PETI

Widodo Ditunjuk Jadi Kapolda Jambi, Kasus Karhutla, Seleksi Bintara Polri hingga Kematian Misterius Menanti

Jambi - Irjen Pol Widodo ditunjuk menjadi Kapolda Jambi menggantikan Irjen Pol Krisno Halomoan Siregar. Sejumlah perkara menanti kelanjutan penanganan, mulai dari penyidikan kebakaran di areal perusahaan, kematian Brigadir EWS, pengembangan jaringan sabu 58 kilogram, hingga kasus kematian lama yang belum terungkap dalam pembaruan terakhir kepolisian.

Widodo sebelumnya menjabat Kapolda Gorontalo. Sementara Krisno dimutasi menjadi Pati Bareskrim Polri. Penunjukan tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026.

Kronologi Insiden Alat Berat Bupati Sarolangun Dicegat Warga Muratara

Satu unit alat berat jenis ekskavator milik H Hurmin, Bupati Sarolangun, Provinsi Jambi, sempat dicegat dan ditahan sekelompok warga di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan. Insiden yang terjadi pekan ini berlangsung di tengah memuncaknya ketegangan akibat maraknya penambangan emas tanpa izin (PETI) di wilayah Muratara. Berikut kronologi lengkap yang disusun tim Jambi Link dari kejadian itu.

Polda Jambi Ungkap Jaringan Penyelundupan Emas Ilegal, Seorang Wanita Ditangkap dengan 2,5 Kg Emas Batangan

Tim Gabungan Subdit IV Tipidter Ditkreskrimsus Polda Jambi, bersama dengan Unit Tipidter Polres Sarolangun mengamankan seorang wanita yang diduga membawa emas ilegal hasil Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI).

Dirreskrimsus Polda Jambi, Kombes Pol Bambang Yugo mengatakan bahwa pengungkapan kasus ini dalam rangka mendukung Program Asta Cita Presiden RI khususnya bidang penyelundupan.

"Terutama yang berkaitan dengan kejahatan terhadap sumber daya alam," katanya pada Senin, 11 November 2024.

Warga Tiga Desa di Bungo Bakar Excavator dalam Aksi Solidaritas Menolak PETI di Sungai Batang Pelepat

Aksi solidaritas dari tiga desa di Kecamatan Pelepat, Kabupaten Bungo, baru-baru ini menarik perhatian publik. Warga dari Desa Rantau Keloyang, Desa Balai Jaya, dan Desa Rantel beramai-ramai menyisir aliran Sungai Batang Pelepat guna memastikan tidak ada lagi aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI), baik yang menggunakan mesin konvensional maupun alat berat.

Koordinasi aksi ini dipimpin oleh Subhan, dengan dukungan dari masyarakat yang mengerahkan tiga kendaraan Colt Diesel berpelat nomor BH 8063 KO, BH 8651 UU, dan BH 8405 UU milik Zainuri dan Ali.