Bungo - Geliat pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bungo untuk Tahun Anggaran 2026 mulai berjalan kencang. Terpantau, miliaran rupiah uang rakyat dari APBD telah digelontorkan ke ratusan paket pekerjaan, mulai dari pemeliharaan alat medis, tata letak kota, hingga pengadaan benih ikan.
Berdasarkan penelusuran data realisasi pengadaan Pemkab Bungo (per April 2026), total anggaran yang berputar menembus Rp 8.015.454.758 (Rp 8,01 Miliar). Dana fantastis ini disebar untuk mengeksekusi 279 paket proyek lintas instansi dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
Menariknya, Pemkab Bungo tampaknya mulai berbenah menuju digitalisasi dan transparansi pengadaan. Dari 279 paket tersebut, mayoritas atau sebanyak 232 paket dieksekusi melalui metode E-Purchasing. Sementara sisanya menggunakan metode Pengadaan Langsung (46 paket) dan Seleksi (1 paket).
Lalu, instansi mana yang paling banyak menyedot anggaran? Dan perusahaan mana yang panen cuan? Berikut adalah rincian fakta menariknya:
1. Belanja Alkes dan IPAL RSUD H. Hanafie Paling Jumbo
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H. Hanafie Muara Bungo menempati urutan pertama sebagai instansi dengan nilai belanja tunggal terbesar. RSUD ini mengucurkan dana nyaris Rp 1 Miliar, tepatnya Rp 990.750.000 untuk belanja Modal Peralatan dan Mesin (Pengadaan Mesin & IPAL) yang dimenangkan oleh vendor Hargo Pratama Indonesia melalui E-Purchasing.
Selain itu, RSUD Hanafie juga merogoh kocek Rp 532.245.000 untuk Pemeliharaan Alat Kedokteran yang diserahkan kepada Aneka Medika Indonesia, serta Rp 163 Juta untuk Peralatan Kesehatan kepada Endo Indonesia.
2. Kendaraan Roda Tiga DLH Sedot Ratusan Juta
Selain rumah sakit, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bungo juga mencatatkan belanja bernilai fantastis. DLH menggelontorkan Rp 618.545.014 untuk Belanja Modal Kendaraan Bermotor Beroda Tiga yang digarap oleh vendor otomotif Asean Motor International.
3. Ammar Abadi: 'Raja' Suplai Alat Kantor Pemkab
Jika dilihat dari frekuensi kemenangan tender, nama penyedia Ammar Abadi adalah bintang utamanya. Meski rata-rata bernilai kecil hingga menengah, vendor ini sukses memborong 68 paket pengadaan di berbagai instansi!
Mayoritas pesanannya adalah Bahan Komputer, Bahan Cetak, dan Alat Tulis Kantor, termasuk pesanan kakap bernilai Rp 454 Juta dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil). Jika ditotal, nilai kontrak yang dikantongi Ammar Abadi mencapai Rp 769.653.132.
Ada pula nama Alfian Chandra Yudha yang memenangkan 9 paket alat kantor dan logistik senilai total Rp 508.506.477, salah satunya untuk menyuplai Sekretariat Daerah Kab. Bungo.
4. Bersoleknya Kota Bungo di Tangan Satu Arsitek
Pembangunan tata kota Bungo rupanya tengah dikebut. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Bungo mempercayakan 5 proyek desain tata letak (DED / Detail Engineering Design) kepada satu konsultan, yakni PT. US&P Architects.
Total nilai proyek yang dikerjakan konsultan ini mencapai Rp 497.946.000. Proyek tersebut meliputi:
- DED Penataan Pedestrian dan Utilitas Jl. M. Saidi (Rp 99,7 Juta)
- DED Penataan Pedestrian Jl. Sri Soedewi (Rp 99,6 Juta)
- DED Pembangunan Taman M. Saidi (Rp 99,5 Juta)
- DED Taman Hijau (Rp 99,5 Juta)
- DED Tugu Bundaran Bambu Kuning (Rp 99,4 Juta)
5. Proyek Lain yang Mencuri Perhatian
Tak melulu soal infrastruktur gedung dan kertas kerja, APBD ini juga menyentuh level bawah. Dinas Peternakan dan Perikanan Bungo mengalokasikan Rp 25.000.000 untuk pengadaan Bibit Ikan Baung yang dikerjakan oleh Canang Jaya.
Ada pula proyek Pembangunan DEPO dekat Kantor Camat Pasar senilai Rp 399,7 Juta yang digarap oleh CV. Karya Pratama Kencana melalui skema Pengadaan Langsung, serta Pengadaan Material Agregat CTSB di Muara Bungo oleh Abdi Jaya Baru senilai Rp 252 Juta.
Banyaknya perputaran dana APBD ini tentu diharapkan dapat terserap maksimal guna meningkatkan pelayanan publik bagi warga Kabupaten Bungo tanpa adanya kebocoran. Transparansi melalui skema E-Purchasing yang dilakukan Pemkab diharapkan bukan sekadar formalitas, namun murni untuk mendapatkan barang dan jasa berkualitas terbaik.(*)