Konsultan Perencana Sudah Dikunci CV Elniwsa, Kapan Tender Fisik Gedung Imigrasi Jambi Rp11,9 Miliar Dimulai?

WIB
IST

Jambi – Proyek pembangunan gedung kantor baru Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jambi mulai bergerak dari meja perencanaan.

Bukan pekerjaan fisik dulu.

Yang sudah selesai justru seleksi jasa konsultan perencanaan konstruksi.

Nama tendernya Pengadaan Jasa Konsultan Perencanaan Konstruksi Kegiatan Pembangunan Bangunan Gedung Kantor pada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jambi - Tahun Anggaran 2026 Evaluasi Prakualifikasi Ulang.

Pemenangnya adalah CV Elniwsa Konsultan.

Alamatnya di Komplek Villa Kenali Permai Blok P-15 Nomor 38, Mayang Mangurai, Kota Baru, Kota Jambi.

Harga penawarannya Rp835.000.830.

Harga terkoreksi tetap Rp835.000.830.

Setelah negosiasi, nilainya turun menjadi Rp827.133.150.

Paket ini bersumber dari APBN 2026. Pagu dan HPS-nya sama persis: Rp849.000.000.

Namun ada satu hal yang membuat proyek ini menarik dibaca.

Tender perencanaan sudah selesai.

Tapi proyek fisik pembangunan gedungnya belum ditender.

Nilai fisiknya jauh lebih besar Rp11,9 miliar.

Di sinilah publik perlu mulai mengawasi sejak awal.

Karena dokumen perencanaan akan menjadi pintu masuk bagi pekerjaan fisik. Dari konsultan inilah desain, spesifikasi, volume, kebutuhan ruang, struktur, dan estimasi teknis bangunan kelak disusun.

Jika perencanaannya kuat, pekerjaan fisik punya dasar.

Jika perencanaannya lemah, proyek Rp11,9 miliar bisa ikut bermasalah sejak gambar pertama.

Data Pokok Tender

NoUraianDetail
1Nama TenderPengadaan Jasa Konsultan Perencanaan Konstruksi Gedung Kantor Kanwil Ditjen Imigrasi Jambi TA 2026 Evaluasi Prakualifikasi Ulang
2Kode RUP62066871
3Nama PaketPengadaan Jasa Konsultan Perencanaan Konstruksi Kegiatan Pembangunan Bangunan Gedung Kantor Kanwil Ditjen Imigrasi Jambi TA 2026
4Sumber DanaAPBN
5Uraian SingkatUraian Singkat Pekerjaan Perencanaan.pdf
6Tanggal Pembuatan2 Februari 2026
7Tahap Saat IniTender Sudah Selesai
8K/L/PDKementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan
9Satuan KerjaIM05 Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jambi
10Jenis PengadaanJasa Konsultansi Badan Usaha Konstruksi
11MetodeSeleksi - Prakualifikasi Dua File - Pagu Anggaran
12Reverse AuctionTidak menggunakan Reverse Auction
13Tahun AnggaranAPBN 2026
14PaguRp849.000.000
15HPSRp849.000.000
16Jenis KontrakLumsum
17LokasiJl. Arif Rahman Hakim No. 63, Simpang IV Sipin, Telanaipura, Kota Jambi
18Bobot Teknis70,0
19Bobot Biaya30,0
20Peserta56 peserta

Pemenang Seleksi

NoUraianDetail
1PemenangCV Elniwsa Konsultan
2AlamatKomplek Villa Kenali Permai Blok P-15 No. 38, Mayang Mangurai, Kota Baru, Kota Jambi
3NPWP00*2**1****31**0
4Harga PenawaranRp835.000.830
5Harga TerkoreksiRp835.000.830
6Harga NegosiasiRp827.133.150
7Nilai evaluasi tercatat95,0; 95,0; 92,56
8StatusMenang

Harga negosiasi pemenang lebih rendah Rp21.866.850 dari HPS.

