Kerinci – Proyek Rehab Berat Puskesmas Sanggaran Agung senilai Rp8,1 miliar yang menjadi temuan dalam audit BPK RI 2026 ternyata dikerjakan oleh CV Putra Sigegar Bumi.
Perusahaan ini beralamat di Desa Siulak Panjang, Kabupaten Kerinci, Jambi.
Data tender yang dihimpun menunjukkan, CV Putra Sigegar Bumi menjadi pemenang tender pekerjaan Rehab Berat Puskesmas Sanggaran Agung pada Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci tahun anggaran APBD 2025.
Nilai pagu paketnya Rp8.132.000.000.
Nilai HPS-nya juga Rp8.132.000.000.
Sama persis.
Tidak ada selisih satu rupiah pun antara pagu dan HPS.
CV Putra Sigegar Bumi menang dengan harga penawaran Rp8.107.921.259,41.
Harga terkoreksinya juga Rp8.107.921.259,41.
Sedangkan harga negosiasinya tercatat Rp8.107.921.259,52.
Angka negosiasi itu justru berbeda tipis Rp0,11 dari harga penawaran dan harga terkoreksi.
Secara nilai, harga pemenang hanya turun Rp24.078.740,48 dari HPS.
Persentasenya sekitar 0,30 persen.
Inilah yang membuat tender proyek tersebut menarik disorot.
Apalagi belakangan, proyek ini juga masuk dalam temuan BPK RI.
Rincian temuan BPK RI terkait proyek Rehab Berat Puskesmas Sanggaran Agung dapat dibaca di berita JambiLink.id berikut: Rehab Berat Puskesmas Sanggaran Agung Rp8,1 Miliar Jadi Temuan BPK RI 2026, Ini Rincian.
Data Pokok Tender
| Uraian | Data | Catatan |
|---|---|---|
| Nama tender | Rehab Berat Puskesmas Sanggaran Agung | Dinas Kesehatan Kerinci |
| Kode RUP | 58445667 | APBD |
| Tahun anggaran | APBD 2025 | Tender selesai |
| Jenis pengadaan | Pekerjaan konstruksi | Harga satuan |
| Metode | Tender pascakualifikasi | Harga terendah sistem gugur |
| Reverse auction | Tidak digunakan | - |
| Lokasi | Danau Kerinci | Kabupaten Kerinci |
| Kualifikasi | Usaha kecil | - |
Tender ini dibuat pada 2 Mei 2025.
Tahap tender sudah selesai.
Satuan kerja pelaksana adalah Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci.
Jenis pengadaan adalah pekerjaan konstruksi.
Metode pengadaan menggunakan Tender - Pascakualifikasi Satu File - Harga Terendah Sistem Gugur.
Tender ini tidak menggunakan Reverse Auction.
Jenis kontraknya Harga Satuan.
Pagu, HPS dan Harga Pemenang
| Uraian | Nilai | Catatan |
|---|---|---|
| Pagu | Rp8.132.000.000 | Sama dengan HPS |
| HPS | Rp8.132.000.000 | Tidak ada selisih |
| Penawaran pemenang | Rp8.107.921.259,41 | CV Putra Sigegar Bumi |
| Terkoreksi | Rp8.107.921.259,41 | Sama |
| Negosiasi | Rp8.107.921.259,52 | Selisih Rp0,11 |
| Selisih HPS-negosiasi | Rp24.078.740,48 | Turun 0,30% |
Pagu dan HPS yang sama persis menjadi titik pertama yang patut disorot.
Dalam tender konstruksi, HPS seharusnya disusun berdasarkan perhitungan volume, harga satuan, kebutuhan bahan, tenaga kerja, alat, pajak, dan risiko pekerjaan.
Ketika HPS sama persis dengan pagu, publik wajar bertanya: apakah HPS benar-benar disusun dari kebutuhan teknis lapangan, atau hanya mengikuti plafon anggaran?
Pertanyaan itu makin relevan karena proyek yang sama kemudian menjadi temuan dalam audit BPK RI.
CV Putra Sigegar Bumi Jadi Pemenang
| Uraian | Detail | Nilai |
|---|---|---|
| Pemenang | CV Putra Sigegar Bumi | - |
| Alamat | Desa Siulak Panjang, Kerinci | - |
| NPWP | 15*1**4****50**2 | Disamarkan |
| Penawaran | - | Rp8.107.921.259,41 |
| Negosiasi | - | Rp8.107.921.259,52 |
CV Putra Sigegar Bumi tercatat sebagai pemenang tender.
