Hasil Jasa Nusantara, Gunung Sago Perkasa, dan Andina Menang Tender 3 Workshop Muaro Jambi, Penawar Termurah Tumbang

WIB
Ist

Muaro Jambi - Tiga proyek. Tiga pemenang. Dan tiga penawar termurah sama-sama gagal mencapai garis akhir.

Pola ini muncul dalam tender pembangunan tiga Gedung Workshop Berbakti di Kabupaten Muaro Jambi tahun anggaran 2026.

Nilai total pagunya mencapai Rp6 miliar.

Paket pertama adalah Pembangunan Gedung Workshop Kumpeh Ulu senilai Rp1,85 miliar.

Paket kedua, Pembangunan Gedung Workshop Berbakti Sungai Bahar dengan pagu Rp1,85 miliar.

Terakhir, Pembangunan Gedung Workshop Berbakti Sungai Gelam senilai Rp2,3 miliar.

Ketiganya sudah masuk masa sanggah.

Menariknya, perusahaan dengan harga paling murah pada masing-masing paket justru tidak menjadi pemenang.

Ada yang tidak hadir pembuktian.

Ada yang dokumen Rencana Keselamatan Konstruksi atau RKK-nya dinilai tidak sesuai.

Ada pula yang terganjal perjanjian sewa alat dan surat dukungan ketersediaan material baja.

Alhasil, pemenang bergeser ke penawar berikutnya.

Jika seluruh selisih harga dihitung, nilai penawaran tiga perusahaan yang akhirnya ditetapkan sebagai pemenang mencapai sekitar Rp337,72 juta lebih tinggi dibandingkan total penawaran termurah di masing-masing paket.

Sekali lagi, angka Rp337,72 juta itu bukan kerugian negara.

Penawaran termurah yang tidak memenuhi dokumen pemilihan memang dapat digugurkan dalam sistem harga terendah sistem gugur. Harga terendah hanya berhak menjadi pemenang apabila lolos persyaratan administrasi, teknis dan kualifikasi.

Tetapi pola tiga penawar murah yang sama-sama jatuh membuat pertanyaan bergeser.

Siapa tiga perusahaan yang akhirnya mendapatkan proyek? Dan apakah rekam jejak mereka sebanding dengan pekerjaan yang diberikan?

Kumpeh Ulu: Putri Icha Termurah, Hasil Jasa Nusantara Menang

Tender Workshop Kumpeh Ulu diikuti 26 perusahaan.

Tetapi hanya dua yang benar-benar memasukkan harga.

CV Putri Icha Lestari menjadi penawar termurah dengan angka Rp1.680.726.965,07.

Hasil Jasa Nusantara berada jauh di belakang dengan penawaran Rp1.793.729.835,75.

Selisih keduanya mencapai Rp113.002.870,68.

Namun CV Putri Icha Lestari gugur.

Catatan Pokja menyebut sederhana: “Peserta Tidak Menghadiri Undangan Pembuktian.”

Dalam dokumen standar pengadaan, ketidakhadiran calon pemenang pada pembuktian kualifikasi tanpa alasan yang dapat diterima memang dapat membuat peserta dianggap mengundurkan diri atau dinyatakan gugur. Pembuktian tersebut digunakan untuk memeriksa kebenaran data yang disampaikan peserta.

Setelah Putri Icha keluar, jalan Hasil Jasa Nusantara terbuka.

Perusahaan beralamat di Jalan Ir Juanda, Mayang Barcelona, Kota Jambi itu kemudian ditetapkan sebagai pemenang.

Pertanyaannya: bagaimana rapor Hasil Jasa Nusantara?

Penelusuran sumber terbuka menunjukkan perusahaan ini bukan sama sekali tanpa pengalaman.

Basis data pengadaan terbuka mencatat Hasil Jasa Nusantara pernah mengerjakan Pembangunan Simpang III Desa Kebon IX-Simpang IV Desa Talang Belido sekitar Rp1,7 miliar dan pembangunan SPAM jaringan perpipaan Desa Tanjung Katung sekitar Rp694 juta.

