Merangin - Polemik kerusakan dini pada proyek Jalan Sungai Kapas–Sungai Putih di Kabupaten Merangin kian memanas. Kali ini, giliran mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Merangin, Ir. Fajarman, yang "turun gunung" memberikan komentar menohok.
Menanggapi pemberitaan terkait jalan yang hancur meski baru seumur jagung itu, Fajarman menilai kerusakan tersebut sudah tidak wajar.
Melalui kolom komentar media sosial, ia menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur menggunakan uang rakyat semestinya melalui perencanaan yang matang, bukan asal jadi.
"Anggaran yang dipakai untuk membangun jalan tersebut adalah uang rakyat untuk kemaslahatan umat. Untuk itu penggunaan harus dengan perencanaan yang matang," tulis Fajarman dikutip dari Jambi Daily.
Melihat kondisi fisik jalan yang retak parah dan amblas, Fajarman menilai persoalan ini tidak bisa lagi dianggap enteng atau sekadar masalah yang bisa dibereskan lewat masa pemeliharaan rutin. Ia bahkan menggunakan istilah teknis yang cukup keras, gagal konstruksi.
"Kalau dilihat dari kerusakan jalan yang baru selesai tersebut sudah sedemikian rusaknya, ini bukan cacat atau kurang lagi yang akan diperbaiki di masa pemeliharaan. Ini sudah mendekati gagal konstruksi atau bahkan salah merencanakan," kritiknya tajam.
Kendati demikian, ia tetap berharap kerusakan tidak meluas agar jalan tersebut masih bisa dimanfaatkan masyarakat sesuai umur rencananya.
Sebelumnya, Direktur CV Kirana Citra Lestari selaku kontraktor pelaksana mengakui adanya titik amblas yang memicu keretakan aspal. Namun, ia berdalih kerusakan dipicu oleh truk sawit bermuatan di atas 10 ton yang melintas di jalan kelas 8 ton tersebut.
"Memang ada kerusakan. Sesuai kontrak, kami siap perbaiki selama masa pemeliharaan 180 hari. Jika lalai, jaminan pemeliharaan bisa dicairkan," ujarnya.
Sementara itu, pihak Dinas PUPR Kabupaten Merangin terkesan "buang badan" dan sulit dimintai keterangan. Kabid Bina Marga, Arya Koswara, tidak merespons panggilan telepon meski terdengar nada aktif.
Setali tiga uang, Efrianto selaku PPTK proyek saat dihubungi justru mengaku sedang sakit dan menolak berkomentar.
"Saya lagi tidak enak badan, coba hubungi Kabid saja," elaknya singkat.(*)
Sumber : https://jambidaily.com/2026/02/02/mantan-sekda-merangin-ikut-soroti-kerusakan-jalan-sungai-kapas-sungai-putih-sudah-mendekati-gagal-konstruksi/