Jambi - Gubernur Jambi, Al Haris, secara resmi membuka pelatihan manajerial, kewirausahaan, literasi, dan akses keuangan serta teknologi informasi bagi pengurus koperasi dan pelaku usaha mikro kecil (UMK) di Kabupaten Kerinci dan Sungai Penuh. Acara yang berlangsung di Hotel Arafah, Kota Sungai Penuh, pada Senin (15/07/2024), ini dihadiri oleh Pj Bupati Kerinci Asraf, Sekda Kota Sungai Penuh, dan Kepala Koperasi UMKM Provinsi Jambi.
Dalam sambutannya, Gubernur Al Haris menekankan pentingnya pelatihan ini untuk menambah wawasan manajerial di tengah arus digitalisasi. "Kita melakukan kegiatan penting untuk menambah wawasan manajerial bagi pengurus koperasi dan pelaku usaha mikro kecil. Apalagi saat ini eranya digitalisasi, pelaku usaha harus mengikuti tren ini," kata Al Haris.
Gubernur Al Haris berharap para pelaku koperasi dan usaha mikro kecil dapat mengikuti perkembangan era digitalisasi untuk kemajuan usaha mereka. "Era digitalisasi ini menuntut pelaku usaha untuk kreatif dan inovatif mengikuti tren yang ada. Terutama dalam pemasaran, yang sekarang banyak dilakukan melalui Instagram, Facebook, TikTok, dan media lainnya. Pelaku usaha mikro kecil kita juga harus menguasai tren pasar ini," jelasnya.
Al Haris juga menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jambi telah berupaya mendorong kemajuan UMKM di daerahnya. "Pemprov Jambi memberikan bantuan modal kepada ribuan pelaku UMKM sejak 2022. Bantuan ini termasuk modal usaha untuk milenial dan emak-emak, sebagai bentuk dukungan terhadap perkembangan UMKM di Jambi. Hari ini, kita juga memberikan pelatihan kepada pelaku UMKM, semoga ini semua menjadi modal dalam usaha untuk menopang ekonomi rumah tangga," terang Al Haris.
Kepala Koperasi dan UMKM Provinsi Jambi, Sardaini, menambahkan bahwa pelatihan ini diikuti oleh 150 peserta, dengan 90 peserta dari Kabupaten Kerinci dan 60 peserta dari Sungai Penuh. "Pelatihan manajerial, kewirausahaan, literasi, dan akses keuangan serta teknologi informasi ini sangat penting untuk meningkatkan kompetensi pengurus koperasi dan pelaku usaha mikro kecil," ujarnya.
Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan bekal pengetahuan yang cukup bagi pengurus koperasi dan pelaku usaha mikro kecil untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan pasar digital, sehingga dapat meningkatkan daya saing dan keberhasilan usaha mereka.(*)