Kerinci - Pelantikan pengurus Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (ISMI) Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh tak sekadar menjadi agenda organisasi. Di sela acara itu, sejumlah gagasan besar untuk membuka akses ekonomi dan memperluas promosi produk unggulan Kerinci ikut dibahas.
Bupati Kerinci Monadi turut menghadiri pelantikan Prof Dr Jafar Ahmad sebagai Ketua ISMI Kabupaten Kerinci dan H Hartono sebagai Ketua ISMI Kota Sungai Penuh di Aula IAIN Kerinci, Ahad (23/8/2026) pagi.
Ketua ISMI Provinsi Jambi Hj Ernawati hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Seusai pelantikan, suasana berubah lebih santai. Ernawati, Monadi, anggota DPRD Kabupaten Kerinci Edwar, serta sejumlah pengurus ISMI duduk bersama dalam suasana ramah tamah.
Namun pembicaraan mereka bukan sekadar basa-basi.
Sejumlah agenda strategis Kerinci justru mengemuka. Mulai dari upaya membantu promosi penerbangan dari Kerinci menuju Jambi dan Batam, menghidupkan kembali akses melalui Bandara Depati Parbo, hingga membawa komoditas unggulan Kerinci menembus pasar yang lebih luas.
Kopi, teh dan kayu manis menjadi bagian penting yang dibicarakan.
Ketua ISMI Provinsi Jambi Hj Ernawati mengatakan Kerinci memiliki kekuatan sumber daya alam yang sangat besar. Menurutnya, kekayaan tersebut perlu didorong dengan promosi yang lebih agresif sekaligus membuka jejaring pasar di luar daerah bahkan luar negeri.
“Kerinci memiliki sumber daya alam yang luar biasa. Kopinya punya nama, tehnya juga sangat potensial, begitu juga kayu manis. Ini kekuatan yang harus terus kita promosikan. Kerinci ini kampung yang elok dan indah, tinggal bagaimana potensi itu semakin kita buka aksesnya,” kata Ernawati.
Dorong Penerbangan Kerinci-Jambi-Batam
Salah satu pembahasan yang mengemuka adalah konektivitas udara.
Ernawati menyatakan siap membantu mempromosikan akses penerbangan melalui Bandara Depati Parbo Kerinci, termasuk mendorong konektivitas Kerinci-Jambi-Batam.
Menurutnya, akses transportasi merupakan salah satu kunci untuk menggerakkan ekonomi dan pariwisata Kerinci.
Semakin mudah Kerinci dijangkau, semakin besar pula peluang wisatawan, pengusaha hingga investor masuk ke daerah tersebut.
“Kita harus bersama-sama membantu promosi penerbangan dan membuka akses Kerinci. Bandara Depati Parbo ini aset penting. Kalau konektivitasnya semakin baik, Kerinci akan semakin terbuka. Wisata bergerak, UMKM bergerak dan produk masyarakat juga lebih mudah keluar,” ujar Ernawati.
Ia menilai konektivitas Kerinci dengan Jambi dan Batam memiliki posisi strategis. Batam merupakan salah satu pintu perdagangan dan mobilitas internasional sehingga dapat menjadi jalur promosi yang potensial bagi produk-produk Kerinci.
Monadi Ingin Produk Kerinci Tembus Arab
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Kerinci Monadi juga menyampaikan keinginannya agar produk unggulan masyarakat Kerinci tidak hanya beredar di pasar lokal dan nasional.
Monadi berharap jejaring ISMI, termasuk jaringan yang dimiliki Ernawati, dapat membantu memperkenalkan produk Kerinci hingga ke luar negeri, termasuk Arab Saudi.
Menurut Monadi, Kerinci memiliki banyak produk yang layak diperkenalkan lebih luas. Namun produksi yang berkualitas perlu dibarengi pembukaan jaringan pemasaran dan promosi yang kuat.
“Kerinci punya banyak produk unggulan. Harapan kami tentu produk-produk dari Kerinci ini bisa semakin luas dipromosikan, bahkan kalau memungkinkan sampai ke Arab. Kita ingin hasil masyarakat Kerinci mempunyai pasar yang lebih besar dan nilai tambahnya juga kembali kepada masyarakat,” kata Monadi.
Monadi menilai kolaborasi pemerintah daerah dengan berbagai organisasi dan jejaring pengusaha menjadi penting untuk memperluas pasar.
Karena itu, ia menyambut positif komunikasi yang terbangun bersama ISMI Provinsi Jambi.
“Kita terbuka untuk berkolaborasi. Potensi Kerinci sangat besar. Yang diperlukan adalah bagaimana potensi itu dikembangkan, dipromosikan dan dipertemukan dengan pasar yang tepat,” ujarnya.
