Jambi - Ketua Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (ISMI) Provinsi Jambi Hj Ernawati mengucapkan selamat atas terpilihnya kembali Ir H Syahrasaddin MSi sebagai Ketua Umum Ikatan Keluarga Bungo Jambi (IKBJ) periode 2026-2031.
Syahrasaddin kembali dipercaya memimpin organisasi masyarakat Bungo di Jambi melalui Musyawarah Anggota (Musra) VI IKBJ yang digelar di Hotel Luminor, Kota Jambi, Sabtu (22/8/2026).
Mantan Sekretaris Daerah Provinsi Jambi itu terpilih secara aklamasi. Perwakilan dari 17 kecamatan di Kabupaten Bungo yang hadir dalam Musra sepakat kembali memberikan kepercayaan kepada Syahrasaddin untuk menakhodai IKBJ lima tahun ke depan.
Bagi Ernawati, terpilihnya kembali Syahrasaddin bukan sekadar pergantian atau keberlanjutan kepengurusan sebuah organisasi kedaerahan. Kepercayaan yang diberikan untuk kali kedua itu menunjukkan kuatnya penerimaan terhadap kepemimpinan Syahrasaddin di internal IKBJ.
"Atas nama keluarga besar ISMI Provinsi Jambi, saya mengucapkan selamat kepada Bapak Ir H Syahrasaddin yang kembali dipercaya memimpin IKBJ. Dipilih secara aklamasi untuk kedua kalinya tentu bukan perkara sederhana. Itu menunjukkan bahwa ada kepercayaan, ada rekam jejak dan ada harapan besar dari keluarga Bungo yang dititipkan kepada beliau," kata Ernawati.
Menurut Ernawati, Syahrasaddin merupakan figur senior yang memiliki pengalaman panjang di pemerintahan maupun organisasi kemasyarakatan.
Pengalamannya sebagai mantan Sekda Provinsi Jambi, ditambah keterlibatannya dalam berbagai organisasi dan forum pembangunan daerah, dinilai menjadi modal penting untuk membawa IKBJ semakin kuat.
"Pak Syahrasaddin punya pengalaman birokrasi yang panjang, jaringan yang luas dan pemahaman yang sangat baik mengenai Jambi. Tetapi yang menurut saya lebih penting adalah bagaimana seluruh pengalaman itu sekarang dikonversikan menjadi kekuatan sosial. IKBJ jangan hanya besar karena jumlah anggotanya, tetapi harus besar karena kontribusinya," ujar Ernawati.
ISMI Siap Kolaborasi dengan IKBJ
Ernawati mengatakan ISMI Provinsi Jambi membuka ruang selebar-lebarnya untuk membangun kolaborasi dengan IKBJ.
Menurut dia, tantangan pembangunan Jambi saat ini terlalu besar apabila hanya dikerjakan pemerintah. Organisasi masyarakat, organisasi profesi, kelompok intelektual hingga paguyuban daerah harus mengambil bagian sesuai kapasitas masing-masing.
"ISMI siap berkolaborasi dengan IKBJ. Kita punya banyak ruang yang bisa dikerjakan bersama. Mulai dari pengembangan UMKM, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pendidikan, kewirausahaan, ekonomi kreatif sampai penguatan jaringan usaha masyarakat," katanya.
Ia menilai IKBJ memiliki modal sosial yang besar. Warga Bungo tersebar dalam berbagai profesi, mulai dari birokrat, akademisi, pengusaha, politisi, profesional hingga generasi muda.
Jika potensi tersebut dihimpun dan dikelola secara sistematis, kata Ernawati, IKBJ dapat menjadi salah satu kekuatan penting dalam pembangunan daerah.
"Organisasi seperti IKBJ memiliki sesuatu yang sangat mahal, yaitu social capital atau modal sosial. Ada hubungan kekeluargaan, rasa memiliki dan jaringan antaranggotanya. Kalau modal sosial ini dipertemukan dengan jaringan akademisi, pengusaha dan profesional yang dimiliki ISMI, saya kira akan lahir banyak program konkret," ujarnya.
Ernawati mencontohkan kolaborasi tersebut bisa diarahkan untuk membuka akses pasar bagi produk UMKM, memperkuat pelaku usaha muda, mengembangkan produk unggulan daerah hingga mempertemukan pengusaha Jambi dengan jaringan pasar di luar daerah bahkan luar negeri.
"Jangan sampai organisasi hanya bertemu ketika halal bihalal atau acara seremonial. Organisasi harus naik kelas menjadi tempat lahirnya gagasan, tempat bertemunya peluang dan tempat masyarakat memperoleh manfaat," kata Ernawati.
Dorong Produk Bungo Naik Kelas
Ernawati juga melihat Kabupaten Bungo memiliki potensi ekonomi yang besar.