Jika dihitung, turun sekitar 2,58 persen.

Dari harga penawaran ke harga negosiasi, terjadi penurunan Rp7.867.680.

Selisihnya tidak besar.

Ini bukan paket yang dimenangkan dengan diskon tajam.

Pemenang bergerak dekat dengan HPS.

Salah satu titik yang langsung terlihat adalah nilai pagu dan HPS sama persis, yakni Rp849.000.000.

Ini tidak otomatis salah.

Namun dalam pengadaan pemerintah, HPS seharusnya mencerminkan estimasi kewajaran harga berdasarkan perhitungan yang bisa diuji.

Ketika pagu dan HPS sama persis, publik wajar bertanya: bagaimana rincian perhitungan HPS disusun?

Apakah berdasarkan standar remunerasi tenaga ahli?

Apakah menghitung kebutuhan survei, desain, gambar kerja, RAB, spesifikasi teknis, dokumen tender, dan pendampingan?

Apakah ada pembanding harga dari pekerjaan sejenis?

Karena nilai Rp849 juta untuk perencanaan bukan angka kecil.

Apalagi ia menjadi pintu menuju proyek fisik Rp11,9 miliar.

Bagian paling strategis dari data ini adalah posisi paket perencanaan terhadap proyek utama.

Paket konsultan perencanaan sudah selesai.

Tetapi proyek fisik Pembangunan Bangunan Gedung Kantor pada Kanwil Ditjen Imigrasi Jambi disebut belum ditender.

Nilai fisiknya sekitar Rp11,9 miliar.

Ini membuat tahapan proyek perlu diawasi sejak awal.

Perencanaan tidak boleh sekadar formalitas untuk membuka jalan tender fisik.

Perencanaan harus menjawab kebutuhan riil kantor.

Mulai dari luas bangunan, tata ruang layanan, ruang kerja, keamanan, akses publik, struktur, utilitas, standar gedung pemerintah, akses disabilitas, parkir, keselamatan kebakaran, sampai efisiensi biaya.

Jika dokumen perencanaan tidak matang, tender fisik bisa menyimpan risiko: pekerjaan tambah kurang, spesifikasi berubah, kualitas turun, atau bangunan tidak sesuai kebutuhan.

Syarat Administrasi dan Legalitas

NoSyaratKeterangan
1Perizinan usahaMemenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan
2NIB berbasis risikoKBLI 71102
3SBURK001 Jasa Arsitektural Bangunan Gedung Hunian dan Non Hunian
4Sertifikat standar71102 Aktivitas Keinsinyuran dan Konsultasi Teknis YBDI
5PajakStatus valid berdasarkan KSWP
6Kapasitas hukumAkta, kuasa bila ada, bukti pegawai tetap bila dikuasakan, KTP
7Pakta integritasWajib disetujui
8Surat pernyataan pesertaWajib disetujui
9Konsorsium/KSOHarus memiliki perjanjian jika dilakukan
10Leadfirm KSOHarus setingkat atau lebih tinggi dari anggota

Peserta juga wajib menyetujui surat pernyataan yang memuat banyak hal.

NoIsi PernyataanInti
1Tidak dalam pengawasan pengadilanTidak pailit dan usaha tidak dihentikan
2Tidak daftar hitamBadan usaha tidak sedang dikenakan sanksi
3Pengurus tidak daftar hitamBertindak atas nama badan usaha tidak sedang menjalani sanksi
4Tidak konflik kepentinganKeikutsertaan tidak menimbulkan pertentangan kepentingan
5Tidak menjalani pidanaYang bertindak atas nama badan usaha tidak sedang menjalani sanksi pidana
6Bukan pegawai K/L/PDKecuali sedang cuti di luar tanggungan negara
7Pernyataan lainSesuai syarat dalam Dokumen Pemilihan
8Data benarJika palsu siap sanksi administratif, daftar hitam, gugatan perdata, atau pidana

Syarat KSO

NoBentuk KSODiperbolehkan
1Non kecil dengan non kecilYa
2Non kecil dengan kecilYa
3Non kecil dengan koperasiYa
4Kecil dengan kecilYa
5Kecil dengan koperasiYa
6Koperasi dengan koperasiYa

Batas anggota KSO untuk pekerjaan tidak kompleks paling banyak 3 perusahaan.