Ernawati Siap Bawa Sampel Kopi ke Arab
Gayung bersambut.
Menanggapi harapan Monadi, Ernawati menyatakan siap membantu membuka jaringan promosi. Salah satu langkah awal yang dibicarakan adalah membawa sampel kopi Kerinci untuk diperkenalkan melalui jaringan yang dimilikinya di Arab.
Menurut Ernawati, promosi produk tak cukup hanya dilakukan melalui cerita. Produk tersebut harus diperlihatkan, dicicipi dan diperkenalkan langsung kepada calon pasar.
“Nanti kita coba bawa sampel kopi Kerinci untuk kita kembangkan promosinya di Arab. Kita perkenalkan produknya, kita buka komunikasi dan kita lihat peluang pasarnya. Kalau ada peluang yang bisa dibuka, tentu kita dorong bersama-sama,” kata Ernawati.
Ia melihat kopi Kerinci memiliki modal kuat dari sisi nama daerah, bentang alam hingga karakter produknya.
Karena itu, lanjut Ernawati, promosi kopi dapat berjalan beriringan dengan promosi pariwisata.
“Kalau kita bicara kopi Kerinci, sebenarnya kita sekaligus sedang bicara tentang Kerinci. Ada perkebunan, pegunungan, udara yang sejuk dan pemandangan yang indah. Produknya bisa menjadi pintu untuk memperkenalkan daerahnya,” ujarnya.
Festival Kopi, Teh dan Kayu Manis
Selain perluasan pasar, pertemuan itu juga membahas promosi komoditas melalui kegiatan festival.
Kerinci selama ini dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kopi, teh dan kayu manis. Tiga komoditas tersebut dinilai memiliki daya jual kuat bila dikemas dalam promosi yang terpadu.
Gagasan festival kopi, festival teh hingga promosi kayu manis Kerinci ikut menjadi bagian pembicaraan.
Festival dinilai bukan hanya menjadi panggung bagi produk lokal, tetapi juga dapat menjadi magnet pariwisata.
Wisatawan yang datang tidak sekadar menikmati panorama alam Kerinci, tetapi juga bisa mengenal produk perkebunan, kuliner dan budaya masyarakat setempat.
Ernawati mengatakan ISMI dapat mengambil posisi sebagai penghubung antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi dan jaringan pasar.
“ISMI jangan berhenti pada kegiatan organisasi. Kita harus hadir membawa manfaat. Kalau ada festival kopi, teh, kayu manis dan produk unggulan lainnya, kita bantu promosikan. Kita buka jejaring seluas-luasnya,” tutur Ernawati.
Kerinci Punya Modal Besar
Bagi Ernawati, Kerinci mempunyai modal yang jarang dimiliki daerah lain.
Selain sumber daya alam, Kerinci memiliki bentang alam dan potensi wisata yang sangat kuat. Karena itu promosi ekonomi, pertanian dan pariwisata tidak bisa berjalan sendiri-sendiri.
Semuanya harus dirangkai menjadi satu narasi besar.
“Kerinci ini kampung yang elok dan indah. Sumber daya alamnya luas dan sangat potensial. Tinggal sekarang bagaimana kita bersama-sama menghubungkan potensi itu dengan pasar, transportasi dan promosi,” katanya.
Ia berharap pelantikan ISMI Kerinci dan Sungai Penuh menjadi awal bergeraknya organisasi tersebut dalam mendukung pembangunan daerah.
Terlebih, Ketua ISMI Kerinci Prof Dr Jafar Ahmad dan Ketua ISMI Sungai Penuh H Hartono dinilai memiliki posisi strategis untuk membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha dan masyarakat.
Sementara itu, Bupati Kerinci Monadi berharap komunikasi yang mulai terbangun bersama ISMI Provinsi Jambi dapat diterjemahkan menjadi langkah konkret.
Ia ingin produk petani dan pelaku usaha lokal Kerinci mendapatkan ruang promosi yang semakin luas.
“Kita tentu berharap ini tidak berhenti pada diskusi. Kalau jaringan bisa dibuka, produk Kerinci bisa dipromosikan dan ada pasar baru yang bisa dimasuki, tentu pemerintah daerah sangat mendukung. Tujuan akhirnya adalah bagaimana ekonomi masyarakat Kerinci semakin berkembang,” kata Monadi.
Pertemuan pagi itu akhirnya menjadi lebih dari sekadar ramah tamah seusai pelantikan.
Dari Aula IAIN Kerinci, pembicaraan bergerak dari Bandara Depati Parbo hingga Batam. Dari kebun kopi, teh dan kayu manis hingga peluang pasar Arab.
Kini tinggal satu pekerjaan berikutnya: membawa gagasan itu dari meja diskusi menuju pasar nyata.(*)