Bursa "Jenderal ASN" Kota Jambi 2026 Memanas, Siapa Pilihan Maulana?

WIB
IST

Jambi - Menjelang pensiunnya A. Ridwan pada akhir 2026, kursi "Jenderal ASN" alias Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Jambi mulai memanas. Pertengahan tahun ini, Pemerintah Kota Jambi bersiap membuka seleksi lelang jabatan untuk mencari sosok 'jenderal ASN' yang baru.

Sejumlah nama birokrat karir yang mentereng mulai santer disebut masuk ke dalam bursa calon. Berdasarkan pantauan di lapangan, setidaknya ada beberapa figur kuat yang digadang-gadang bakal bertarung memperebutkan kursi panas tersebut. Mereka terdiri dari pejabat internal Pemkot Jambi dan penantang dari kabupaten tetangga.

Siapa saja kelima kandidat kuat tersebut? Berikut profil dan rekam jejak mereka:

1. Nella Ervina (Kadis Perindustrian & Perdagangan Kota Jambi)

Birokrat perempuan ini dikenal tangguh secara akademik. Nella baru saja meraih gelar Doktor Ilmu Ekonomi dari Universitas Jambi pada April 2026, sebuah prestasi yang mendapat apresiasi langsung dari Wali Kota Jambi, dr. Maulana.

Sebelumnya, di era Wali Kota Fasha (2021), ia dipercaya memimpin Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Jambi. Disertasinya mengenai kepatuhan pajak daerah mendapat pujian publik. Meski sempat diterpa isu pemeriksaan dugaan korupsi BPHTB pada Juli 2024, Nella tegas membantahnya dan menyebut hal itu hanya koordinasi instansi biasa. Hingga kini, rekam jejak hukumnya bersih.

2. Momon Sukmana Fitra (Kadis PUPR Kota Jambi)

Sosok Momon adalah birokrat teknis tulen bergelar S.T. dan M.M. Ia menduduki kursi Kadis PUPR setelah memenangkan seleksi terbuka (lelang jabatan) pada tahun 2023 dengan skor tertinggi (85,56). Di tangannya, proyek infrastruktur perkotaan seperti pedestrian berjalan lancar.

Pada April 2025, Momon dengan tegas menepis rumor adanya praktik "fee proyek" atau "proyek titipan" di dinasnya. Sebagai pejabat karir yang lolos seleksi sejak era Fasha, Momon dinilai memiliki kontinuitas birokrasi yang kuat di Pemkot Jambi tanpa adanya catatan hukum.

3. Ardi (Kepala BPPRD Kota Jambi) - Kandidat Kuat dengan Relasi Solid

Ardi bukanlah nama baru dalam lanskap birokrasi Kota Jambi. Sebelum dipercaya memegang kendali atas "kasir" pendapatan daerah di BPPRD, Ardi memiliki rekam jejak yang panjang dan menonjol sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jambi.

Pengalamannya di DLH yang bersentuhan langsung dengan tata kota, kebersihan, dan ruang terbuka hijau, dipadukan dengan tugas strategisnya saat ini dalam mengamankan target Pendapatan Asli Daerah (PAD), menjadikannya figur birokrat yang teruji baik di lapangan maupun di atas kertas.

Lebih dari sekadar rekam jejak kinerja, faktor kesamaan visi dan ritme kerja dengan pucuk pimpinan menjadi nilai tambah yang membuat posisinya sangat diperhitungkan.

Kedekatan dengan Wali Kota Maulana dan Wakil Wali Kota Diza ini dinilai bukan sebatas kedekatan personal, melainkan chemistry profesional yang sangat dibutuhkan. Dalam birokrasi, keselarasan antara Wali Kota, Wakil Wali Kota, dan Sekda adalah kunci utama agar seluruh program Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dapat tereksekusi dengan mulus.

4. Dr. H. Mulyadi, S.Pd., M.Pd. (Plh. Sekda / Asisten Perekonomian & Pembangunan)

Mulyadi adalah sosok birokrat senior dengan jam terbang tinggi, terutama di sektor pendidikan. Ia pernah menjabat sebagai Kadis Pendidikan hingga akhir 2025, sebelum akhirnya dilantik oleh Wali Kota Maulana menjadi Asisten Perekonomian pada 2 Oktober 2025.

Dengan posisinya saat ini sebagai Pelaksana Harian (Plh.) Sekda Kota Jambi, Mulyadi secara otomatis masuk perhitungan kuat dalam bursa internal. Reputasinya selama ini dikenal bersih dan sarat akan capaian program unggulan.