Untuk pekerjaan kompleks, paling banyak 5 perusahaan.

Ketentuan ini menunjukkan ruang kompetisi dibuka, tetapi hasil akhirnya tetap menyisakan satu pertanyaan: dari 56 peserta, mengapa hanya satu yang akhirnya tampil sebagai pemenang dengan harga negosiasi?

Syarat Teknis

NoSyarat TeknisKeterangan
1Pengalaman konsultansiMinimal 1 pekerjaan jasa konsultansi konstruksi dalam 4 tahun terakhir
2Pengalaman sejenisUntuk usaha kecil berdasarkan subklasifikasi
3Usaha menengah/besarBerdasarkan subklasifikasi atau lingkup pekerjaan
4Jangka pengalamanPekerjaan sejenis dalam 10 tahun terakhir
5Subklasifikasi utamaRK001
6KBLI71102

Syaratnya terlihat administratif dan teknis.

Namun dari hasil evaluasi, banyak peserta justru gugur karena persoalan dasar: tempat usaha, izin lokasi, SITU, surat pernyataan OSS terkait tata ruang, tidak hadir pembuktian, SBU tidak sesuai, hingga tidak memenuhi ambang batas teknis.

56 Peserta, Banyak yang Tersandung Administrasi

Tender ini diminati banyak peserta.

Totalnya 56 peserta.

Namun hasil evaluasi memperlihatkan banyak peserta tersingkir bukan semata karena kualitas desain atau harga, tetapi karena syarat administrasi dan pembuktian.

Ada yang disebut tidak menguasai tempat usaha.

Ada yang tidak memiliki alamat jelas.

Ada yang tidak menyampaikan izin lokasi OSS atau SITU.

Ada yang tidak menyampaikan surat pernyataan usaha mikro/kecil terkait tata ruang.

Ada yang tidak hadir pembuktian kualifikasi.

Ada yang tidak menyampaikan SBU RK001.

Ada yang tidak memenuhi nilai ambang batas teknis.

Ini menjadi titik sorot.

Apakah syarat administrasi memang dipenuhi secara ketat?

Apakah peserta kurang siap?

Apakah dokumen pemilihan terlalu mudah menjatuhkan peserta?

Atau memang banyak konsultan hanya ikut daftar tanpa kesiapan penuh?

