Dampak Kerusuhan Demo Jambi: Pos Polisi dan Mobil di Halaman Kejati Dibakar, Rumah Dinas Wagub Jambi Dilempari Batu dan Molotov

WIB
IST

Aksi di DPRD Jambi berlangsung liar dan tak terkendali. Demo berlangsung dari Jumat siang hingga Sabtu dini hari. Ricuh. Kaca pecah, gas air mata, pos lantas Simpang BI dibakar. Massa kembali malam hari, mobil di Kejati ikut dibakar. Polisi siaga I.

***

Aksi unjuk rasa di Kota Jambi yang awalnya berlangsung damai seketika berubah menjadi kerusuhan anarkis sejak Jumat siang 29 Agustus 2025. Demonstrasi dimulai sekitar pukul 13.00 WIB di depan Gedung DPRD Provinsi Jambi, Telanaipura.

Baru beberapa menit setelah dimulai, situasi memanas ketika massa memaksa masuk ke halaman DPRD dan bentrok dengan aparat di gerbang. Massa melempari gedung dewan dengan batu dan kayu, memecahkan kaca jendela dan merusak pintu gerbang. Polisi pun menyemprotkan air, membuat massa berlarian menjauh hingga ke Lapangan Kantor Gubernur Jambi sekitar pukul 15.00 WIB.

Meskipun sempat bubar pada sore hari, massa kembali berkumpul menjelang malam. Sekitar pukul 19.30 WIB, ratusan orang mendatangi lagi kantor DPRD Jambi dan sempat berorasi singkat. Massa kemudian bergerak ke Simpang empat Bank Indonesia (BI) Telanaipura dan memblokade jalan dengan membakar kayu serta melempari petugas.

Bentrokan dengan aparat terus berlangsung hingga situasi semakin chaos. Sekira pukul 22.00 WIB Jumat malam, massa membakar pos polisi lalu lintas di Simpang BI Jambi. Pos lantas tersebut hangus dilalap api dan baru padam setelah beberapa mobil pemadam dikerahkan ke lokasi. Suasana Kota Jambi pada Jumat malam itu mencekam. Aparat berkejar-kejaran menghalau ratusan massa yang masih bertahan.

Pembakaran pos polisi tersebut menjadi puncak kerusuhan yang terjadi sepanjang malam. Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H Siregar membenarkan insiden itu dan menyatakan api berhasil dipadamkan petugas pemadam. Meski demikian, situasi di lapangan masih tegang sehingga Polda Jambi melakukan apel siaga I dan menambah personel untuk mengendalikan keadaan. Aparat keamanan disiagakan di titik-titik strategis guna mencegah kerusuhan meluas dan menjaga keamanan warga sekitar.

Kerusuhan ternyata belum berakhir hingga lewat tengah malam. Sekitar pukul 02.00 WIB dini hari Sabtu, 30 Agustus 2025, sekelompok massa bermotor melakukan aksi lanjutan yang semakin nekat. Sejumlah saksi mata menyebut kelompok ini berbeda dari mahasiswa yang berdemo.

Mereka menyerbu Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi yang terletak tak jauh dari simpang BI. Beberapa jurnalis yang sedang meliput bahkan terpaksa berlindung di balik pagar kantor Kejati saat massa datang menyerang.

Massa yang tak terkendali lalu merusak fasilitas di halaman Kejati dan membakar setidaknya tiga unit mobil yang terparkir. Salah satunya mobil milik wartawan. Di saat hampir bersamaan, rumah dinas Wakil Gubernur Jambi H. Abdullah Sani yang berlokasi di Jalan Letjen Suprapto, Telanaipura, juga menjadi sasaran amuk massa.

Pos penjagaan rumah dinas itu dilempari batu dan bom molotov oleh puluhan orang tak dikenal sekitar pukul 02.00 WIB. Insiden itu membuat kaca pos jaga pecah dan pos tersebut porak-poranda. Petugas Satpol PP yang berjaga terpaksa menyelamatkan diri ketika serangan terjadi. Beruntung api dari molotov berhasil segera dipadamkan sebelum membakar bangunan lebih luas.

