Tekan Geng Motor dan Kriminalitas Remaja, Pemkot Jambi–Polresta Jambi Sepakati Komitmen Bersama

WIB
IST

JAMBI – Pemerintah Kota Jambi bersama Polresta Jambi memperkuat sinergi dalam menghadapi maraknya aksi geng motor, tawuran, balap liar, dan berbagai bentuk kriminalitas yang melibatkan remaja. Komitmen bersama tersebut menjadi langkah konkret untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligus menyelamatkan generasi muda dari pengaruh negatif yang dapat merusak masa depan mereka.

Kesepakatan itu lahir dalam pertemuan koordinasi antara Pemerintah Kota Jambi dan Polresta Jambi yang turut melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., Kapolresta Jambi Kombes Pol. Boy Sutan Binanga Siregar, S.I.K., M.H., unsur Forkopimda, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), TNI, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta para kepala sekolah dan pemangku kepentingan lainnya.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari langkah strategis Pemerintah Kota Jambi dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor. Penanganan geng motor dinilai tidak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum, tetapi juga membutuhkan pendekatan edukatif, pembinaan karakter, pengawasan keluarga, serta keterlibatan aktif dunia pendidikan dan masyarakat.

Wali Kota Jambi, Maulana, menegaskan bahwa Pemerintah Kota Jambi tidak akan memberikan ruang bagi segala bentuk aksi yang mengganggu keamanan masyarakat. keselamatan warga merupakan prioritas utama. Karena itu, seluruh elemen pemerintah bersama aparat penegak hukum harus bergerak dalam satu langkah untuk mencegah berkembangnya geng motor dan berbagai bentuk kenakalan remaja yang berpotensi mengarah pada tindak kriminal.

"Anak-anak kita adalah aset masa depan daerah. Jangan sampai mereka kehilangan masa depan hanya karena salah memilih lingkungan pergaulan. Pemerintah Kota Jambi bersama Polresta Jambi berkomitmen melakukan langkah-langkah pencegahan, pembinaan, dan penegakan hukum secara tegas terhadap setiap bentuk kriminalitas yang meresahkan masyarakat," tegas Maulana.

Maulana mengatakan, persoalan geng motor tidak dapat diselesaikan hanya melalui operasi kepolisian. Peran keluarga, sekolah, lingkungan, organisasi kepemudaan, hingga tokoh agama menjadi faktor penting dalam membentuk karakter generasi muda. Pemerintah Kota Jambi akan terus memperkuat berbagai program pembinaan remaja melalui kegiatan positif di bidang pendidikan, olahraga, seni, keagamaan, hingga pemberdayaan masyarakat.

"Pencegahan harus dimulai dari rumah. Orang tua harus mengetahui dengan siapa anak bergaul, sekolah harus memperkuat pendidikan karakter, dan pemerintah harus menyediakan ruang kreativitas bagi generasi muda. Ketika semua bergerak bersama, kita optimistis Kota Jambi akan tetap menjadi kota yang aman dan nyaman," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolresta Jambi menegaskan pihaknya akan terus meningkatkan patroli, penegakan hukum, serta pengawasan terhadap berbagai aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Meski demikian, pendekatan humanis dan pembinaan terhadap remaja tetap menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan agar mereka tidak terjerumus ke dalam tindakan kriminal.

Melalui komitmen bersama tersebut, Pemerintah Kota Jambi dan Polresta Jambi berharap tercipta sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, aparat keamanan, sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam menjaga kondusivitas daerah.

Kolaborasi ini diharapkan mampu menekan angka kriminalitas remaja, mencegah berkembangnya geng motor, serta menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif sehingga generasi muda Kota Jambi dapat tumbuh menjadi sumber daya manusia yang berkarakter, berprestasi, dan berdaya saing.(*)

BeritaSatu Network