Peserta dengan Catatan Evaluasi

NoPeserta/NPWPCatatan
1CV Elniwsa Konsultan / 00*2**1****31**0Nilai tercatat 95,0; 95,0; 92,56. Penawaran Rp835.000.830. Negosiasi Rp827.133.150. Menang
2PT Rohim Khoirul Cipta Sentosa / 00*2**6****61**0Tidak menguasai tempat usaha, masa sewa sampai 10 Februari 2026; tidak memiliki alamat jelas sesuai izin lokasi OSS/SITU/surat pernyataan tata ruang
3PT Archinine Reka Consultant / 09*6**1****39**0Tidak menguasai tempat usaha; tidak memiliki alamat jelas sesuai OSS/SITU/surat pernyataan tata ruang
4PT Azevedopratama Consultants / 00*1**4****02**0Tidak menguasai tempat usaha; tidak memiliki alamat jelas sesuai OSS/SITU/surat pernyataan tata ruang
5CV Bosco Consultant / 00*8**0****31**0Tidak memenuhi nilai ambang batas kualifikasi teknis pengalaman 4 tahun terakhir
6CV Multy Deseko / 00*6**7****11**0Tidak hadir pembuktian kualifikasi sesuai jadwal
7Setindo Karya Konsultan / 07*9**4****31**0Tidak menyampaikan surat pernyataan mandiri pelaku usaha kecil terkait tata ruang dari OSS
8CV Cakra Trihanda Konsultan / 00*1**9****31**0Tidak menyampaikan surat pernyataan mandiri pelaku usaha kecil terkait tata ruang dari OSS
9CV Numeric Engineering Consultant / 00*8**8****27**0Tidak menyampaikan surat pernyataan mandiri pelaku usaha kecil terkait tata ruang dari OSS
10CV Proba Gnial Struktur / 04*8**5****35**0Tidak hadir pembuktian kualifikasi sesuai jadwal
11PT Calvindam Jaya EC / 00*0**4****16**0Tidak dapat menunjukkan bukti kepemilikan/penguasaan tempat usaha dan izin lokasi OSS/SITU/surat pernyataan tata ruang saat pembuktian
12CV Arkaan Nusantara Consultant / 06*0**5****02**0Skor pembuktian kualifikasi tidak memenuhi ambang batas
13PT Inasa Sakha Kirana / 00*3**1****41**0Tidak menyampaikan SBU kecil RK001; tidak menyampaikan izin lokasi OSS/SITU/surat pernyataan tata ruang
14PT Kreasi Cipta Engineerimg / 07*6**2****23**0Tidak menyampaikan SBU kecil RK001; tidak menyampaikan izin lokasi OSS/SITU/surat pernyataan tata ruang
15PT Cidiach Karya Nusantara / 08*2**5****28**0Tidak menyampaikan izin lokasi OSS/SITU/surat pernyataan tata ruang
16CV Zuro Consultant / 07*0**9****31**0Nilai tercatat 100,0 dan 80,0; catatan gugur tidak tercantum dalam data
17CV Citra Nugraha Konsultan / 00*4**1****31**0Tidak menyampaikan izin lokasi OSS/SITU/surat pernyataan tata ruang
18CV Hexa Mitraindo / 00*6**6****31**0Nilai tercatat 95,0 dan 75,0; catatan gugur tidak tercantum dalam data
19PT Syapril Janizar / 03*8**4****29**0Tidak hadir pembuktian kualifikasi sesuai jadwal
20CV Media Teknik Konsultan / 00*0**8****31**0Nilai tercatat 80,0; 95,0; 79,96. Tidak lulus ambang batas kualifikasi tenaga ahli
21CV Bahari Mekanika Consultant / 00*2**6****31**0Tidak hadir pembuktian kualifikasi sesuai jadwal
22CV Geosylva Lestari / 00*0**5****22**0Tidak menyampaikan bukti penguasaan kantor; tidak menyampaikan izin lokasi OSS/SITU/surat pernyataan tata ruang; tidak memenuhi ambang batas teknis
23CV Desain Teknik / 00*5**4****31**0Tidak menyampaikan surat pernyataan usaha mikro/kecil terkait tata ruang dari OSS; tidak memenuhi ambang batas teknis
24PT Remon Putra Mandiri / 00*2**0****09**0Tidak memenuhi ambang batas kualifikasi teknis

Peserta Lain yang Tercatat

Untuk peserta nomor 25 sampai 56, tidak mencantumkan catatan evaluasi rinci.

