Bungo – Tender proyek Penataan Kawasan Perkotaan Muara Bungo, Kabupaten Bungo tahun anggaran 2026 masuk tahap akhir.
Nilainya jumbo. Pagu paket tercatat Rp22.455.839.000. Nilai HPS-nya Rp22.450.000.000.
Proyek ini bersumber dari APBN 2026 melalui Kementerian Pekerjaan Umum. Satuan kerjanya 694031/Pelaksanaan Cipta Karya Provinsi Jambi.
Kode tendernya 10130592000. Kode RUP-nya 66986699.
Nama paketnya sama Penataan Kawasan Perkotaan Muara Bungo, Kabupaten Bungo.
Saat ini, tahap tender sudah berada pada Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa atau SPPBJ.
Pemenangnya adalah PT Station Energi Indonesia. Perusahaan ini beralamat di Jl. Hos Cokroaminoto RT 34, Kelurahan Payo Lebar, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, Provinsi Jambi.
PT Station Energi Indonesia tercatat menawar Rp19.080.998.705,91. Setelah koreksi, nilainya menjadi Rp19.080.998.666,78.
Harga negosiasi tidak tercantum atau ditulis “-”.
Sekilas, tender ini tampak selesai biasa. Ada pemenang. Ada penawaran. Ada proses evaluasi.
Tapi jika dibaca lebih dalam, tender ini menarik.
Sebab, PT Station Energi Indonesia bukan penawar paling rendah dari seluruh peserta yang memasukkan harga.
Ada beberapa peserta yang menawar lebih murah. Bahkan ada yang menawar sekitar Rp17,56 miliar. Namun mereka berguguran di meja evaluasi.
Di sinilah sorotannya.
Harga lebih murah tidak otomatis menang. Dokumen, alat, KSO, pengalaman personel, nomor registrasi SIMPAN, dan Ahli K3 menjadi penentu.
Dalam hasil evaluasi Pokja, ada sejumlah peserta yang menawar lebih rendah dari PT Station Energi Indonesia.
Di antaranya PT Merdeka Inti Persada dengan penawaran Rp17.568.554.029,80. Penawaran ini berada di bawah 80 persen HPS.
Ada pula PT Somba Hasbo dengan penawaran Rp17.960.000.000,90.
Kemudian PT Bumi Palapa Perkasa dengan penawaran Rp17.980.556.307,77.
Lalu PT Debitando Jaya dengan penawaran Rp17.960.000.000,00.
Keempatnya lebih rendah dibanding penawaran terkoreksi PT Station Energi Indonesia yang berada di angka Rp19.080.998.666,78.
Namun semuanya gugur.
Alasannya berbeda-beda. Ada yang soal peralatan utama Bar Bender. Ada yang soal jaminan penawaran KSO. Ada yang soal pengalaman Ahli K3 Konstruksi. Ada pula yang soal kapasitas excavator dan pengalaman personel yang dinilai tidak memenuhi syarat.
Bila hanya melihat angka, selisih antara pemenang dan penawar terendah mencapai sekitar Rp1,51 miliar.
Tapi tender konstruksi bukan sekadar adu murah.
Dalam sistem gugur, harga murah bisa kalah oleh satu dokumen yang tidak memenuhi syarat.
Rincian Tender
| No | Uraian | Detail |
|---|---|---|
| 1 | Kode Tender | 10130592000 |
| 2 | Nama Tender | Penataan Kawasan Perkotaan Muara Bungo, Kabupaten Bungo |
| 3 | Kode RUP | 66986699 |
| 4 | Nama Paket | Penataan Kawasan Perkotaan Muara Bungo, Kabupaten Bungo |
| 5 | Sumber Dana | APBN |
| 6 | Uraian Singkat | RKSPenataanKawasanPerkotaanMuaraBungo.pdf |
| 7 | Tanggal Pembuatan | 23 April 2026 |
| 8 | Tahap Saat Ini | Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa |
| 9 | K/L/PD | Kementerian Pekerjaan Umum |
| 10 | Satuan Kerja | 694031/Pelaksanaan Cipta Karya Provinsi Jambi |
| 11 | Jenis Pengadaan | Pekerjaan Konstruksi |
| 12 | Metode | Tender - Pascakualifikasi Satu File - Harga Terendah Sistem Gugur |
| 13 | Reverse Auction | Tidak menggunakan Reverse Auction |
| 14 | Tahun Anggaran | APBN 2026 |
| 15 | Nilai Pagu | Rp22.455.839.000 |
| 16 | Nilai HPS | Rp22.450.000.000 |
| 17 | Jenis Kontrak | Harga Satuan |
| 18 | Lokasi | Kabupaten Bungo |
| 19 | Kualifikasi Usaha | Menengah |
Selisih antara pagu dan HPS hanya Rp5.839.000.
