APBD Kerinci 2026

Ini Daftar 48 Proyek Kerinci yang Lagi Berjalan, Perusahaan Ini Panen Banyak!

Kerinci - Memasuki pertengahan tahun 2026, denyut nadi penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di Kabupaten Kerinci terus dipacu. Hingga bulan Mei ini, miliaran rupiah uang rakyat tengah dieksekusi dan berputar dalam berbagai program dan pengadaan barang/jasa.

Berdasarkan penelusuran data realisasi lelang dan E-Purchasing yang seluruhnya masih berstatus ON PROCESS (sedang berjalan), Pemerintah Kabupaten Kerinci tercatat tengah menggarap 48 paket pekerjaan dengan total nilai menembus Rp 9.117.048.462 (Rp 9,11 Miliar).

Kucurkan Rp 7,5 Miliar via E-Katalog, Pemkab Kerinci Borong PC hingga Reagen Sanitarian Rp 1,2 M

Kerinci - Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026 di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kerinci mulai berjalan kencang. Buktinya, puluhan paket pengadaan logistik dan tenaga kerja senilai miliaran rupiah langsung dieksekusi secara kilat.

Berdasarkan data SIRUP per April 2026, tercatat setidaknya ada 38 paket pengadaan dari berbagai Satuan Kerja (Satker) yang sudah digulirkan. Total nilai transaksinya menembus angka Rp 7.528.395.442 (Rp 7,52 Miliar).

Tanpa Tender Bebas, 3 Perusahaan Ini Berbagi 'Kue' Proyek Alkes Dinkes Kerinci Rp 1,3 Miliar

Kerinci - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kerinci tengah menggeber belanja fasilitas medis pada Tahun Anggaran 2026. Tak tanggung-tanggung, dana segar dari APBD senilai total Rp 1.330.551.450 (Rp 1,33 Miliar) digelontorkan untuk memborong perangkat medis dalam paket Belanja Modal Alat Kesehatan Umum Lainnya.

Disdik Kerinci Anggarkan Rp 802 Juta untuk Beasiswa Hafidz dan Siswa Berprestasi

Kerinci - Angin segar bagi para pelajar berprestasi dan penghafal Al-Qur'an di Kabupaten Kerinci. Pada Tahun Anggaran 2026 ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Kerinci resmi menggelontorkan dana ratusan juta rupiah khusus untuk program belanja beasiswa.

Berdasarkan data yang dihimpun, paket dengan kode RUP 42845422 tersebut bertajuk "Belanja Beasiswa". Tak tanggung-tanggung, Pemerintah Kabupaten Kerinci menyiapkan total pagu anggaran mencapai Rp 802.000.000 untuk program ini.

Disdik Kerinci Kelola Dana BOS Rp 25,6 Miliar, Awas Jadi Ladang Korupsi!

Kerinci - Sektor pendidikan di Kabupaten Kerinci mendapat suntikan dana bernilai fantastis pada Tahun Anggaran 2026. Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kerinci tercatat mengalokasikan anggaran mencapai Rp 28,2 miliar untuk berbagai program dan paket proyek.

Menariknya, dari total puluhan miliar tersebut, porsi paling raksasa disedot habis untuk pos Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Wujudnya Apa? Belanja 'Bahan Lainnya' di Bagian Umum Pemkab Kerinci Capai Rp 2,2 M, Ditambah Pemeliharaan Kendaraan Dinas Rp 1,07 M dan Pakaian Dinas Rp 112 Juta

Kerinci -Selain menganganggarkan miliaran rupiah untuk perjalanan dinas dan uang makan, Bagian Umum Pemkab Kerinci juga mengalokasikan banyak anggaran lainnya.

Apa saja?

Berdasarkan data yang dihimpun, ada alokasi belanja bahan lainnya di Satuan Kerja "Bagian Umum" Pemkab Kerinci bernilai Rp 2,2 miliar.

Pembelanjaan yang wujud barangnya tidak spesifik ini dipecah secara sporadis ke dalam delapan paket tender via E-Purchasing dan Swakelola.

Bedah Angka Wara-wiri Pejabat Kerinci: Habiskan Rp 133 Juta Sebulan, Sehari Setara Gaji Sebulan Buruh!

Kerinci - Angka Rp 1.600.000.000 (Rp 1,6 Miliar) untuk pos Belanja Perjalanan Dinas Biasa Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah di Bagian Umum Pemkab Kerinci mungkin terdengar normatif di telinga birokrat.

Namun, mari kita bedah secara matematis agar publik bisa melihat seberapa fantastis dan jumbonya uang rakyat yang dibakar untuk ongkos transportasi dan akomodasi ini.

Jika total pagu anggaran satu tahun (12 bulan) tersebut kita pecah, maka gambarannya akan terlihat sangat mencolok:

Anggaran 'Wara-wiri' Bupati Kerinci dan Wakilnya di 2026 Capai Rp 1,6 M, Biaya Makan Minum Tamu Habiskan Nyaris Rp 1,3 M

Kerinci - Narasi efisiensi anggaran dan pengetatan ikat pinggang tampaknya masih jauh panggang dari api di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kerinci. Alih-alih fokus pada pembangunan infrastruktur kerakyatan, dokumen Rencana Umum Pengadaan (RUP) Tahun Anggaran 2026 pada Satuan Kerja "Bagian Umum" justru memperlihatkan deretan alokasi dana super jumbo untuk memanjakan fasilitas pejabat daerah.