Alamat perusahaan berada di Desa Siulak Panjang, Kabupaten Kerinci, Jambi.
Harga pemenang hanya turun sekitar 0,30 persen dari HPS.
Untuk proyek bernilai lebih dari Rp8 miliar, penurunan kurang dari satu persen selalu menarik dibaca.
Tidak otomatis salah.
Namun perlu dijelaskan dasar perhitungannya.
Apalagi pekerjaan ini bukan pekerjaan kecil.
Ini proyek rehab berat puskesmas.
Fasilitas kesehatan yang semestinya berdampak langsung kepada pelayanan masyarakat.
Penawar Lebih Murah Gugur
Ada satu bagian yang membuat tender ini lebih menarik.
Dalam data evaluasi Pokja, CV Dita Kontraktor juga terlihat memasukkan harga.
Nilainya Rp7.883.236.491,84.
Harga itu lebih rendah dibanding harga CV Putra Sigegar Bumi.
Selisihnya mencapai Rp224.684.767,68.
Namun CV Dita Kontraktor tidak menjadi pemenang.
Alasannya, Daftar Peralatan Utama Minimal tidak memenuhi persyaratan sesuai Model Dokumen Pemilihan BAB III Instruksi Kepada Peserta, Huruf E Pembukaan dan Evaluasi Penawaran dan Kualifikasi, Poin 28.12 Evaluasi Teknis, Poin b.2, ayat b tentang peralatan utama yang ditawarkan.
Dua Harga yang Tampak
| Peserta | Harga | Status |
|---|---|---|
| CV Putra Sigegar Bumi | Rp8.107.921.259,52 | Menang |
| CV Dita Kontraktor | Rp7.883.236.491,84 | Gugur teknis |
| Selisih | Rp224.684.767,68 | Pemenang lebih tinggi |
Secara harga, CV Dita Kontraktor lebih murah.
Dibanding HPS, penawaran CV Dita turun Rp248.763.508,16 atau sekitar 3,06 persen.
Sedangkan harga CV Putra Sigegar Bumi hanya turun sekitar 0,30 persen dari HPS.
Namun dalam sistem harga terendah sistem gugur, harga murah tidak otomatis menang.
Peserta tetap harus lolos administrasi, kualifikasi, teknis, harga, dan pembuktian.
Jika peralatan utama minimal tidak memenuhi syarat, peserta bisa gugur.
Meski begitu, publik tetap berhak bertanya: peralatan apa yang tidak memenuhi? Apakah kekurangannya fatal? Apakah evaluasi dilakukan secara proporsional? Dan apakah pemenang benar-benar memenuhi seluruh syarat peralatan, personel, pengalaman, serta kemampuan paket?
Pertanyaan ini penting karena selisih harga antara peserta yang gugur dan pemenang mencapai lebih dari Rp224 juta.
26 Peserta, Harga Tampak Hanya Dua
Tender ini diikuti 26 peserta.
Namun dalam data evaluasi yang dihimpun, hanya dua peserta yang terlihat memasukkan angka harga.
Satu menjadi pemenang.
Satu gugur teknis.
Sebanyak 24 peserta lain tidak tampak harga penawarannya dalam data yang diberikan.
Rekap Kompetisi
| Uraian | Jumlah | Catatan |
|---|---|---|
| Total peserta | 26 | Terdaftar |
| Harga terlihat | 2 | Putra Sigegar dan Dita |
| Harga tidak tampak | 24 | Perlu penjelasan |
| Penawar lebih murah | CV Dita Kontraktor | Gugur teknis |
| Pemenang | CV Putra Sigegar Bumi | Harga lebih tinggi |
Ini menjadi titik kontroversial kedua.
Tender terlihat ramai peserta.
Namun kompetisi harga yang tampak hanya dua perusahaan.
Jika 24 peserta lain tidak memasukkan harga, harus dijelaskan.
Jika mereka gugur administrasi atau teknis, alasannya perlu dibuka.
Jika data sistem tidak menampilkan harga mereka, perlu diluruskan.
Jangan sampai tender terlihat ramai nama, tetapi sepi persaingan harga.
