Bedah Anggaran Balai Pertanian Jambi 2026: Rp 5,5 Miliar Cair, Biaya Perawatan Kantor Kalahkan Beli Benih!

WIB
ist

Jambi - Upaya modernisasi sektor pertanian di Provinsi Jambi terus dikebut oleh pemerintah pusat. Di Tahun Anggaran 2026 ini, Kementerian Pertanian melalui Satuan Kerja Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Jambi mendapat alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 5.575.658.000 (Rp 5,57 Miliar).

Namun, rincian penggunaan duit lima miliar rupiah ini memunculkan fakta yang cukup menarik. Berdasarkan penelusuran data Rencana Umum Pengadaan (RUP) per tahun 2026, alokasi anggaran terbesar ternyata tidak dihabiskan untuk membeli benih atau urusan kebun, melainkan tersedot untuk biaya perawatan dan operasional kantor.

Dari total Rp 5,57 miliar tersebut, BBPMP Jambi menghabiskan lebih dari Rp 2,55 Miliar (hampir separuh APBN) khusus untuk pos Operasional, Aset, dan Pemeliharaan Kantor. Biaya ini meliputi tagihan langganan listrik yang mencapai Rp 318 Juta, pemeliharaan peralatan dan mesin Rp 601 Juta, hingga biaya perawatan gedung sebesar Rp 573 Juta.

Sementara itu, untuk program utama di sektor pertanian seperti produksi dan pembelian benih unggul, pemerintah mengalokasikan dana sekitar Rp 2,35 Miliar. Salah satu fokus utamanya adalah memproduksi 20 ton Benih Bawang Putih yang menelan biaya mencapai Rp 636 Juta, serta produksi benih padi spesifik lokasi senilai Rp 182 Juta.

Untuk menjamin transparansi, berikut adalah rincian lengkap 72 paket pengadaan (yang telah dikonsolidasikan menjadi 44 pos belanja utama) pada Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Jambi Tahun 2026, yang telah kami rangkum ke dalam 4 kategori utama:

1. Operasional, Aset & Pemeliharaan Kantor (Total: Rp 2.559.523.000)

Anggaran paling 'gendut' untuk menjaga roda birokrasi dan fasilitas kantor tetap berjalan lancar.

  • Belanja Pemeliharaan Peralatan dan Mesin: Rp 601.557.000
  • Belanja Pemeliharaan Gedung dan Bangunan: Rp 573.215.000
  • Belanja Keperluan Perkantoran: Rp 549.379.000
  • Belanja Langganan Listrik: Rp 318.000.000
  • Belanja Barang Operasional Lainnya: Rp 157.600.000
  • Belanja Keperluan Sehari-hari Perkantoran: Rp 102.810.000
  • Belanja Barang Persediaan Pemeliharaan Gedung dan Bangunan: Rp 79.507.000
  • Belanja Barang Non Operasional Lainnya: Rp 70.000.000
  • Biaya Minuman/Makanan Untuk Rapat/Pertemuan: Rp 47.832.000
  • Belanja Langganan Air: Rp 21.000.000
  • Biaya Pajak Kendaraan Operasional Kantor: Rp 17.000.000
  • Belanja Langganan Telepon: Rp 12.000.000
  • Biaya langganan surat kabar/majalah/mediacetak lainnya: Rp 5.000.000
  • Biaya Bahan Bakar Minyak Genset: Rp 4.623.000

2. Kegiatan Pertanian, Benih & Bahan Baku (Total: Rp 2.359.078.000)

Urat nadi modernisasi pertanian, mulai dari penyediaan benih bawang putih hingga jagung.

  • Belanja Barang Persediaan Bahan Baku: Rp 814.939.000
  • Produksi Benih Sumber Bawang Putih - Jambi (20 Ton): Rp 636.687.000
  • Benih Bawang Putih: Rp 255.000.000
  • Produksi benih sumber Padi Spesifik Lokasi (SS) (20 Ton): Rp 182.482.000
  • Unit Benih Sumber Kedelai Spesifik Lokasi (30 TON): Rp 139.058.000
  • Pelaksanaan Produksi Benih Sumber Gandum Spesifik Lokasi (17,5 TON): Rp 74.744.000
  • Produksi benih sumber Padi Spesifik Lokasi (FS) (5 Ton): Rp 65.029.000
  • Produk Teknologi Terapan Pertanian Adaptif dan Modern: Rp 53.616.000
  • Pelaksanaan Produksi Benih Sumber Jagung Spesifik Lokasi (10 Ton): Rp 53.521.000
  • Pelaksanaan Produksi Benih Sumber Bawang Merah 3 Ton SS: Rp 47.070.000
  • Jasa Pengiriman Benih FS: Rp 11.400.000
  • Biaya Pengiriman Benih: Rp 8.400.000
  • Jasa Pengiriman Benih: Rp 6.250.000
  • Layanan Diseminasi dan Penerapan Modernisasi Pertanian: Rp 6.008.000
  • Jasa Pengiriman Benih SS: Rp 4.874.000

3. Manajemen, Evaluasi & Kebutuhan Pegawai (Total: Rp 425.577.000)

  • Belanja Bahan: Rp 147.672.000
  • Belanja Barang Persediaan Barang Konsumsi: Rp 100.000.000
  • Pakaian Dinas/Kerja Resmi Pegawai: Rp 97.840.000
  • Sinkronisasi Kegiatan: Rp 17.210.000
  • Layanan Ketatausahaan Rumah Tangga, Keuangan, dan Kepegawaian: Rp 11.134.000
  • Fasilitasi Manajemen Penguatan Akuntabilitas Kinerja: Rp 9.336.000
  • Belanja Penambah Daya Tahan Tubuh: Rp 9.000.000
  • Belanja Pengiriman Surat Dinas Pos Pusat: Rp 8.032.000
  • Belanja Lisensi Aplikasi (Hosting): Rp 6.600.000
  • Belanja Lisensi Aplikasi Untuk Penyimpanan Online (Google Drive dan Dropbox): Rp 6.600.000
  • Belanja Lisensi Aplikasi Untuk Penyelenggaraan Online/Video Conference: Rp 6.000.000
  • Layanan Humas dan PPID: Rp 3.579.000
  • Monitoring Evaluasi dan Manajemen Risiko Indeks: Rp 2.574.000

4. Honorarium & Jasa Tenaga Kerja (Total: Rp 231.480.000)

  • Belanja Langganan Daya dan Jasa Lainnya: Rp 138.120.000
  • Belanja Honor Operasional Satuan Kerja: Rp 93.360.000

Dengan disetujuinya kucuran dana APBN Rp 5,57 Miliar tersebut, publik khususnya para petani di Jambi tentu berharap agar BBPMP Jambi tidak hanya berfokus pada kemegahan dan perawatan fasilitas kantor, tetapi benar-benar mampu menyalurkan benih berkualitas dan teknologi tani modern ke ladang-ladang warga.(*)

BeritaSatu Network