NoPeserta/NPWPCatatan
25CV Lembaga Konsultanaindo / 00*3**9****07**0Catatan evaluasi tidak tercantum
26PT Bayu Berlian Mandiri / 00*3**9****35**0Catatan evaluasi tidak tercantum
27Multimage Konsultan / 00*7**8****05**0Catatan evaluasi tidak tercantum
28CV Mitra Desain Arcagraha / 00*6**8****31**0Catatan evaluasi tidak tercantum
29CV Uwais Putra Mandiri / 04*1**9****07**0Catatan evaluasi tidak tercantum
30Putra Tunggal Mandiri CV / 02*1**3****24**0Catatan evaluasi tidak tercantum
31CV Cipta Purnama Mandiri / 00*2**0****23**0Catatan evaluasi tidak tercantum
32PT Gemilang Aksara Sejahtera / 06*9**5****35**0Catatan evaluasi tidak tercantum
33PT Petalin Karya Lestari / 06*8**7****39**0Catatan evaluasi tidak tercantum
34PT Selaras Multiarsi Konsultan / 03*1**8****29**0Catatan evaluasi tidak tercantum
35CV Septhia Fajar Banesa / 08*7**5****31**0Catatan evaluasi tidak tercantum
36CV Pratama Konsultan / 09*0**9****31**0Catatan evaluasi tidak tercantum
37CV Aksara Konsultan / 04*8**4****35**0Catatan evaluasi tidak tercantum
38PT Miftah Multi Design / 00*2**0****05**0Catatan evaluasi tidak tercantum
39PT Paduraksa Konsultan / 00*3**5****29**0Catatan evaluasi tidak tercantum
40PT Global Madanindo Konsultan / 00*8**6****05**0Catatan evaluasi tidak tercantum
41CV Tatajaya Consultants / 00*6**9****04**0Catatan evaluasi tidak tercantum
42PT Guteg Harindo / 00*3**1****31**0Catatan evaluasi tidak tercantum
43PT Hasfarm Dian Konsultan / 00*3**8****31**0Catatan evaluasi tidak tercantum
44PT Paradhiguna Dwipantara Loka / 07*0**1****22**0Catatan evaluasi tidak tercantum
45CV Rekans Tri Perkasa / 08*8**5****31**0Catatan evaluasi tidak tercantum
46Cikal Transparansi Konsultan / 07*6**1****01**0Catatan evaluasi tidak tercantum
47CV Archilive Indonesia / 07*1**6****01**0Catatan evaluasi tidak tercantum
48CV Piramid Global Konsultan / 00*2**5****22**0Catatan evaluasi tidak tercantum
49PT Inkoneksi Izi Konsultan / 00*3**7****17**0Catatan evaluasi tidak tercantum
50PT Multi Pros / 00*3**6****13**0Catatan evaluasi tidak tercantum
51PT Buanatama Dimensi Consultants / 00*5**3****15**0Catatan evaluasi tidak tercantum
52CV Isam Studio Konsultan / 04*7**6****28**0Catatan evaluasi tidak tercantum
53CV Adie Jaya Perkasa / 06*7**3****21**0Catatan evaluasi tidak tercantum
54PT Asrimadya Tuah Karya / 08*5**8****11**0Catatan evaluasi tidak tercantum
55PT Darmasraya Mitra Amerta / 07*4**5****41**0Catatan evaluasi tidak tercantum
56CV Mitra Yenuko Pratama / 00*5**8****31**0Catatan evaluasi tidak tercantum

Banyak Gugur karena Alamat dan OSS

Jika dilihat dari alasan gugur yang tercantum, pola paling sering muncul adalah soal tempat usaha dan dokumen OSS/SITU.

Ada peserta yang disebut tidak menguasai tempat usaha.

Ada yang masa sewanya hanya sampai 10 Februari 2026.

Ada yang tidak memiliki alamat jelas.

Ada yang tidak menunjukkan bukti kepemilikan atau penguasaan tempat usaha saat pembuktian.

Ada pula yang tidak menyampaikan surat pernyataan usaha mikro atau usaha kecil terkait tata ruang yang diterbitkan sistem OSS.

Ini menarik.

Karena dalam tender konsultan perencanaan gedung kantor, sejumlah peserta justru tersandung pada syarat paling dasar: legalitas dan alamat usaha.

Bagi publik, ini menimbulkan dua kemungkinan pembacaan.