Pagu berada di angka Rp22.455.839.000, sedangkan HPS Rp22.450.000.000.
Pemenang Tender
| No | Uraian | Detail |
|---|---|---|
| 1 | Nama Pemenang | PT Station Energi Indonesia |
| 2 | Alamat | Jl. Hos Cokroaminoto RT 34, Kel. Payo Lebar, Kec. Jelutung, Kota Jambi |
| 3 | NPWP | 07*6**8****31**0 |
| 4 | Harga Penawaran | Rp19.080.998.705,91 |
| 5 | Harga Terkoreksi | Rp19.080.998.666,78 |
| 6 | Harga Negosiasi | - |
Penawaran terkoreksi PT Station Energi Indonesia turun sekitar Rp3.369.001.333,22 dari HPS.
Secara persentase, penawaran itu berada sekitar 15,01 persen di bawah HPS, atau sekitar 84,99 persen dari nilai HPS.
Daftar Peserta dan Hasil Evaluasi
| No | Peserta | Hasil Evaluasi |
|---|---|---|
| 1 | PT Station Energi Indonesia | Menawar Rp19.080.998.705,91. Harga terkoreksi Rp19.080.998.666,78. Menjadi pemenang |
| 2 | Total Hita Persada | Tidak tercatat harga penawaran dalam data |
| 3 | PT Wahyu Prima | Tidak tercatat harga penawaran dalam data |
| 4 | Ciptatama Bangun Nusantara | Menawar Rp19.377.652.625,35. Gugur karena pengalaman Ahli K3 Konstruksi selama 3 tahun berdasarkan pencarian No. Reg. pengalaman yang disampaikan tidak ada di SIMPAN |
| 5 | PT Sembilan Bintang Bestari | Menawar Rp20.808.653.784,20. Gugur karena peserta tidak menyampaikan No. Reg. pengalaman di SIMPAN dalam daftar personel manajerial untuk Manajer Pelaksanaan, Manajer Teknik, dan Ahli K3 Konstruksi |
| 6 | CV Utama Jaya Kontraktor | Tidak tercatat harga penawaran dalam data |
| 7 | PT Merdeka Inti Persada | Menawar Rp17.568.554.029,80, di bawah 80 persen HPS. Gugur karena tidak menawarkan Bar Bender sebanyak 3 unit sesuai syarat dokumen pemilihan |
| 8 | PT Somba Hasbo | Menawar Rp17.960.000.000,90. Gugur karena peserta melakukan KSO, tetapi dalam jaminan penawaran nama peserta tidak ditulis atas nama KSO |
| 9 | PT Pancarona Mitra Abadi | Tidak tercatat harga penawaran dalam data |
| 10 | PT Bumi Palapa Perkasa | Menawar Rp17.980.556.307,77. Gugur karena pengalaman Ahli K3 Konstruksi atas nama Riza Lesmana ditawarkan 0 tahun dan No. Reg. pengalaman di SIMPAN tidak ada |
| 11 | PT Debitando Jaya | Menawar Rp17.960.000.000,00. Gugur karena kapasitas excavator tidak disampaikan dan pengalaman Ahli K3 kurang dari syarat |
Daftar Harga Penawaran
| No | Peserta | Harga Terkoreksi |
|---|---|---|
| 1 | PT Merdeka Inti Persada | Rp17.568.554.029,80 |
| 2 | PT Debitando Jaya | Rp17.960.000.000,00 |
| 3 | PT Somba Hasbo | Rp17.960.000.000,90 |
| 4 | PT Bumi Palapa Perkasa | Rp17.980.556.307,77 |
| 5 | PT Station Energi Indonesia | Rp19.080.998.666,78 |
| 6 | Ciptatama Bangun Nusantara | Rp19.377.652.625,35 |
| 7 | PT Sembilan Bintang Bestari | Rp20.808.653.784,20 |
Dari tabel itu terlihat, PT Station Energi Indonesia berada di posisi kelima jika hanya dilihat dari harga terkoreksi.
