Dari Sugianto Chin hingga Sarmadoli, 6 Master Nasional Ramaikan Jambi Chess Candidate Tournament di Pavilliun JBC

WIB
IST

Jambi – Catur Jambi kembali bergerak.

Bukan sekadar pertandingan biasa. Bukan pula sekadar ajang kumpul para pecatur. Kali ini, sebanyak 10 pecatur di Provinsi Jambi akan beradu kemampuan dalam Jambi Chess Candidate Tournament.

Enam di antaranya menyandang gelar Master Nasional.

Turnamen ini dijadwalkan berlangsung pada 1-3 Juni 2026 di Pavilliun JBC.

Di atas papan catur nanti, yang diuji bukan hanya kemampuan membuka permainan. Bukan hanya cara menyerang. Bukan hanya hafalan teori. Yang diuji adalah strategi, konsistensi, ketahanan mental, dan kemampuan mengambil keputusan dalam tekanan.

Sebab catur memang begitu.

Diam di luar. Ribut di dalam kepala.

Ketua Percasi Provinsi Jambi, Mario Liberty Siregar, mengatakan turnamen ini digelar untuk mendorong kemajuan atlet catur dan Percasi Provinsi Jambi.

“Tentu turnamen para master ini untuk kemajuan atlet catur dan Percasi Provinsi Jambi. Melalui ajang ini kita ciptakan persaingan yang kompetitif antarmaster yang sudah diakui secara nasional dengan hasil turnamen bulanan berdasarkan rating provinsi,” ujar Mario, Jumat, 29 Mei 2026.

Enam Master Nasional yang akan meramaikan Jambi Chess Candidate Tournament tersebut adalah:

NoNama PecaturGelar
1Sugianto ChinMaster Nasional
2Miduk HutabaratMaster Nasional
3WinarnoMaster Nasional
4Rori MuldiantoMaster Nasional
5Izhar BafadhalMaster Nasional
6Sarmadoli Siringo-ringoMaster Nasional

Dari data yang diterima, total peserta turnamen ini berjumlah 10 pecatur. Namun, nama empat peserta lainnya belum dirinci dalam keterangan yang disampaikan.

Meski begitu, kehadiran enam Master Nasional saja sudah cukup membuat turnamen ini terasa panas.

Papan catur di Pavilliun JBC akan menjadi tempat para pecatur senior menguji ulang reputasi. Siapa yang masih tajam. Siapa yang stabil. Siapa yang mampu bertahan dalam tekanan. Dan siapa yang layak masuk radar pembinaan menuju level lebih tinggi.

Mario menegaskan, turnamen kandidat ini menjadi bagian dari upaya menciptakan sistem kompetisi yang lebih sehat dan terukur di tubuh Percasi Jambi.

Persaingan antarmaster dinilai penting agar para pecatur tidak hanya mengandalkan nama besar atau gelar. Mereka tetap harus membuktikan performa di papan pertandingan.

Di sinilah menariknya.

Dalam catur, gelar memang penting. Tapi gelar tidak bisa menggerakkan bidak. Yang menggerakkan bidak tetap pikiran, ketenangan, perhitungan, dan keberanian mengambil risiko.

Turnamen ini akan memperlihatkan siapa yang paling siap secara teknik, strategi, dan mental.

Sekretaris Umum Pengprov Percasi Jambi, Ali Sabri, menambahkan bahwa sejatinya ada tujuh Master Nasional di Jambi.

Namun, dari tujuh Master Nasional tersebut, hanya enam orang yang dapat mengikuti Jambi Chess Candidate Tournament kali ini.

Ali menyebut, turnamen kandidat ini direncanakan menjadi agenda rutin. Tidak hanya sekali. Tidak hanya seremonial.

“Catur kandidat ini direncanakan diadakan satu tahun empat kali. Tujuannya untuk menciptakan persaingan yang kompetitif antarmaster yang sudah diakui secara nasional dengan hasil turnamen bulanan berdasarkan rating provinsi,” ujar Ali Sabri.

Dengan format tersebut, Percasi Jambi ingin membangun atmosfer kompetisi yang berkelanjutan.

Bukan pecatur yang hanya muncul saat event besar.

Tapi pecatur yang terus diuji. Terus bermain. Terus menjaga rating. Terus membuktikan diri.

Percasi Jambi menilai sistem turnamen kandidat ini penting untuk memastikan atlet yang dikirim ke ajang lebih tinggi benar-benar memiliki performa stabil.

Termasuk untuk menghadapi kompetisi level nasional seperti Kejurnas.

Melalui mekanisme seleksi berbasis hasil pertandingan dan akumulasi rating, peluang atlet untuk tampil di Kejurnas menjadi lebih terbuka dan lebih terukur.

Artinya, pemilihan atlet tidak hanya berdasarkan nama. Tidak hanya berdasarkan senioritas. Tidak hanya berdasarkan ingatan lama tentang prestasi.

Tapi berdasarkan performa terkini.

Siapa yang bermain baik. Siapa yang konsisten. Siapa yang layak.

Itu ukuran yang sehat dalam olahraga.

Pemilihan Pavilliun JBC sebagai lokasi turnamen juga menjadi bagian menarik dari geliat catur Jambi.

JBC dalam beberapa waktu terakhir mulai menjadi salah satu ruang aktivitas masyarakat. Tidak hanya untuk bisnis, gaya hidup, dan hiburan, tetapi juga untuk kegiatan olahraga dan komunitas.

Kini, catur mendapat panggung.

Pavilliun JBC akan menjadi arena tempat para pecatur Jambi bertarung dalam diam. Di sana, setiap langkah akan dihitung. Setiap blunder bisa mahal. Setiap kemenangan bisa mengubah posisi rating.

Di atas papan catur, tidak ada suara keras.

Tapi pertarungannya bisa sangat sengit.(*)

BeritaSatu Network