Pertama, Pokja memang bekerja ketat menyeleksi legalitas peserta.

Kedua, banyak konsultan ikut tender tanpa kesiapan dokumen yang layak.

Keduanya tetap layak dicermati.

Karena tender pemerintah tidak boleh hanya ramai di pendaftaran, tetapi miskin peserta yang benar-benar memenuhi syarat.

Nama tender memuat frasa Evaluasi Prakualifikasi Ulang.

Frasa ini penting.

Artinya ada proses ulang pada tahap evaluasi prakualifikasi.

Publik berhak tahu: mengapa evaluasi harus diulang?

Apakah karena sanggahan?

Apakah karena koreksi Pokja?

Apakah karena ada kesalahan evaluasi awal?

Apakah karena dokumen peserta perlu diperiksa kembali?

Atau karena alasan teknis lain?

Evaluasi ulang tidak otomatis bermasalah.

Namun dalam paket perencanaan hampir Rp849 juta, transparansi alasan evaluasi ulang menjadi penting agar tidak menimbulkan kecurigaan.

Seorang warga Kota Jambi, Elas, menilai proyek ini harus diawasi sejak tahap perencanaan.

“Kalau gedungnya nanti Rp11,9 miliar, jangan tunggu fisiknya jalan baru diawasi. Perencanaannya harus dibuka. Desainnya seperti apa, ruang layanannya bagaimana, dan spesifikasinya apa,” ujarnya.

Warga lainnya, Arif, menyoroti banyaknya peserta yang gugur karena administrasi.

“Kalau 56 peserta tapi banyak gugur karena alamat, OSS, SITU, dan pembuktian, itu menarik. Apakah pesertanya tidak siap, atau syaratnya terlalu teknis. Pokja harus bisa menjelaskan,” katanya.

Sementara warga lain mempertanyakan HPS yang sama persis dengan pagu.

“Kalau HPS sama dengan pagu, masyarakat ingin tahu hitungannya. Ini konsultan hampir Rp849 juta. Jangan sampai angka muncul begitu saja,” ujarnya.

Konsultan Perencana Gedung Imigrasi Jambi Diminta Buat Desain Efisien, Tak Mewah Berlebihan

Rencana pembangunan gedung Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jambi mulai memasuki tahapan penting.

Tahap itu adalah perencanaan.

Dalam dokumen uraian singkat pekerjaan perencanaan, konsultan perencana diminta menyiapkan desain bangunan secara profesional. Bukan hanya gambar. Bukan hanya konsep. Tetapi juga detail teknis yang akan menjadi dasar pelaksanaan konstruksi.

Dokumen tersebut menjelaskan, keberhasilan pekerjaan pembangunan sangat bergantung pada kualitas perencanaan. Karena itu, konsultan perencana harus mampu menghasilkan gambar kontrak yang jelas, tidak saling bertentangan, dan sesuai dengan kondisi lapangan.

Spesifikasi bangunan juga harus disusun secara detail.

Tujuannya agar tidak terjadi hambatan ketika pekerjaan fisik konstruksi dimulai. Termasuk saat pemilihan material dan pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

Dalam dokumen itu, konsultan perencana disebut bertugas menyusun perencanaan struktur, mekanikal elektrikal, arsitektur, landscape, rencana anggaran biaya atau RAB, serta dokumen pelengkap lainnya.

Artinya, peran konsultan perencana tidak kecil.

Ia menjadi pintu awal.

Dari meja perencana, arah bangunan ditentukan. Dari gambar kerja, mutu proyek diuji. Dari RAB, efisiensi anggaran mulai terbaca.

Dokumen pekerjaan juga merinci sejumlah tugas yang harus dilaksanakan konsultan perencana. Di antaranya persiapan perencanaan, pengukuran, pengumpulan data dan informasi lapangan, serta interpretasi awal terhadap Kerangka Acuan Kerja atau KAK.