5. M. Saleh Ridha, S.STP., M.E. (Kadis Komunikasi & Informatika Kota Jambi)

Lulusan STPDN (IPDN) ini merupakan representasi birokrat muda yang menjanjikan. Sebelum memimpin Kominfo sejak Oktober 2025 (dilantik oleh Wali Kota Maulana), Saleh cukup lama berkiprah sebagai Kadis Perhubungan Kota Jambi dan pernah menjabat Kabag Kesra Setda.

Meski usianya relatif muda, Saleh tak memiliki catatan skandal publik. Ia ditugaskan Wali Kota Maulana untuk memacu keterbukaan informasi publik di Kota Jambi.

6. Ajrisa Windra (Kadis PUPR Kabupaten Batanghari) - Penantang Eksternal

Ajrisa menjadi satu-satunya 'kuda hitam' dari luar Pemkot Jambi. Ia adalah birokrat karir bergelar S.T. dan M.M. yang saat ini memimpin Dinas PUPR di Kabupaten Batanghari.

Meski berstatus orang luar, Ajrisa tak bisa diremehkan. Pada seleksi Kadis PUPR Kota Jambi tahun 2023 lalu, ia nyaris menang dan berada di peringkat kedua (skor 84,49) tepat di bawah Momon S. Fitra. Rekam jejaknya di Batanghari terbilang aman tanpa catatan masalah.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Kota Jambi menegaskan bahwa proses seleksi atau job fit Sekda ini akan digelar terbuka, transparan, dan sesuai aturan main (PP No. 11/2017).

Meski rekam jejak kelima calon ini rata-rata cemerlang dan bersih dari kasus hukum. Pengamat Nasrol Yaser mengingatkan satu realita politik dalam birokrasi daerah, dukungan Wali Kota adalah kunci utama.

Mereka menilai, sehebat apa pun hasil seleksi Panitia Seleksi (Pansel), proses tersebut akan sulit dibendung jika Wali Kota Maulana sudah "menghendaki" atau memberikan karpet merah kepada satu figur tertentu.

Wakil Wali Kota Jambi, Diza Aljosha, dikabarkan juga turut menaruh perhatian khusus terhadap pengisian jabatan 'Jenderal ASN' tersebut. Berdasarkan informasi dari sumber Jambi Link, Diza secara senyap juga tengah menyiapkan figur kepercayaan untuk masuk ke dalam bursa pencalonan Sekda.

Langkah strategis ini dinilai sebagai manuver yang wajar dan berpandangan jauh ke depan. Keberadaan sosok Sekda yang selaras dan mampu menerjemahkan ritme kerja Wakil Wali Kota dianggap krusial. Hal ini mengingat nama Diza Aljosha saat ini mulai santer disebut sebagai kandidat terkuat untuk melenggang pada kontestasi Pemilihan Wali Kota (Pilwako) Jambi 2029 mendatang.

Memastikan kursi Sekda diisi oleh birokrat yang memiliki visi sejalan tentu akan sangat membantu menjaga stabilitas roda pemerintahan dan kesinambungan program pelayanan publik, terutama menjelang tahun-tahun transisi politik ke depan. Keselarasan birokrasi menjadi kunci agar target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tidak terhambat oleh dinamika elektoral.

Meski Diza memiliki proyeksi jangka panjang dan menyiapkan figur andalannya, konstelasi ini dipastikan tidak akan memicu friksi di internal pemerintahan. Sumber yang sama menegaskan bahwa figur penentu mutlak dari siapa yang akan menduduki kursi Sekda tetap berada di tangan Wali Kota Jambi, dr. Maulana.

Sebagai Kepala Daerah, Maulana memiliki hak prerogatif penuh untuk memberikan persetujuan akhir setelah tahapan seleksi Panitia Seleksi (Pansel) rampung. Sinergi antara Maulana dan Diza diyakini akan tetap solid dalam merumuskan satu nama terbaik. Keduanya dipastikan akan mengedepankan sosok birokrat yang tidak hanya berprestasi secara administratif, tetapi juga mampu menjaga keharmonisan tim kerja Pemkot Jambi.

Dengan latar belakang pendidikan dan relasi politik yang beragam, persaingan menuju kursi 'Jenderal ASN' Kota Jambi 2026 ini dipastikan bakal berlangsung alot. Siapakah yang akan mendapat restu politik dan lolos seleksi? Menarik untuk ditunggu!(*)

BeritaSatu Network