JAMBI — Upaya memperkuat eksistensi Batik Jambi terus digencarkan Pemerintah Kota Jambi melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Jambi. Di bawah kepemimpinan Kepala Disperindag Kota Jambi, Dr. Nella Ervina, MM.Agr, ME, ajang Fashion Show Batik Jambi dalam rangka HUT Pemerintah Kota Jambi dan HUT Kota Jambi Tahun 2026 tampil lebih semarak, elegan dan penuh sentuhan modern.
Kegiatan yang digelar meriah tersebut sukses menyita perhatian masyarakat dan tamu undangan. Berbagai kreasi busana batik khas Jambi tampil memukau di atas catwalk dengan perpaduan desain kekinian tanpa meninggalkan identitas budaya Melayu Jambi yang menjadi ciri khasnya.
Tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, fashion show tersebut dinilai sebagai langkah nyata Disperindag Kota Jambi dalam mendorong Batik Jambi naik kelas sekaligus membuka ruang promosi lebih luas bagi para pengrajin dan pelaku UMKM lokal.
Di tangan Dr. Nella Ervina, MM.Agr, ME, Disperindag Kota Jambi terlihat mulai menghadirkan konsep promosi batik yang lebih segar dan dekat dengan tren fashion masa kini. Motif-motif tradisional yang sebelumnya identik dengan pakaian formal kini tampil lebih modern, elegan dan diminati berbagai kalangan, termasuk generasi muda.
Sejak acara dimulai, suasana venue dipenuhi antusias pengunjung yang ingin menyaksikan langsung berbagai karya busana batik hasil kreativitas desainer lokal Kota Jambi. Sorotan lampu panggung berpadu dengan warna-warni kain batik menciptakan suasana yang mewah namun tetap sarat nuansa budaya daerah.
Puncak perhatian terjadi saat sesi eksebisi dimulai. Wali Kota Jambi Maulana bersama jajaran pejabat Pemerintah Kota Jambi turut tampil mengenakan busana batik khas Jambi dengan berbagai motif unik dan eksklusif.
Kehadiran para pejabat di atas catwalk menjadi simbol dukungan nyata pemerintah terhadap penggunaan produk lokal sekaligus ajakan kepada masyarakat untuk bangga memakai Batik Jambi.
Kepala Disperindag Kota Jambi, Nella Ervina, mengatakan kegiatan tersebut sengaja dirancang bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga menjadi bagian dari strategi memperkuat kecintaan masyarakat terhadap batik daerah.
“Melalui kegiatan ini kami ingin Batik Jambi semakin dikenal dan dicintai masyarakat luas. Batik tidak hanya menjaga nilai tradisi, tetapi juga mampu mengikuti perkembangan tren fashion saat ini,” ujar Nella.
Menurutnya, potensi Batik Jambi sangat besar untuk berkembang lebih luas apabila terus didukung dengan inovasi desain dan promosi yang konsisten. Karena itu Disperindag Kota Jambi berkomitmen terus mendampingi para pengrajin batik dan pelaku UMKM agar produk lokal mampu bersaing di pasar nasional hingga internasional.
“Kami ingin Batik Jambi tidak hanya dipakai pada acara formal atau seremoni saja, tetapi benar-benar menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Karena di balik setiap motif batik ada identitas budaya, ada karya pengrajin lokal, dan ada ekonomi masyarakat yang ikut bergerak. Kalau batik terus dicintai dan digunakan, maka UMKM kita juga akan tumbuh, para pengrajin semakin semangat berkarya, dan budaya daerah tetap hidup di tengah perkembangan zaman,” tambah Nella.
Sementara itu, Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, mengapresiasi langkah Disperindag Kota Jambi yang terus aktif mendorong pelestarian budaya lokal melalui pendekatan yang lebih modern dan kreatif.
“Batik Jambi kini semakin mendunia. Karena itu kita harus bangga menggunakan produk daerah sendiri sekaligus ikut melestarikannya,” kata Maulana.
Fashion Show Batik Jambi tahun ini menjadi bukti bahwa promosi budaya tidak harus tampil monoton dan kaku. Dengan sentuhan kreativitas, konsep modern, serta dukungan penuh pemerintah daerah, Batik Jambi kini mulai tampil sebagai identitas budaya yang mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan akar tradisinya.
Lebih dari sekadar kain tradisional, Batik Jambi perlahan menjelma menjadi simbol kebanggaan daerah sekaligus kekuatan baru dalam sektor ekonomi kreatif Kota Jambi. Di tangan para pengrajin lokal, motif-motif khas Melayu Jambi kini tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga nilai jual yang mampu bersaing di industri fashion modern.
Langkah Disperindag Kota Jambi menghadirkan fashion show dengan konsep yang lebih segar juga dinilai menjadi strategi penting untuk menarik minat generasi muda agar lebih dekat dengan produk budaya daerah sendiri. Sebab di tengah derasnya tren fashion global, mempertahankan identitas lokal menjadi tantangan tersendiri.
Melalui ajang tersebut, Pemerintah Kota Jambi tampak ingin menunjukkan bahwa budaya daerah tidak harus tertinggal oleh modernisasi. Justru dengan inovasi dan promosi yang tepat, Batik Jambi dapat berkembang menjadi produk unggulan yang membanggakan, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga mampu menembus pasar nasional hingga internasional.
Di balik gemerlap catwalk dan kemeriahan acara, tersimpan pesan kuat bahwa menjaga budaya bukan hanya tugas seniman atau pengrajin semata, melainkan tanggung jawab bersama agar warisan daerah tetap hidup, dicintai, dan terus berkembang di masa depan.(*)