Namun empat peserta dengan harga lebih murah gugur karena alasan teknis dan administrasi.
Nilai HPS paket ini Rp22.450.000.000.
Ambang 80 persen HPS berada di angka Rp17.960.000.000.
Di sinilah tender ini menarik.
PT Merdeka Inti Persada menawar Rp17.568.554.029,80, atau sekitar 78,26 persen dari HPS. Dalam data, penawaran ini diberi catatan di bawah 80 persen nilai HPS.
PT Debitando Jaya menawar tepat Rp17.960.000.000,00, atau setara 80 persen HPS.
PT Somba Hasbo menawar Rp17.960.000.000,90, hanya sedikit di atas ambang 80 persen HPS.
PT Bumi Palapa Perkasa menawar Rp17.980.556.307,77, sekitar 80,09 persen HPS.
Pola ini patut dicermati. Beberapa penawaran berada sangat dekat dengan garis 80 persen HPS.
Tidak otomatis bermasalah. Tetapi dalam tender konstruksi, harga rendah ekstrem atau mendekati ambang batas selalu perlu diuji kewajaran teknisnya.
Apakah harga masih sanggup menjamin kualitas? Apakah volume pekerjaan aman? Apakah tenaga, alat, material, dan metode pelaksanaan realistis?
Namun di tender ini, sebagian penawar murah gugur bukan semata karena harga, melainkan karena dokumen teknis dan administrasi.
Beberapa peserta gugur karena persoalan Ahli K3 Konstruksi dan data pengalaman di SIMPAN.
Ciptatama Bangun Nusantara gugur karena pengalaman Ahli K3 Konstruksi selama 3 tahun berdasarkan pencarian nomor registrasi pengalaman yang disampaikan tidak ada di SIMPAN.
PT Sembilan Bintang Bestari gugur karena tidak menyampaikan nomor registrasi pengalaman di SIMPAN dalam daftar personel manajerial untuk Manajer Pelaksanaan, Manajer Teknik, dan Ahli K3 Konstruksi.
PT Bumi Palapa Perkasa juga terganjal Ahli K3 Konstruksi atas nama Riza Lesmana. Dalam daftar personel manajerial, pengalaman yang ditawarkan disebut 0 tahun, dan nomor registrasi pengalaman di SIMPAN tidak ada. Padahal dokumen pemilihan mensyaratkan pengalaman 3 tahun.
PT Debitando Jaya juga tersandung pengalaman Ahli K3 Konstruksi atas nama Ir. Houdman Halomoan, M.Sc. Pengalaman yang disampaikan selama 3 tahun dinilai memiliki 1 pengalaman yang bukan pekerjaan konstruksi, melainkan pekerjaan konsultansi, yaitu Pengawasan Pembangunan Jalan dan Saluran Pengaman Sejajar BKT Segmen Marunda Rorotan. Akibatnya, pengalaman dinilai kurang 1 tahun dari yang disyaratkan.
Selain K3, ada alasan lain yang membuat peserta gugur.
PT Merdeka Inti Persada gugur karena berdasarkan daftar peralatan utama yang disampaikan, peserta tidak menawarkan peralatan jenis Bar Bender sebanyak 3 unit sesuai yang disyaratkan dalam dokumen pemilihan.
PT Debitando Jaya gugur karena kapasitas mesin peralatan sesuai yang disyaratkan dalam dokumen pemilihan tidak disampaikan dalam daftar peralatan utama dan surat perjanjian sewa peralatan untuk alat jenis Excavator sebanyak 3 unit.
PT Somba Hasbo gugur karena peserta melakukan KSO, tetapi dalam jaminan penawaran nama peserta tidak ditulis sesuai atas nama KSO.
Alasan-alasan ini menunjukkan tender tidak hanya bergantung pada angka penawaran.