Pada daftar pengadaan 2025, nama Hasil Jasa Nusantara juga muncul sebagai pemenang paket Rehab Booster Pump PDAM Kantor Bupati Muaro Jambi dengan HPS sekitar Rp450 juta.

Artinya, ada jejak pengalaman konstruksi.

Namun dari portofolio terbuka yang berhasil ditelusuri, pengalaman yang tampak dominan justru jalan, SPAM dan fasilitas pompa.

Belum ditemukan portofolio terbuka yang cukup kuat untuk menunjukkan perusahaan ini berulang kali mengerjakan konstruksi gedung sejenis Workshop Kumpeh Ulu.

Itu tidak otomatis berarti Hasil Jasa Nusantara tidak kompeten.

Kemampuan perusahaan tidak hanya dinilai dari berita atau mesin pencari. Pokja memeriksa SBU, pengalaman yang dipersyaratkan, SKP, kinerja, personel dan dokumen kualifikasi.

Justru karena perusahaan ini telah ditetapkan sebagai pemenang, data itulah yang menarik untuk dibuka.

Apa SBU yang digunakan?

Apa pekerjaan konstruksi yang menjadi dasar pengalaman?

Berapa nilai kinerja penyedianya?

Siapa personel yang ditawarkan?

Jika semuanya memenuhi, kompetensinya dapat dibuktikan dengan dokumen.

Sungai Bahar: Bukit Graha Lebih Murah Rp106 Juta

Pola serupa terjadi dalam tender Workshop Berbakti Sungai Bahar.

Ada 19 perusahaan mendaftar.

Tetapi hanya dua harga muncul.

CV Bukit Graha masuk dengan penawaran Rp1.716.929.339,79.

Gunung Sago Perkasa menawar Rp1.823.437.917,93.

Bukit Graha lebih murah sekitar Rp106.508.578,14.

Tapi lagi-lagi perusahaan termurah tumbang.

Pokja menyatakan dokumen RKK yang disampaikan CV Bukit Graha tidak sesuai dengan dokumen pemilihan.

Gunung Sago Perkasa pun naik menjadi pemenang.

Harga pemenangnya hanya sekitar Rp21,18 juta atau 1,15 persen di bawah HPS Rp1.844.621.297,79.

Nama Gunung Sago Perkasa bukan baru sekali muncul dalam pengadaan pemerintah Jambi.

Sumber pengadaan terbuka mencatat perusahaan ini pernah memperoleh proyek SPAM Desa Sungai Puri di Bungo sekitar Rp1,2 miliar serta proyek jalan Simpang III Desa Sido Mukti-Desa Mingkung-Batas Perkebunan Sawit sekitar Rp883 juta.

Pada 2025, Gunung Sago Perkasa juga tercatat sebagai pemenang Pembangunan Gedung UKPBJ Kota Jambi dengan HPS sekitar Rp2,7 miliar dan rehabilitasi Gedung Bappeda Kota Jambi sekitar Rp500 juta.

Jejak itu penting.

Berbeda dengan Hasil Jasa Nusantara, Gunung Sago sudah terlihat pernah mendapatkan paket gedung.

Namun rekam tendernya juga menyimpan catatan.

Pada tender SPAM Desa Empelu di Kabupaten Bungo, Gunung Sago pernah digugurkan ketika Pokja menilai personel dan peralatannya digunakan pada pekerjaan lain.

Pada tender Drainase Sungai Dingin Bungo 2026, perusahaan tersebut kembali gagal meski menjadi penawar terendah. Kali ini persoalannya berada pada pengalaman personel pelaksana yang dinilai tidak memenuhi persyaratan setelah memperoleh sertifikasi kompetensi.

Catatan itu tidak membuat Gunung Sago otomatis tidak layak memperoleh proyek lain.

Tetapi ia memberikan alasan kuat agar Pokja Muaro Jambi benar-benar memeriksa kembali personel yang digunakan untuk proyek Sungai Bahar.

Apakah personelnya sedang digunakan di paket lain?

Bagaimana SKP-nya?

Bagaimana status peralatannya?

