Kerinci - Angka Rp 1.600.000.000 (Rp 1,6 Miliar) untuk pos Belanja Perjalanan Dinas Biasa Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah di Bagian Umum Pemkab Kerinci mungkin terdengar normatif di telinga birokrat.
Namun, mari kita bedah secara matematis agar publik bisa melihat seberapa fantastis dan jumbonya uang rakyat yang dibakar untuk ongkos transportasi dan akomodasi ini.
Jika total pagu anggaran satu tahun (12 bulan) tersebut kita pecah, maka gambarannya akan terlihat sangat mencolok:
1. Rata-rata Pengeluaran Per Bulan: Rp 133,3 Juta!
Jika Rp 1,6 Miliar dibagi 12 bulan, maka Pemkab Kerinci rata-rata menghabiskan dana Rp 133.333.333 (Rp 133,3 Juta) setiap bulannya murni hanya untuk ongkos perjalanan dinas, hotel, dan uang saku Kepala Daerah beserta rombongan. Angka seratusan juta per bulan ini sangatlah besar untuk ukuran kabupaten yang Pendapatan Asli Daerahnya (PAD) masih sangat bergantung pada sektor pertanian dan pariwisata.
2. Rata-rata Pengeluaran Per Hari: Rp 4,3 Juta Tanpa Libur
Mari kita persempit lagi. Jika anggaran setahun itu dibagi rata 365 hari, maka argo perjalanan dinas bupati dan wakil bupati ini berjalan di angka Rp 4.383.561 (Nyaris Rp 4,4 Juta) per hari!
Bayangkan, setiap matahari terbit di Kabupaten Kerinci—baik itu hari kerja, tanggal merah, maupun akhir pekan—ada jatah uang pajak rakyat sebesar Rp 4,4 Juta yang diplot untuk biaya wara-wiri pejabat.
Berita terkait baca di sini :
Terlalu Besar atau Wajar?
Untuk menjawab apakah nilai ini wajar atau justru sebuah pemborosan yang keterlaluan, kita hanya perlu membandingkannya dengan realitas ekonomi masyarakat Kerinci di akar rumput.
Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) di Provinsi Jambi rata-rata berada di kisaran Rp 3 jutaan per bulan. Artinya, jatah biaya perjalanan dinas elite Pemkab Kerinci dalam sehari (Rp 4,4 Juta) jauh lebih besar dibandingkan gaji sebulan penuh seorang buruh atau pekerja keras di Kerinci!
Belum lagi jika dibandingkan dengan pendapatan harian para petani kopi, teh, dan sayur di lereng Gunung Kerinci yang kerap tak menentu akibat cuaca dan anjloknya harga panen.(*)