Dirut Baru RSUD H.A Thalib Ditantang Buka-bukaan Proyek Gedung Rp 14 M dan Belanja Misterius Rp 44,6 M

WIB
ist

Sungai Penuh - Pemerintah Kota (Pemkot) Sungai Penuh resmi merombak pucuk pimpinan RSUD Mayjen H.A. Thalib. Posisi direktur yang sebelumnya dijabat oleh Debi Sartika kini resmi diambil alih oleh dr. Rofi Irman, Sp.PD.

Prosesi pengambilan sumpah jabatan sang direktur baru ini dilangsungkan di ruang pola Kantor Wali Kota Sungai Penuh pada Senin (4/5/2026) malam.

Namun, kursi panas ini tidak datang tanpa beban. dr. Rofi Irman langsung dihadapkan pada tumpukan 'PR' besar, terutama tuntutan transparansi tata kelola anggaran dan perbaikan mutu layanan rumah sakit.

Sorotan paling tajam saat ini tertuju pada rencana belanja RSUD Mayjen H.A. Thalib tahun anggaran 2026 yang mengundang tanda tanya publik. Rumah sakit pelat merah tersebut terpantau menyiapkan anggaran fantastis yang nyaris menyentuh angka Rp 45 miliar khusus untuk pengadaan barang dan jasa.

Anehnya, rincian pekerjaan dari dana puluhan miliar tersebut sama sekali tidak dijabarkan ke publik alias masih berstatus misterius.

Berdasarkan data pada sistem pengadaan, paket bernomenklatur "Belanja Barang dan Jasa BLUD" dengan Kode RUP 66861392 itu mematok Total Pagu sebesar Rp 44.692.345.100 (Rp 44,69 Miliar).

Tanda tanya soal transparansi belum usai. Dari total keseluruhan rencana belanja RSUD H.A. Thalib tahun 2026 yang menembus Rp 64,6 miliar, manajemen juga tercatat mengalokasikan dana jumbo untuk proyek fisik.

RSUD menyiapkan pagu sebesar Rp 14.167.956.000 (Rp 14,16 Miliar) untuk Pembangunan Gedung KJSU-KIA (PICU, NICU, CHATLAB, CYTOTOXIC).

Merujuk pada detail pengadaan (Kode RUP 66702566), proyek konstruksi gedung ini akan dieksekusi melalui metode Tender. Spesifikasi pekerjaannya diatur sesuai ketetapan Konsultan Perencana dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), dengan kewajiban menggunakan Produk Dalam Negeri dan menyasar Usaha Kecil/Koperasi.

Proyek belasan miliar ini tampaknya akan dikebut. Jadwal pemilihan penyedia (lelang) dipatok mulai April hingga Mei 2026. Sementara untuk jadwal pelaksanaan kontrak dan pemanfaatan gedung ditargetkan berjalan maraton sejak Mei hingga Desember 2026.

Kini, publik Sungai Penuh menanti gebrakan dr. Rofi Irman. Mampukah sang direktur baru membuka keran transparansi atas anggaran misterius Rp 44,6 miliar dan mengawal ketat proyek gedung Rp 14,1 miliar tersebut agar tak berujung masalah di kemudian hari?

Wakil Wali Kota Sungai Penuh, Azhar Hamzah mengatakan, rotasi jabatan ini merupakan bagian dari langkah strategis pemerintah daerah yang telah melalui koordinasi dengan Badan Kepegawaian Negara serta mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa jabatan di sektor kesehatan tidak hanya berkaitan dengan aspek birokrasi semata, melainkan juga menyangkut nilai-nilai kemanusiaan.

“Pelayanan kesehatan menyangkut nilai kemanusiaan. Karena itu, bekerja harus dengan tulus dan penuh tanggung jawab,” ujar Azhar.

Ia juga meminta manajemen baru RSUD MH A. Thalib segera melakukan pembenahan secara menyeluruh, terutama dalam meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.

 Menurutnya, perhatian tidak hanya pada aspek administrasi, tetapi juga kenyamanan pasien dan keluarga.

“Perbaiki manajemen dan tingkatkan kepedulian terhadap pasien. Kita ingin seluruh warga terlayani dengan sangat baik,” katanya.(*)

BeritaSatu Network