Dan apakah sumber daya yang ditawarkan benar-benar akan hadir di lokasi setelah kontrak diteken?

Sungai Gelam: Dua Penawar Lebih Murah Gugur

Tender ketiga bahkan lebih menarik.

Pembangunan Workshop Berbakti Sungai Gelam memiliki pagu Rp2,3 miliar dan HPS Rp2,2859 miliar.

Sebanyak 37 perusahaan masuk daftar peserta.

Hanya tiga yang memasukkan harga.

CV Pantai Pesisir menjadi termurah dengan Rp2.136.300.108,08.

CV The King Mukraen berada di urutan kedua dengan Rp2.208.475.013,75.

PT Andina Teknik Konstruksi berada di posisi ketiga dengan harga Rp2.254.511.393,67.

Dua perusahaan yang lebih murah gugur.

CV The King Mukraen dinyatakan tidak memenuhi persyaratan karena perjanjian sewa alat tidak sesuai dokumen pemilihan.

CV Pantai Pesisir gugur karena tidak melampirkan surat pernyataan mampu memenuhi ketersediaan material baja dari distributor atau produsen sebagaimana dipersyaratkan.

PT Andina pun naik dari urutan ketiga menjadi pemenang.

Selisih harga Andina dengan penawar paling rendah mencapai Rp118.211.285,59.

Andina Justru Punya Portofolio Paling Tebal

Dari tiga pemenang tender workshop tersebut, PT Andina Teknik Konstruksi justru memiliki rekam pengalaman terbuka yang paling mudah ditemukan.

Basis profil konstruksi mencatat Andina memiliki cakupan jasa gedung perkantoran, gedung kesehatan, gedung pendidikan, jalan, irigasi dan prasarana sumber daya air.

Jejak proyeknya juga panjang.

Andina pernah menangani pembangunan Gedung Bank 9 Jambi, peningkatan ruang rawat inap dan rehabilitasi Puskesmas Pakuan Baru, Gedung Dinas Perpustakaan serta rehabilitasi Gedung DPRD Kota Jambi.

Di sektor sipil perusahaan ini juga tercatat mengerjakan jalan, irigasi, perkuatan tebing dan pada 2026 memenangkan proyek pengendalian banjir Sungai Batang Tebo di Kabupaten Bungo sekitar Rp9,724 miliar.

Jika pertanyaannya murni apakah Andina memiliki pengalaman teknis konstruksi untuk mengerjakan gedung workshop, data terbuka memberikan indikasi jauh lebih kuat bahwa perusahaan tersebut memang mempunyai portofolio relevan.

Tetapi rapornya bukan tanpa noda.

Salah satu proyek besar Andina adalah pembangunan Gedung Bank 9 Jambi senilai sekitar Rp9,9 miliar pada 2023.

Berdasarkan pemberitaan yang merujuk audit BPK RI, pekerjaan itu mengalami keterlambatan dan kontraktor dikenakan denda.

Gedung tersebut kemudian juga menjadi polemik karena lama tidak dimanfaatkan dan kondisi fisiknya mendapat sorotan publik. Sejumlah kelompok masyarakat bahkan memprotes aspek perencanaan dan legalitas investasi daerahnya. Namun bagian ini harus dibedakan: persoalan perencanaan penyertaan modal merupakan persoalan pemerintah daerah, tidak otomatis merupakan kesalahan kontraktor.

Jadi, rekam Andina memiliki dua sisi.

Perusahaannya berpengalaman.

Tetapi sebagian proyek terdahulunya tetap menyimpan catatan yang layak masuk evaluasi kinerja.

Afiliasi Andina ke Mana?

Penelusuran sumber terbuka belum menemukan dokumen korporasi resmi yang cukup untuk menyimpulkan PT Andina Teknik Konstruksi terafiliasi dengan tokoh politik, pejabat ataupun perusahaan tertentu.

Ada berbagai tudingan dalam pemberitaan lokal mengenai proses tender proyek yang pernah dimenangkannya.

