan kepada kontraktor adalah selama 300 hari kalender, terhitung sejak tanggal dimulainya kerja dalam Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK).

Adapun lingkup pekerjaan utamanya meliputi:

  1. Pekerjaan Persiapan dan Sistem Manajemen Keselamatan Kerja (SMKK).
  2. Pekerjaan Bangunan Perkuatan Tebing sepanjang 150 meter.
  3. Pekerjaan Bangunan Pengarah Arus (Krib) sebanyak 3 unit.

Besarnya nilai proyek dan tingginya tingkat kesulitan pekerjaan memantik atensi publik Jambi. Masyarakat berharap proses tender berjalan transparan agar menghasilkan kontraktor yang benar-benar kompeten, bukan sekadar mencari keuntungan.

"Anggarannya Rp 19,2 miliar, itu uang rakyat. Kami harap BWSS VI selektif memilih kontraktor. Cari yang bonafide, jangan sampai proyek ini jadi lahan basah korupsi atau dikerjakan asal-asalan," ujar salah satu warga Jambi menanggapi tender tersebut.

Kualitas hasil pekerjaan ditekankan harus sesuai dengan Rencana Mutu Pelaksanaan Kontrak (RMPK). Publik mengingatkan bahwa spesifikasi bahan dan peralatan harus memenuhi standar kualitas dan kuantitas agar bangunan pengaman tebing tersebut awet dan berfungsi optimal bagi PDAM Aur Duri.

Eko Yudha menyebut proyek ini sedang proses tender. Dan berharap terpilih kontraktor berpengalaman.(*)

BeritaSatu Network