Letaknya yang strategis di wilayah barat Provinsi Jambi membuat Bungo sejak lama menjadi salah satu simpul perdagangan dan jasa. Potensi perkebunan, pertanian, UMKM hingga sektor jasa dinilai masih bisa dikembangkan lebih jauh.
Karena itu, ia berharap IKBJ periode 2026-2031 ikut mengambil peran dalam membangun jejaring bagi produk dan pelaku usaha asal Bungo.
"IKBJ bisa menjadi jembatan. Banyak masyarakat kita punya produk bagus, tetapi terkadang persoalannya akses pasar, jaringan dan promosi. Di sinilah organisasi bisa hadir. ISMI juga memiliki jaringan yang bisa kita sinergikan," katanya.
Menurut Ernawati, model organisasi modern tidak cukup hanya mengandalkan struktur kepengurusan. Organisasi harus mampu memetakan potensi anggotanya.
Siapa pengusahanya, siapa akademisinya, siapa profesionalnya, siapa yang bergerak di sektor pertanian, teknologi, perdagangan maupun ekonomi kreatif harus terkoneksi satu sama lain.
"Bayangkan kalau data potensi anggota IKBJ dibuat dengan baik. Kita tahu siapa punya usaha apa, siapa membutuhkan akses permodalan, siapa membutuhkan pasar dan siapa yang punya jaringan. Kemudian kita hubungkan. Itu baru organisasi yang produktif," ujarnya.
Dua Kali Aklamasi
Syahrasaddin sebelumnya juga terpilih secara aklamasi dalam Musra V IKBJ pada 2021.
Saat itu ia dipercaya memimpin IKBJ periode 2021-2025.
Dalam periode pertamanya, sejumlah agenda organisasi mulai dijalankan. Di antaranya penguatan legalitas organisasi, sekretariat, kegiatan sosial kemasyarakatan hingga pembentukan koperasi.
Legalitas IKBJ tercatat di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jambi. Syahrasaddin tercatat sebagai ketua, Fauzan Majid sebagai sekretaris dan Dian Hariani H sebagai bendahara.
IKBJ juga terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan, termasuk membantu warga Bungo yang mengalami musibah serta membangun komunikasi dengan organisasi mahasiswa asal Bungo.
Ernawati menilai periode kedua harus menjadi momentum bagi IKBJ untuk melakukan lompatan.
"Periode pertama mungkin fase konsolidasi. Periode kedua harus menjadi fase akselerasi. Saya berharap Pak Syahrasaddin membawa IKBJ lebih jauh lagi, bukan hanya menguatkan internal, tetapi memperbesar dampaknya bagi masyarakat," katanya.
Organisasi Harus Jadi Kekuatan Pembangunan
Ernawati menegaskan organisasi masyarakat memiliki posisi strategis dalam pembangunan.
Pemerintah, menurut dia, tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan keterlibatan masyarakat sipil, akademisi dan dunia usaha.
ISMI sendiri, kata Ernawati, tengah mendorong organisasi agar lebih aktif membangun kolaborasi lintas sektor.
"Era sekarang adalah era kolaborasi. Tidak ada satu organisasi yang bisa bekerja sendirian. ISMI punya sumber daya intelektual dan jaringan, IKBJ punya kekuatan komunitas dan jaringan masyarakat. Kalau ini disatukan, dampaknya bisa besar," ujarnya.
Ia berharap ke depan ISMI dan IKBJ dapat duduk bersama untuk menyusun agenda konkret.
Bukan hanya seminar atau diskusi, tetapi program yang dapat diukur manfaatnya bagi masyarakat.
"Kita bisa mulai dari hal yang sederhana tetapi nyata. Pendampingan UMKM, pelatihan generasi muda, membuka jaringan pemasaran, program pendidikan sampai kegiatan sosial. Setelah itu kita bangun program yang lebih besar," katanya.
Ernawati juga menilai sosok Syahrasaddin memiliki kapasitas untuk menjembatani berbagai kelompok tersebut.
"Beliau senior kita. Pengalamannya panjang dan jejaringnya kuat. Saya yakin di bawah kepemimpinan Pak Syahrasaddin, IKBJ dapat menjadi rumah besar keluarga Bungo sekaligus menjadi salah satu mitra strategis pembangunan Jambi," ujar Ernawati.
Ia pun menyampaikan pesan khusus kepada kepengurusan IKBJ periode 2026-2031.
"Selamat kepada Pak Syahrasaddin dan seluruh keluarga besar IKBJ. Mari kita sama-sama bekerja. ISMI tidak ingin berjalan sendiri, IKBJ juga tidak perlu berjalan sendiri. Kita satukan kekuatan untuk melahirkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Bungo, masyarakat Jambi dan daerah yang kita cintai ini," pungkasnya.(*)