Daftar Peserta Tender
| No | Peserta | Status/Harga |
|---|---|---|
| 1 | CV Putra Sigegar Bumi | Rp8.107.921.259,52 |
| 2 | CV Narazmi | Tidak tampak |
| 3 | CV Malika Pratama | Tidak tampak |
| 4 | CV Shifaiz Konstruksi | Tidak tampak |
| 5 | CV Dita Kontraktor | Gugur teknis |
| 6 | CV Jatra Jaya | Tidak tampak |
| 7 | CV Puncak Andalas | Tidak tampak |
| 8 | CV Batu Serban | Tidak tampak |
| 9 | CV Jambi Hulukarya | Tidak tampak |
| 10 | CV Adyan Jaya Mandiri | Tidak tampak |
| 11 | CV Gunung Bujang | Tidak tampak |
| 12 | Permata Emas Berlian | Tidak tampak |
| 13 | CV Metro Indo Karya | Tidak tampak |
| 14 | CV Yonetta Cahaya Kelbi | Tidak tampak |
| 15 | CV Rayyan Engineering Consultant | Tidak tampak |
| 16 | CV Duta Panca Laksana | Tidak tampak |
| 17 | CV Titian Sakti | Tidak tampak |
| 18 | CV Sigombo Berjaya | Tidak tampak |
| 19 | CV Putra Bungsu | Tidak tampak |
| 20 | PT Yulindo Artha Graha | Tidak tampak |
| 21 | CV Sukses Bersama | Tidak tampak |
| 22 | CV Elya Murni | Tidak tampak |
| 23 | CV Arga Buana Jaya | Tidak tampak |
| 24 | CV Ikhwan Putra | Tidak tampak |
| 25 | CV Tata Karya Pratama | Tidak tampak |
| 26 | CV Rabiah Indah | Tidak tampak |
Daftar peserta yang panjang menunjukkan paket ini diminati banyak penyedia.
Namun daftar panjang saja tidak cukup.
Yang perlu dilihat adalah siapa yang benar-benar menawar, siapa yang gugur, mengapa gugur, dan bagaimana Pokja memastikan pemenang benar-benar layak secara teknis.
Sisi yang Membuat Publik Bertanya
Ada beberapa titik yang membuat proyek ini layak disorot.
Pertama, proyek ini menjadi temuan dalam audit BPK RI 2026.
Kedua, proyek dikerjakan oleh CV Putra Sigegar Bumi, perusahaan yang beralamat di Desa Siulak Panjang, Kabupaten Kerinci.
Ketiga, nilai pagu dan HPS sama persis, yakni Rp8.132.000.000.
Keempat, harga pemenang hanya turun sekitar 0,30 persen dari HPS.
Kelima, harga negosiasi pemenang tercatat berbeda Rp0,11 dari harga penawaran dan harga terkoreksi.
Keenam, CV Dita Kontraktor menawar lebih rendah Rp224.684.767,68, tetapi gugur karena alasan peralatan utama minimal tidak memenuhi persyaratan.
Ketujuh, tender diikuti 26 peserta, tetapi harga yang tampak hanya dua peserta.
Kedelapan, sebanyak 24 peserta lain tidak tampak harga penawarannya.
Kesembilan, proyek ini merupakan rehab berat fasilitas kesehatan, sehingga mutu pekerjaan harus benar-benar diuji.
Kesepuluh, karena proyek ini menjadi temuan BPK RI, publik perlu mengetahui bukan hanya rincian temuan audit, tetapi juga siapa kontraktor pelaksananya dan bagaimana proses tendernya.
Warga Danau Kerinci, M. Ridwan meminta pemerintah membuka penjelasan lengkap soal proyek puskesmas tersebut.
“Kalau proyek puskesmas sudah jadi temuan BPK, masyarakat harus tahu siapa kontraktornya, berapa nilai kontraknya, dan apa masalah pekerjaannya. Ini fasilitas kesehatan, bukan proyek biasa,” ujarnya.
Warga Sanggaran Agung, Nurhayati berharap proyek puskesmas benar-benar memberi manfaat.
“Puskesmas itu tempat warga berobat. Kalau direhab berat, hasilnya harus lebih baik. Jangan sampai anggarannya besar, tapi kemudian jadi temuan,” katanya.(*)