Tak Cuma Urusan Bisnis, JBC Jambi Kini Punya 'Rumah Catur' untuk Cetak Atlet Berprestasi!

WIB
IST

Jambi – Rumah Catur Jambi Business Center atau JBC kembali hidup. Papan-papan catur terbentang. Bidak-bidak disusun. Wajah-wajah peserta terlihat tegang, serius, tapi gembira.

Hari ini, Ahad 24 Mei 2026, turnamen catur Abidin Cup resmi digeber di kawasan JBC. Ratusan peserta tumpah ruah mengikuti ajang tersebut. Mereka datang dari berbagai kalangan. Ada pelajar. Ada pekerja. Ada pecatur senior. Ada pula wajah-wajah baru yang datang membawa harapan: menang, belajar, dan menguji kemampuan.

Event ini dibuka secara resmi dan dihadiri langsung oleh Mario, owner JBC. Tak sekadar hadir, Mario juga ikut bermain. Ia duduk di meja pertandingan, menghadapi lawan, menggerakkan bidak, dan larut dalam suasana kompetisi.

Catur memang permainan sunyi. Tapi pagi itu, Rumah Catur JBC tidak sunyi.

Di sana ada denyut. Ada konsentrasi. Ada tepuk tangan kecil. Ada langkah kuda yang mengejutkan. Ada benteng yang maju pelan. Ada raja yang terancam. Ada peserta yang tersenyum setelah menang. Ada pula yang menunduk setelah kalah.

Begitulah catur. Satu langkah bisa menyelamatkan. Satu langkah juga bisa menjatuhkan.

Turnamen Abidin Cup ini menjadi bagian dari geliat Rumah Catur JBC sebagai wadah kompetisi dan pembinaan atlet catur di Jambi.

Mario menegaskan, JBC tidak hanya ingin dikenal sebagai kawasan bisnis. Lebih dari itu, JBC ingin hadir sebagai ruang publik yang hidup, produktif, dan memberi manfaat bagi masyarakat.

“JBC ingin menjadi tempat bertemunya banyak energi positif. Salah satunya lewat catur. Di sini anak-anak, remaja, orang tua, pecatur senior dan pemula bisa bertemu, bertanding, belajar, dan berkembang,” ujar Mario.

Menurut Mario, Rumah Catur JBC disiapkan sebagai arena terbuka bagi siapa saja yang ingin mengasah kemampuan. Ia berharap dari tempat ini akan lahir bibit-bibit atlet catur Jambi yang mampu berprestasi di tingkat daerah, nasional, bahkan internasional.

“Catur ini bukan sekadar permainan. Di dalamnya ada strategi, kesabaran, keberanian mengambil keputusan, dan sportivitas. Nilai-nilai seperti ini penting untuk generasi muda,” katanya.

Mario juga menyebut turnamen seperti Abidin Cup akan terus didorong agar menjadi agenda yang berkelanjutan.

“Kami ingin kegiatan seperti ini tidak berhenti sebagai event seremonial. Harapannya bisa rutin, bisa menjadi ruang kompetisi, dan bisa melahirkan atlet catur baru dari Jambi,” ujarnya.

Antusiasme peserta terlihat sejak pagi. Meja-meja pertandingan dipenuhi pecatur. Beberapa peserta datang lebih awal. Mereka memantau lawan, berbincang ringan, lalu kembali fokus saat pertandingan dimulai.

Salah seorang peserta, Rudi, mengaku senang dengan adanya Rumah Catur JBC. Menurutnya, selama ini pecatur membutuhkan ruang yang nyaman dan terbuka untuk bertanding.

“Kalau ada tempat seperti ini, kami senang. Bisa latihan, bisa ikut turnamen, bisa bertemu banyak lawan. Catur itu harus sering bertanding, bukan hanya main sendiri,” ujarnya.

Peserta lain, Andi, menyebut Abidin Cup memberi semangat baru bagi pecatur Jambi.

“Yang menarik, pesertanya ramai. Ini membuktikan peminat catur di Jambi banyak. Tinggal bagaimana kegiatan seperti ini terus dibuat rutin,” katanya.

Sementara itu, seorang peserta muda bernama Farhan mengaku bangga bisa ikut bertanding di Rumah Catur JBC.