Alat, dokumen sewa, kapasitas mesin, pengalaman personel, dan format jaminan penawaran bisa menjadi penentu nasib perusahaan.
Tender ini mensyaratkan peserta memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan untuk menjalankan kegiatan usaha.
Jenis izin yang disyaratkan meliputi NIB, Sertifikat Standar sesuai dokumen pemilihan, dan SBU sesuai dokumen pemilihan.
Peserta juga harus mempunyai status valid keterangan wajib pajak berdasarkan hasil Konfirmasi Status Wajib Pajak.
Secara hukum, peserta harus mempunyai kapasitas untuk mengikatkan diri pada kontrak, dibuktikan dengan akta pendirian perusahaan dan/atau perubahannya, surat kuasa apabila dikuasakan, bukti bahwa penerima kuasa merupakan pegawai tetap apabila dikuasakan, serta kartu tanda penduduk.
Peserta wajib menyetujui Pernyataan Pakta Integritas dan Surat Pernyataan Peserta.
Jika peserta melakukan konsorsium, kerja sama operasi, kemitraan, atau bentuk kerja sama lain, peserta harus memiliki perjanjian kerja sama.
KSO dapat dilakukan dengan ketentuan antara usaha non kecil dengan non kecil, non kecil dengan kecil, non kecil dengan koperasi, kecil dengan kecil, kecil dengan koperasi, dan/atau koperasi dengan koperasi.
Leadfirm kerja sama operasi harus memiliki kualifikasi setingkat atau lebih tinggi dari badan usaha anggota kerja sama operasi.
Jumlah anggota KSO dibatasi. Untuk pekerjaan tidak kompleks, paling banyak 3 perusahaan. Untuk pekerjaan kompleks, paling banyak 5 perusahaan.
Untuk SBU, pekerjaan kualifikasi kecil mensyaratkan paling banyak 1 SBU. Pekerjaan kualifikasi menengah atau besar mensyaratkan paling banyak 2 SBU.
Dalam hal mensyaratkan lebih dari satu SBU, untuk pekerjaan kualifikasi usaha menengah, pengalaman yang dapat dihitung sebagai KD adalah pengalaman yang sesuai dengan salah satu subbidang klasifikasi SBU yang disyaratkan.
Untuk kualifikasi usaha besar, pengalaman yang dapat dihitung sebagai KD adalah pengalaman yang sesuai dengan salah satu lingkup.
Secara teknis, peserta harus memiliki pengalaman paling kurang pekerjaan konstruksi dalam kurun waktu 4 tahun terakhir, baik di lingkungan pemerintah, swasta, maupun pengalaman subkontrak.
Peserta juga harus memperhitungkan Sisa Kemampuan Paket atau SKP.
Untuk kualifikasi usaha menengah atau besar, peserta harus memiliki Kemampuan Dasar atau KD dengan nilai KD sama dengan 3 x NPt, yaitu nilai pengalaman tertinggi dalam 15 tahun terakhir.
Sejumlah warga Bungo berharap proyek penataan kawasan perkotaan ini benar-benar berdampak pada wajah Kota Muara Bungo.
Salah seorang warga, Elasi, mengatakan proyek senilai Rp22 miliar lebih harus memberi manfaat langsung kepada masyarakat.
“Kalau kawasan kota ditata, tentu bagus. Tapi jangan hanya indah di titik tertentu. Harus jelas manfaatnya untuk warga, pejalan kaki, pedagang, lalu lintas, drainase, dan ruang publik,” ujarnya.
Warga lainnya, Raihan, menyoroti banyaknya penawar murah yang gugur.
“Kalau ada yang lebih murah sampai selisih miliaran, lalu gugur semua karena dokumen, masyarakat wajar bertanya. Bukan berarti pemenangnya salah. Tapi Pokja harus transparan menjelaskan,” katanya.
Sementara itu, warga lain meminta pekerjaan ini diawasi ketat setelah kontrak berjalan.
“Yang penting jangan hanya menang tender. Kualitas harus bagus. Ini APBN. Kalau kota ditata, hasilnya harus tahan lama, bukan sekadar proyek selesai lalu rusak,” ujarnya.(*)