Hingga Sabtu dini hari menjelang subuh, situasi di kawasan pusat pemerintahan Provinsi Jambi itu belum sepenuhnya kondusif. Massa masih terlihat bergerombol dan beberapa di antaranya berkonvoi ugal-ugalan di jalanan komplek perkantoran Telanaipura.

Aparat gabungan Brimob Polda, Polresta Jambi, dan TNI terus berjaga untuk membubarkan kerumunan. Aksi unjuk rasa baru benar-benar bisa diredam menjelang pagi setelah petugas keamanan mengambil langkah tegas tambahan, memastikan tidak ada lagi massa yang tersisa di titik-titik kerusuhan.

Penyebab Demo

Aksi demonstrasi yang berujung ricuh di Jambi ini digerakkan oleh gabungan elemen mahasiswa dan masyarakat sipil yang menamakan diri Aliansi Jambi Melawan. Massa pengunjuk rasa terdiri dari berbagai kalangan, termasuk mahasiswa lintas kampus, aktivis lingkungan, hingga sejumlah pengemudi ojek online (ojol). Demonstrasi di Jambi ini tidak berdiri sendiri, melainkan terkait dengan gelombang protes nasional pada akhir Agustus 2025.

Mereka terinspirasi oleh aksi demonstrasi serupa di Jakarta sehari sebelumnya yang berujung tragedi tewasnya seorang driver ojol bernama Affan Kurniawan akibat terlindas kendaraan taktis Brimob. Tragedi tersebut memicu kemarahan luas terhadap aparat, sehingga massa di Jambi turun ke jalan sebagai bentuk solidaritas dan protes atas kejadian di Jakarta.

Di samping itu, isu pemicu utama aksi adalah kekecewaan masyarakat terhadap kinerja dan kebijakan para wakil rakyat. Demonstran membawa tema “Melawan” dan meneriakkan tuntutan keras agar Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dibubarkan.

Sorak teriakan “Bubarkan DPR!” bersahut-sahutan di tengah aksi sebagai ekspresi frustrasi terhadap lembaga legislatif yang dianggap gagal menjalankan amanat rakyat. Para demonstran menyoroti sejumlah kebijakan pemerintah yang dirasa tidak pro-rakyat, termasuk isu pajak dan berbagai rancangan undang-undang kontroversial di tingkat pusat.

Aliansi Jambi Melawan secara spesifik menolak pasal-pasal bermasalah dalam revisi UU TNI serta menentang pengesahan RUU Polri, RUU KUHAP, RUU ASN, hingga RUU Perampasan Aset. Mereka menilai rancangan regulasi tersebut berpotensi mengancam kebebasan sipil, ketidakadilan hukum, dan merugikan masyarakat.

Isu lain yang tak kalah menyulut emosi massa adalah kabar kenaikan tunjangan bagi anggota DPR RI sebesar Rp50 juta per bulan. Rencana kenaikan tunjangan fantastis ini dianggap sangat tidak peka di tengah kondisi ekonomi rakyat yang sulit. Demonstran menuntut pembatalan kebijakan tersebut dan meminta para wakil rakyat lebih peduli pada kesejahteraan publik alih-alih mengurus kepentingan pribadi.

Aksi di Jambi pada 29 Agustus itu merupakan bagian dari protes serentak di berbagai daerah yang dipicu kombinasi isu nasional dan lokal.

Kekecewaan memuncak karena tidak satu pun perwakilan DPRD Provinsi Jambi yang muncul menemui demonstran saat aksi berlangsung. Gedung DPRD diketahui kosong dari kehadiran anggota dewan ketika massa berdemo, yang semakin menyulut amarah dan perasaan diabaikan. Situasi inilah yang kemudian berkontribusi pada meledaknya kericuhan, ditambah lagi adanya dugaan provokator non-mahasiswa yang menyusup memancing bentrokan.

Korban dan Kerugian

Kerusuhan dalam demo anarkis di Jambi ini mengakibatkan sejumlah korban luka, meskipun tidak ada laporan korban jiwa hingga saat ini. Dari pihak keamanan, lima anggota kepolisian dilaporkan terluka akibat terkena lemparan batu dan pukulan benda tumpul dari massa.

Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H Siregar mengonfirmasi bahwa lima personel polisi harus dilarikan ke RS Bhayangkara Polda Jambi untuk mendapatkan perawatan intensif akibat luka di bagian kepala dan tubuh.

