Operasi 'Ya Rasulullah' Iran Sasar Industri AS-Israel, Jet F-16 dan Drone Rontok

WIB
ist

Ketegangan di Timur Tengah makin mendidih. Pasukan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) kembali melancarkan serangan balasan mematikan. Lewat operasi bersandi 'Ya Rasulullah', rudal dan drone Iran sukses membombardir pusat militer dan industri berat milik Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Operasi yang juga dikenal sebagai True Promise gelombang ke-85 ini diluncurkan sebagai respons balasan atas serangan brutal AS dan Zionis. Sebelumnya, Israel dilaporkan menghantam sejumlah fasilitas sipil di Iran, mulai dari permukiman warga, area industri, sekolah, hingga universitas.

"Jika ada yang menyerangmu, seranglah dia sebagaimana dia menyerangmu," demikian pesan tegas dari IRGC yang mendasari serangan balasan ekstensif tersebut.

Serangan ini tak hanya menargetkan pusat-pusat strategis Zionis di Haifa. Sistem pertahanan udara IRGC juga unjuk gigi saat armada udara musuh mencoba bermanuver menyerang platform peluncuran rudal Iran.

Hasilnya mematikan. Satu pesawat nirawak (drone) canggih jenis MQ-9 milik Amerika Serikat sukses ditembak jatuh di langit Shiraz.

Nasib serupa juga dialami oleh sebuah jet tempur F-16 musuh yang berhasil ditembak di wilayah selatan Provinsi Fars. Jet tempur tersebut dilaporkan hancur lebur sebelum sempat mendarat darurat di sebuah bandara di Arab Saudi. Pihak Komando Pusat AS pun telah mengakui kerusakan total pada armada tempurnya itu.

Di tengah gempuran udara dari agresor AS dan Zionis yang masih terus berlangsung, Presiden Iran Masoud Pezeshkian terpantau tetap turun ke lapangan.

Bersama Gubernur Teheran, Pezeshkian mengunjungi tokoh-tokoh masyarakat dan warga setempat. Langkah ini dilakukan guna memberikan rasa aman sekaligus memastikan seluruh kebutuhan pokok warga Teheran tetap terpenuhi di tengah situasi perang.

Sementara itu, dalam tayangan berita yang sama, Presiden RI Prabowo Subianto dilaporkan telah bertolak menuju Jepang pada Minggu siang.

Kunjungan kerja selama dua hari tersebut ditujukan untuk memperkuat hubungan bilateral dan meningkatkan kerja sama strategis antara Indonesia dan Jepang. Usai dari Negeri Sakura, rombongan Presiden Prabowo dijadwalkan langsung terbang ke Korea Selatan untuk melangsungkan pertemuan dengan Presiden Lee Jae-myung.(*)

BeritaSatu Network