Konsultan juga diminta berkonsultasi dengan pemerintah daerah setempat terkait aturan daerah dan perizinan bangunan.

Setelah itu, konsultan menyusun prarencana, pengembangan rencana, hingga rencana detail perencanaan.

Tidak berhenti di sana. Konsultan perencana juga diminta membantu Pejabat Pembuat Komitmen atau PPK pada saat pelelangan. Termasuk dalam penjelasan pekerjaan atau aanwijzing dan penyusunan berita acara penjelasan pekerjaan jika diperlukan.

Bagian ini penting.

Sebab dokumen perencanaan bukan hanya dipakai untuk membuat bangunan. Dokumen itu juga menjadi dasar tender fisik konstruksi.

Jika perencanaan kabur, tender fisik bisa bermasalah.

Jika gambar tidak jelas, kontraktor bisa menafsirkan berbeda.

Jika RAB tidak cermat, risiko pemborosan atau pekerjaan tidak sesuai kebutuhan bisa muncul.

Karena itu, dokumen tersebut menegaskan bahwa konsultan perencana bertanggung jawab secara profesional atas jasa perencanaan yang dilakukan.

Hasil karya perencanaan harus memenuhi standar yang berlaku. Perencanaan juga harus mengakomodasi batasan yang diberikan dalam kegiatan, termasuk dari sisi pembiayaan, waktu penyelesaian, dan mutu bangunan.

Selain itu, hasil perencanaan wajib memenuhi peraturan, standar, dan pedoman teknis bangunan gedung yang berlaku.

Ada satu bagian yang menarik dalam dokumen tersebut.

Konsultan perencana diminta memperhatikan asas bangunan gedung. Bangunan harus fungsional, efisien, menarik, tetapi tidak berlebihan.

Kreativitas desain juga tidak boleh ditekankan pada kelatahan gaya dan kemewahan material. Desain justru harus mampu mempertemukan fungsi teknis dan fungsi sosial bangunan.

Terlebih, bangunan yang dirancang merupakan bangunan pelayanan kepada masyarakat.

Dokumen itu juga menekankan agar biaya investasi dan pemeliharaan bangunan selama umur pemakaian diusahakan serendah mungkin, sepanjang tidak mengganggu produktivitas kerja.

Dengan kata lain, gedung yang dirancang tidak boleh hanya tampak bagus di gambar.

Ia harus bisa bekerja.

Harus efisien.

Harus mudah dirawat.

Harus memberi manfaat pelayanan.

Dan harus bisa dibangun dalam waktu yang relatif pendek agar segera dimanfaatkan.

Dalam konteks pelayanan keimigrasian, kualitas bangunan menjadi penting. Gedung kantor bukan sekadar ruang kerja aparatur. Ia juga menjadi tempat pelayanan publik.

Di sana masyarakat mengurus dokumen. Di sana pelayanan administrasi keimigrasian berlangsung. Di sana wajah negara hadir di hadapan warga.

Karena itu, perencanaan gedung Imigrasi Jambi perlu dibaca sebagai tahap awal yang menentukan.

Pertanyaannya kemudian: seperti apa desain akhirnya? Berapa luas bangunannya? Apa saja ruang layanan yang akan disiapkan? Bagaimana standar pelayanan publiknya? Dan kapan tender fisik konstruksi dimulai?

Dokumen uraian singkat pekerjaan memang telah menjelaskan tugas umum konsultan perencana. Namun publik tetap membutuhkan informasi lanjutan yang lebih spesifik.

Terutama mengenai lokasi detail, kebutuhan ruang, luasan bangunan, nilai rencana konstruksi, jadwal pelaksanaan, serta target pemanfaatan gedung.

Transparansi pada tahap perencanaan akan membantu publik memahami arah proyek.

Sebab pembangunan gedung negara tidak boleh hanya berhenti sebagai paket pekerjaan. Ia harus menjawab kebutuhan pelayanan.(*)

BeritaSatu Network