Salah satunya laporan keberatan peserta tender pada 2024 yang menuding adanya kebocoran HPS dalam sejumlah paket Pemerintah Kota Jambi, termasuk paket yang dimenangi Andina. Namun tudingan itu berasal dari pihak yang mengajukan keberatan dan belum dapat diperlakukan sebagai fakta pelanggaran tanpa keputusan lembaga berwenang.

Karena itu, pertanyaan afiliasi harus dibuktikan dengan dokumen.

Akta perusahaan.

Perubahan pemegang saham.

Direksi dan komisaris.

Beneficial ownership.

Alamat.

Nomor telepon.

Rekening.

Hubungan keluarga.

Hingga pola perusahaan yang berulang kali muncul bersama dalam tender.

Tanpa data itu, menyebut “afiliasi” hanya akan berubah menjadi spekulasi.

Tiga Penawar Termurah, Tiga-Tiganya Tumbang

Di sinilah tiga tender tersebut bertemu pada pola yang sama.

Kumpeh Ulu:
penawar terendah gugur karena tidak hadir pembuktian.

Sungai Bahar:
penawar terendah gugur karena dokumen RKK.

Sungai Gelam:
penawar terendah dan penawar kedua sama-sama gugur karena dokumen peralatan dan dukungan material.

Secara prosedural, semua alasan tersebut bisa sah.

Dalam sistem gugur, harga murah tidak cukup.

Peserta harus memenuhi dokumen.

Namun karena dampak akhirnya membuat nilai tiga pemenang menjadi Rp337,72 juta lebih tinggi daripada tiga penawaran termurah, setiap pengguguran harus dapat diuji secara transparan.

Apakah undangan pembuktian sudah dikirim sebagaimana mestinya?

Apakah peserta diberikan kesempatan sesuai ketentuan?

Bagian mana dalam RKK yang tidak sesuai?

Apa kesalahan spesifik dalam perjanjian sewa alat?

Apakah surat pernyataan material baja memang secara eksplisit diwajibkan dalam dokumen pemilihan?

Dan yang paling penting: apakah persyaratan yang sama diterapkan kepada pemenang?

Di situlah masa sanggah menjadi penting.

Peserta yang merasa dirugikan dapat menguji keputusan Pokja dengan menunjuk bagian dokumen pemilihan dan hasil evaluasi yang dianggap tidak konsisten.

Jangan Hanya Cermat Menggugurkan, Cermat Juga Menguji Pemenang

Pokja tentu harus menggugurkan dokumen yang memang tidak memenuhi syarat.

Namun ketelitian tidak boleh berhenti pada peserta yang kalah.

Hasil Jasa Nusantara harus dibuktikan kemampuan konstruksi gedungnya.

Gunung Sago Perkasa perlu diuji konsistensi personel, peralatan dan SKP-nya mengingat catatan evaluasi tender terdahulu.

PT Andina Teknik Konstruksi memiliki portofolio yang relatif kuat, tetapi penilaian kinerjanya atas proyek terdahulu—termasuk proyek yang pernah mengalami keterlambatan—juga layak diperiksa.

Penetapan pemenang bukan hadiah karena peserta sebelumnya gugur.

Pemenang tetap harus membuktikan bahwa ia mampu membangun.

Karena pada akhirnya yang dibeli Kabupaten Muaro Jambi bukan nama CV atau PT.

Yang dibeli adalah gedung.

Dan gedung itu harus berdiri sesuai volume, mutu, waktu dan uang yang telah dikeluarkan.

“Kalau tiga tender sekaligus penawar paling murah gugur semua, masyarakat tentu ingin tahu alasan detailnya. Kami tidak bilang Pokja salah, tapi buka dokumennya. Yang kalah diperiksa ketat, pemenang juga harus diperiksa lebih ketat lagi. Jangan sampai administrasinya sempurna tetapi nanti gedungnya yang bermasalah,” kata Mushadi, warga Kabupaten Muaro Jambi. (*)

Siapa sebenarnya pemilik dan pengendali tiga perusahaan pemenang ini? Bagaimana SBU, personel, peralatan, nilai SIKaP dan jejaring proyek mereka? JambiLink akan menelusurinya dalam laporan berikutnya.(*)

BeritaSatu Network