Bedah APBD Pendidikan Tanjab Timur 2026: Bimtek Guru Digeber, Anggaran Hadiah Siswa Rp 216 Juta Jadi Sorotan Tajam!

WIB
IST

Muara Sabak - Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur) menaruh perhatian ganda pada sektor pendidikan di Tahun Anggaran 2026. Berdasarkan penelusuran data Rencana Umum Pengadaan (RUP), Dinas Pendidikan (Disdik) setempat tak hanya menggelontorkan puluhan juta untuk Bimbingan Teknis (Bimtek) para guru, namun juga menyiapkan dana ratusan juta rupiah khusus untuk hadiah siswa berprestasi.

Jika diakumulasikan, total alokasi APBD untuk operasional Bimtek dan apresiasi perlombaan siswa ini menyedot anggaran lebih dari Rp 306,7 Juta.

Namun, rincian dari penggunaan dana ini memperlihatkan konstruksi anggaran yang cukup tajam dan jomplang antara biaya operasional pegawai dengan nilai hadiah riil yang diterima oleh para siswa berprestasi.

Berikut adalah hasil bedah anggarannya:

1. Bimtek Guru Sedot Rp 90,2 Juta, Didominasi Perjalanan Dinas & Uang Saku

Disdik mengalokasikan Rp 90.247.400 yang dipecah ke dalam 22 paket pengadaan untuk menyelenggarakan empat acara pelatihan. Alih-alih dihabiskan untuk fasilitas fisik pendidikan, dana ini mayoritas lari untuk membiayai perjalanan dinas, honor narasumber, dan uang saku.

  • Bimtek Guru Bimbingan Konseling (Rp 36,9 Juta): Porsi terbesar ludes untuk Perjalanan Dinas Dalam & Luar Daerah (Rp 19,5 Juta) dan Uang Saku Panitia/Peserta (Rp 7,5 Juta). Sisanya untuk honor narasumber dan makan minum.
  • Pelatihan Koding & Kecerdasan Artifisial (Rp 30,6 Juta): Uang saku peserta dan panitia menyedot Rp 15 Juta, ditambah perjalanan dinas luar daerah Rp 10 Juta.
  • Bimtek Pendidikan Non-Formal Pondok Salapiah (Rp 12,8 Juta): Didominasi belanja makan-minum (Rp 6 Juta) dan honor tim/narasumber (Rp 5,5 Juta).
  • Bimtek Penyusunan ARKAS & Rapor Pendidikan (Rp 9,7 Juta): Mayoritas untuk konsumsi peserta (Rp 5,4 Juta) dan honor narasumber (Rp 2,65 Juta).

2. Hadiah Lomba Siswa Rp 216,5 Juta: Ada Dana "Gelondongan" Ratusan Juta

Di sisi lain, Disdik Tanjab Timur menyiapkan anggaran fantastis senilai Rp 216.550.000 khusus untuk pos Belanja Hadiah yang Bersifat Perlombaan melalui metode Swakelola.

Sorotan paling tajam jatuh pada dua paket hadiah berskala raksasa yang tidak dirinci secara spesifik nama lombanya (gelondongan). Kedua paket tersebut masing-masing bernilai Rp 140.000.000 dan Rp 46.550.000.

3. Ironi Hadiah Siswa Berprestasi: Juara Nyanyi Solo Cuma Dijatah Rp 1 Juta?

Kontras dengan dana "gelondongan" yang mencapai angka ratusan juta, alokasi hadiah untuk ajang-ajang resmi dan bergengsi yang mengharumkan nama sekolah seperti O2SN, OSN, dan FLS2N justru terpantau sangat minim, bahkan nilainya jauh di bawah uang saku panitia Bimtek.

Berikut adalah rincian hadiah spesifik untuk siswa berprestasi Tanjab Timur di 2026:

  • Kegiatan Olimpiade Sains Nasional (OSN): Rp 5.000.000
  • Gala Siswa Indonesia: Rp 5.000.000
  • FLS2N (Kreatifitas Musik Tradisional): Rp 5.000.000
  • FLS2N (Ensambel): Rp 3.000.000
  • FLS2N (Tari Kreasi): Rp 3.000.000
  • O2SN (Bulu Tangkis Pa/Pi): Rp 2.000.000
  • O2SN (Pencak Silat Pa/Pi): Rp 2.000.000
  • O2SN (Karate Pa/Pi): Rp 2.000.000
  • FLS2N (Pantomim): Rp 2.000.000
  • FLS2N (Menyanyi Solo): Rp 1.000.000

Melihat konstruksi anggaran yang tajam ini, publik Tanjab Timur tentu berharap agar pengawasan APBD semakin diperketat. Dana ratusan juta yang dilabeli "Hadiah Lomba" harus dipastikan benar-benar jatuh ke tangan para siswa berbakat yang telah berjuang mengharumkan nama daerah, bukan menguap menjadi biaya operasional yang tak tepat sasaran.

BeritaSatu Network