Jambi - Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) I baru saja selesai. Namun mesin Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (ISMI) Provinsi Jambi tampaknya tak ikut berhenti.
Ketua ISMI Provinsi Jambi Hj Ernawati, S.Ag., M.Pd. mulai bergerak.
Bukan langsung bicara program besar. Bukan pula sibuk menggelar seremoni.
Ernawati justru memilih mendatangi para tokoh.
Setelah menyambangi mantan Gubernur Jambi Hasan Basri Agus (HBA), giliran tokoh agama yang ditemuinya. Kamis malam (20/8/2026), menjelang Jumat 21 Agustus 2026, Ernawati menyambangi Pondok Pesantren Darul Arifin di kawasan Ness, Jambi.
Ia datang untuk bersilaturahmi sekaligus meminta nasihat.
Di pesantren tersebut, Ernawati disambut langsung pimpinan Ponpes Darul Arifin KH Zainul Arifin.
Pertemuan berlangsung dalam suasana santai dan kekeluargaan. Tak ada pembicaraan yang dibuat kaku.
Obrolan justru banyak berkutat mengenai agama, kehidupan, tanggung jawab sosial hingga bagaimana sebuah organisasi seharusnya dijalankan.
Ernawati juga secara khusus meminta saran dan masukan kepada KH Zainul Arifin untuk perjalanan ISMI Jambi ke depan.
Bagi Ernawati, Rakerwil bukan garis akhir. Rakerwil justru menjadi pintu masuk untuk mulai menerjemahkan program organisasi menjadi kerja nyata.
Menurut Ernawati, setelah menyusun agenda organisasi, pengurus ISMI Jambi perlu banyak mendengar pandangan para senior, ulama, akademisi dan tokoh masyarakat.
Ia menilai organisasi tidak cukup hanya memiliki struktur dan program. ISMI juga membutuhkan arah, nilai serta nasihat dari orang-orang yang memiliki pengalaman panjang di tengah masyarakat.
"Silaturahmi dengan para tokoh sengaja kami lakukan untuk membuka ruang komunikasi sekaligus mendapatkan masukan bagi ISMI Jambi," ujar Hj Ernawati.
Menurut dia, banyak hal yang masih perlu dipelajari agar organisasi itu tidak hanya besar secara nama, tetapi juga benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.
Karena itu, setelah menemui HBA, Ernawati memilih datang langsung ke Ponpes Darul Arifin.
Dari mantan gubernur, ia mencari pengalaman.
Dari ulama, ia meminta nasihat.

KH Zainul Ingatkan Istiqomah
Pertemuan dengan KH Zainul Arifin rupanya meninggalkan banyak pesan.
Pimpinan Ponpes Darul Arifin itu memberikan sejumlah petuah kepada Ernawati terkait tanggung jawab memimpin organisasi.
Salah satu pesan yang paling ditekankan adalah istiqomah.
KH Zainul mengingatkan bahwa mengurus organisasi tidak selalu berjalan mulus. Akan ada dinamika, perbedaan pandangan hingga berbagai tantangan di tengah perjalanan.
Karena itu, menurut KH Zainul, pengurus harus menjaga niat dan konsistensi. Organisasi akan memiliki arti jika orang-orang di dalamnya tetap istiqomah bekerja dan tujuan utamanya diarahkan kepada kemaslahatan.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kebersamaan, memperkuat silaturahmi dan tidak menjadikan organisasi sekadar tempat mencari posisi.
Petuah itu didengarkan serius oleh Ernawati.

Bagi Ernawati, pesan istiqomah menjadi penting karena tantangan sebenarnya baru dimulai setelah Rakerwil selesai.
Program sudah disusun.
Pengurus sudah memiliki arah kerja.
Kini tinggal bagaimana seluruh rencana itu dijalankan.
Ernawati menegaskan dirinya ingin ISMI Jambi bergerak dengan semangat kebersamaan. Karena itulah masukan dari ulama dan para tokoh menjadi salah satu bekal penting sebelum berbagai program mulai dijalankan.
Ia juga berharap komunikasi dengan ulama, tokoh masyarakat, akademisi, pemerintah hingga berbagai elemen lainnya tidak berhenti hanya pada kunjungan seremonial.
ISMI, kata Ernawati, harus membuka diri terhadap kritik dan saran.
Sebab, menurutnya, semakin banyak pandangan yang didengar, semakin banyak pula bahan untuk memperbaiki organisasi.

Dari Rakerwil Turun Menjemput Nasihat
Gerakan Ernawati seusai Rakerwil I ini menarik.
Ia tidak memilih berdiam setelah forum kerja selesai.
Agenda silaturahmi langsung dimulai.
HBA menjadi salah satu tokoh yang disambangi. Setelah itu, langkah berlanjut ke kediaman para ulama dan lingkungan pesantren.
Kunjungan ke KH Zainul Arifin pun memberi warna tersendiri.
Sebab yang dibicarakan bukan semata-mata soal organisasi.
Ada agama.
Ada tanggung jawab.
Ada soal niat.
Dan yang paling kuat, istiqomah.
Pesan sederhana, tetapi tidak ringan.
Bagi Ernawati dan jajaran ISMI Jambi, Rakerwil boleh saja selesai dalam satu hari.
Namun pekerjaan organisasi justru baru dimulai.
Dan Kamis malam itu, Ernawati memilih memulainya dengan mengetuk pintu pesantren serta meminta petuah dari seorang kiai. Pagi ini, rencananya Hj Ernawati akan memboyong pengurus ISMI untuk berdiskusi sambil sarapan bareng Gubernur Jambi.(*)