proyek jalan Sarolangun

Lathisa Teknik Paling Sering Dapat Paket Konsultan PU Sarolangun, Siapa di Belakangnya?

Sarolangun - Nama CV Lathisa Teknik berkali-kali muncul dalam daftar pengadaan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sarolangun tahun anggaran 2026.

Bukan dua kali.

Bukan tiga kali.

Perusahaan konsultan ini tercatat mendapatkan lima paket sekaligus dengan total nilai Rp534.775.800.

Dari lima paket tersebut, empat diperoleh melalui pengadaan langsung. Satu lagi melalui seleksi.

Tiga Konsultan Borong 12 Paket PU Sarolangun Rp1,81 Miliar, Lathisa Paling Sering Muncul

Sarolangun - Belanja jasa konsultansi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sarolangun tahun anggaran 2026 menarik ditelisik.

Nama penyedianya banyak.

Tapi ketika daftar paket ditumpuk satu per satu, sejumlah nama muncul berulang kali.

Tiga di antaranya paling mencolok.

Ada CV Lathisa Teknik.

Ada Setindo Karya Konsultan.

Dan ada Dinamika Teknik.

Tiga perusahaan konsultan ini tercatat memperoleh 12 paket jasa konsultansi dengan nilai total Rp1.815.423.250 atau sekitar Rp1,81 miliar.

11 Proyek Perencanaan Jalan Sarolangun Dinas PU Rp 1,55 Miliar Digeber, Ini Pemenangnya

Sarolangun - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sarolangun melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mulai mematangkan rencana pembangunan infrastruktur untuk Tahun Anggaran 2026. Langkah awal ini dibuktikan dengan digelontorkannya dana APBD sebesar Rp 1.557.063.600 (Rp 1,55 Miliar) khusus untuk menyewa jasa konsultan perencana teknis jalan dan jembatan.

Dari Aspal Jalan hingga Pakaian Olahraga, Ini Daftar 13 Proyek Pemkab Sarolangun 2026 Beserta Pemenangnya

Sarolangun - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sarolangun mulai menggeber sejumlah proyek strategis pada Tahun Anggaran 2026. Dari penelusuran data Rencana Umum Pengadaan (RUP) APBD 2026, sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Diskominfo, hingga BKPSDM telah merilis rincian belanjanya.

BPK Temukan Kekurangan Volume pada Proyek Jalan CV Mutiara Berlian Rp 1,46 M di Limun Sarolangun

Proyek peningkatan Jalan Transos Desa Suka Damai, Sarolangun senilai Rp1,46 miliar oleh CV Mutiara Berlian bermasalah. Audit BPK RI 2025 menemukan kekurangan volume pekerjaan beton dan wiremesh senilai Rp322,99 juta, diduga akibat lemahnya pengawasan.

***

BPK RI Temukan Kekurangan Volume Rp 1 Miliar di Proyek Jalan CV Keisha, Publik Desak APH Turun Tangan

Temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI 2025 soal kekurangan volume Rp1,03 miliar pada proyek Pengaspalan Jalan Dalam Kota Sarolangun memicu reaksi deras dari warganet. Di media sosial, berbagai komentar bermunculan, mulai dari sindiran pahit hingga desakan agar aparat penegak hukum segera bergerak.

Seorang warganet bernama Muhammad Nabiil menuliskan panjang lebar pengalaman getir dunia kontraktor. Ia menyebut bisnis konstruksi kini sarat risiko dan rawan jerat hukum.

BPK RI Temukan Masalah Proyek Jalan Rp 17,87 M di Sarolangun: Volume Kurang Rp 1,16 Miliar, Berpotensi Kurangi Umur Jalan

BPK RI 2025 menemukan kekurangan volume Rp 1,16 miliar pada proyek Jalan Lubuk Kepayang–Kasang Melintang Sarolangun. Temuan ini berisiko menurunkan mutu jalan dan membebani biaya pemeliharaan.

***