Sebagian polisi terluka itu berasal dari satuan Sabhara, Brimob, hingga petugas Babinkamtibmas yang berjaga di lapangan. Selain aparat, terdapat pula beberapa demonstran yang mengalami luka-luka dalam bentrokan tersebut, meski jumlah pastinya belum dipublikasikan. Petugas medis disiagakan di sekitar lokasi aksi untuk memberikan pertolongan pertama, sementara korban luka serius dievakuasi ke rumah sakit terdekat.

Dari sisi kerugian materiil, dampak aksi anarkis ini terbilang signifikan terhadap fasilitas umum dan aset pemerintah daerah. Di kompleks Gedung DPRD Provinsi Jambi, kerusakan terlihat jelas, kaca-kaca jendela pecah berserakan akibat lemparan batu, kursi dan meja di lobi gedung hancur dirusak massa, dan pintu-pintu mengalami kerusakan.

Pagar gerbang utama DPRD roboh setelah didobrak paksa oleh kerumunan pengunjuk rasa. Sejumlah properti kantor lainnya juga ikut dirusak. Kasubag Humas DPRD Jambi, Madi, menyebut bahwa fasilitas negara di gedung dewan banyak yang hancur dan masih didata pasca kejadian.

Kerugian semakin bertambah ketika massa membakar berbagai objek. Satu unit mobil operasional berpelat merah milik Sekretariat DPRD Jambi dibakar hingga hangus di area parkir gedung dewan pada Jumat sore.

Selanjutnya, pada malam harinya, massa juga menyalakan api di jalan dan membakar sebuah pos polisi lalu lintas di Simpang BI, menyebabkan fasilitas kepolisian tersebut musnah dilalap ap. Di lingkungan Kantor Kejati Jambi, setidaknya tiga mobil dilaporkan ludes terbakar — termasuk di antaranya mobil milik wartawan yang saat itu terparkir untuk meliput.

Kendaraan lain yang berada di sekitar lokasi berhasil diselamatkan petugas sebelum sempat dirusak lebih lanjut.

Selain kendaraan dan bangunan, massa juga merusak sarana pendukung lain. Papan iklan digital (videotron) milik Sekretariat DPRD di halaman kantor gubernur dirusak oknum demonstran hingga padam layarnya. Bahkan sebuah panggung reklame yang berada di pelataran Kantor Gubernur Jambi turut dibakar massa pada Jumat siang saat kericuhan mulai terjadi.

Akibat rangkaian aksi anarkis ini, diperkirakan kerugian materi mencapai jumlah yang tidak sedikit, mencakup kerusakan gedung, infrastruktur publik, dan aset kendaraan dinas. Pihak kepolisian bersama pemerintah daerah masih melakukan pendataan untuk menghitung total kerugian yang ditimbulkan kerusuhan ini.

Gubernur Jambi Al Haris turut angkat bicara menyikapi kejadian ini. Gubernur yang sedang berada di tempat terpisah menyampaikan imbauan melalui pesan singkat kepada para mahasiswa dan aparat. Ia meminta semua pihak menahan diri dan tidak terpancing melakukan kekerasan lebih lanjut.

"Sampaikan aspirasi secara damai, aparat juga saya minta bertindak proporsional," ujar Al Haris melalui pesan WhatsApp pada Jumat petang.

Pemerintah Provinsi Jambi menyampaikan keprihatinan mendalam atas jatuhnya korban dalam aksi unjuk rasa di Jakarta maupun kerusuhan di daerah lainnya, dan berjanji menyalurkan aspirasi warga Jambi kepada pemerintah pusat. Sebagai tindak lanjut, Polda Jambi bersama Pemprov juga menggelar shalat gaib pada Sabtu pagi untuk mendoakan korban meninggal dalam rangkaian aksi demonstrasi nasional tersebut.(*)

Add new comment

Restricted HTML

  • Allowed HTML tags: <a href hreflang> <em> <strong> <cite> <blockquote cite> <code> <ul type> <ol start type> <li> <dl> <dt> <dd> <h2 id> <h3 id> <h4 id> <h5 id> <h6 id>
  • Lines and paragraphs break automatically.
  • Web page addresses and email addresses turn into links automatically.