“Awalnya gugup. Tapi senang. Bisa main dengan peserta yang lebih senior. Dari sini bisa belajar banyak,” ujarnya.

Bagi peserta muda seperti Farhan, turnamen semacam ini bukan hanya soal piala. Tapi pengalaman.

Sebab di papan catur, anak muda belajar sesuatu yang jarang diajarkan di ruang biasa: berpikir sebelum melangkah.

Suasana kompetisi Catur di Rumah Catur JBC

Kehadiran Mario sebagai owner JBC membuat suasana semakin hidup. Apalagi ia tidak hanya membuka acara lalu pergi. Mario ikut duduk di meja pertandingan.

Langkah itu membuat peserta merasa lebih dekat. Tidak ada jarak terlalu lebar antara penyelenggara dan peserta. Semua duduk di depan papan yang sama. Semua tunduk pada aturan yang sama.

Di atas papan catur, jabatan tidak terlalu penting. Yang penting langkah.

Mario terlihat menikmati pertandingan. Sesekali ia tersenyum. Sesekali serius memandang bidak. Lawannya juga tampak fokus.

Pemandangan ini menjadi simbol kecil bahwa JBC ingin hadir bukan hanya sebagai penyedia tempat, tetapi sebagai bagian dari denyut komunitas itu sendiri.

“Kalau owner-nya ikut main, kami jadi tambah semangat. Rasanya kegiatan ini benar-benar diperhatikan,” kata Arkan, salah seorang peserta.

Kehadiran Rumah Catur JBC menjadi penting karena pembinaan olahraga tidak selalu harus dimulai dari gedung besar atau program mahal. Kadang cukup dimulai dari ruang yang konsisten. Tempat yang terbuka. Agenda yang rutin. Dan komunitas yang dirawat.

Catur membutuhkan itu.

Pemain hebat tidak lahir hanya dari bakat. Ia lahir dari latihan panjang, lawan yang kuat, turnamen yang rutin, dan lingkungan yang mendukung.

Di sinilah peran JBC mulai terlihat. Kawasan bisnis itu kini memberi ruang bagi tumbuhnya ekosistem olahraga otak di Jambi.

Bukan hanya tempat bermain. Tapi tempat bertemu. Tempat belajar. Tempat menguji mental.

Dari Rumah Catur JBC, pecatur pemula bisa bertemu pecatur senior. Anak-anak bisa belajar dari pengalaman orang tua. Pemain lama bisa menularkan strategi. Komunitas bisa tumbuh secara alami.

Turnamen Abidin Cup bukan sekadar ajang memperebutkan gelar. Event ini menjadi momentum untuk menghidupkan kembali semangat kompetisi catur di Jambi.

Dengan peserta yang membludak, turnamen ini menunjukkan bahwa catur masih punya tempat di hati masyarakat. Di tengah gempuran gim digital, media sosial, dan hiburan cepat, catur tetap bertahan.

Diam-diam.

Pelan-pelan.

Tapi kuat.

Catur mengajarkan orang untuk berpikir panjang. Tidak gegabah. Tidak asal menyerang. Tidak mudah terpancing. Setiap langkah punya akibat.

Nilai seperti itu terasa relevan. Tidak hanya di papan catur. Tapi juga dalam hidup sehari-hari.

Mario berharap Rumah Catur JBC dapat terus berkembang menjadi pusat aktivitas positif masyarakat.

Menurutnya, JBC terbuka untuk kegiatan yang memberi dampak baik. Baik untuk olahraga, kreativitas, ekonomi, maupun ruang interaksi sosial masyarakat.

“JBC ingin tumbuh bersama masyarakat. Kalau kawasan ini ramai oleh kegiatan positif, maka manfaatnya juga akan kembali ke masyarakat,” ujar Mario.

Ia juga menegaskan komitmen untuk terus mendukung kegiatan catur di kawasan JBC.

“Kami ingin Rumah Catur ini benar-benar menjadi rumah. Bukan hanya nama. Rumah bagi pecatur. Rumah bagi anak muda. Rumah bagi kompetisi yang sehat,” katanya.(*)

BeritaSatu Network