Opini
Manusia Otentik, atau Sekadar Pandai Berpura-pura?
oleh : Ahmad Inung
Otentisitas adalah salah satu ajaran penting dalam filsafat eksistensialisme. Pusat dari otentisitas dalam filsafat eksistensialisme berada dalam konsep kebebasan dan tanggung jawab. Manusia otentik adalah dia yang menemukan dirinya begitu saja berada dalam situasi hidup yang tidak pernah direncanakan dan diinginkan, tapi tetap berani mengambil keputusan dan bertindak dengan bebas dan bertanggung jawab. Manusia otentik memilih dan menciptakan dirinya sendiri. Dia tidak tunduk dengan ekspektasi eksternal atas dirinya.
AKBP di KONI, Bolehkah?
Oleh:
*Muawwin MM
Mungkin ini pertama kalinya dalam sejarah KONI Jambi, seorang polisi aktif maju dan terpilih jadi ketua. Mungkin juga bukan. Tapi yang pasti, baru kali ini riuhnya sedemikian rupa. Terlalu bising. Bahkan, sebelum peluit pertandingan dibunyikan.
AKBP Mat Sanusi bukan orang baru. Di organisasi olahraga ia dikenal aktif, bertangan dingin, dan bukan tipe yang hanya duduk di belakang meja.
Kriminalisasi Pers, Ketika Kritik 'Dipenjara' dengan Pasal Pidana
Oleh : Ali Monas *
Kebebasan pers di Indonesia telah dijamin secara tegas dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, yang menempatkan media massa sebagai salah satu pilar demokrasi. Namun, dalam praktiknya, jurnalis kerap mengalami represi yang ironisnya justru datang bukan dari negara secara langsung, melainkan dari perorangan —baik tokoh publik, pejabat, pengusaha, maupun warga biasa— yang merasa 'terganggu' dengan pemberitaan.
Di Bawah Tanah Pleret, Di Atas Sejarah Kita
Oleh Hermanto – Wartawan senior
Orang menyangka tanah hanya menyimpan biji, akar, dan cacing. Tapi di Bantul, tanah menyimpan lebih dari itu—ia menyimpan waktu. Kadang waktu itu muncul dalam bentuk bata merah. Kadang ia mengalir sebagai saluran air kuno yang tak lagi membawa air ke mana-mana. Tapi semuanya masih ada, tinggal digali.
Mengapa Kita Perlu Cinta
Oleh : Ahmad Inung
"What is hell? I maintain that it is the suffering of being unable to love" Fyodor Dostoevsky
Kata orang bijak, hidup adalah pilihan. Tuhan telah memberi anugerah kepada kita kapasitas untuk menimbang berbagai pilihan yang ada di depan kita. Dengan seluruh perangkat anugerah itu, Tuhan memberi kebebasan bagi kita untuk memilih.