Tender Proyek Jambi

Jejak Aneh CV Dita Kontraktor Terkuak! Menang Proyek Rp 6 M, di Tender Lain Cuma 'Nongol Nama'

Muaro Jambi - Kejanggalan tender proyek Preservasi Jalan Desa Tanjung Pauh Rp 6 miliar di Muaro Jambi yang dimenangkan CV. Dita Kontraktor kian menguat. Usai melenggang mulus setelah 15 perusahaan mundur misterius, jejak digital CV. Dita Kontraktor di sejumlah proyek lain kini terkuak dan menampilkan pola yang tak biasa.

Perusahaan ini terlacak ikut mendaftar di beberapa tender bernilai miliaran rupiah lainnya di Kabupaten Muaro Jambi. Namun anehnya, partisipasi mereka hanya sebatas 'nongol nama' dan tidak pernah sampai memasukkan dokumen penawaran harga.

Menelisik PT Arka Jaya Konstruksi dan Rekam Jejak Proyeknya

Aroma kejanggalan muncul dari tender Penanganan Jalan Simpang Pauh Menang – Tanah Abang di Kabupaten Merangin senilai sekitar Rp 2,1 miliar. Dari tujuh peserta yang mendaftar, hanya Arka Jaya Konstruksi yang memasukkan penawaran.

Harga penawarannya Rp 2.090.068.000,10. Hanya Rp 8,14 juta lebih rendah dari Harga Perkiraan Sendiri (HPS). Dan langsung diterima. Fenomena “penawar tunggal” ini membuat perusahaan melenggang mulus tanpa kompetitor. Ini menimbulkan spekulasi mengenai dugaan lelang kondangan.

Jadi Penawar Tunggal, DD Kontraktor Menang Tender Jalan Rangkayo Hitam Rp 1,49 Miliar di Merangin

Proyek Penanganan Jalan Rangkayo Hitam di Kabupaten Merangin senilai Rp1,49 miliar resmi dimenangkan DD Kontraktor. Proyek jalan ini ditangani Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Merangin melalui APBD 2025.

Berdasarkan data LPSE, tender paket pekerjaan ini diumumkan pada 28 Juli 2025 dengan pagu Rp1.500.000.000 dan HPS Rp1.499.875.773. Proyek menggunakan metode tender pascakualifikasi satu file sistem gugur, dengan jenis kontrak harga satuan, dan masuk tahap masa sanggah.

Proyek Jalan Air Hitam Laut–Sungai Cemara Rp 3,26 Miliar, CV Surya Citra Persada Kena Temuan BPK: Kekurangan Volume Rp 728,9 Juta

Audit BPK RI 2025 menemukan kekurangan volume Rp 728 juta pada proyek Jalan Air Hitam Laut–Sungai Cemara yang dikerjakan CV Surya Citra Persada. Meski disorot, perusahaan ini kembali menang tender proyek rabat beton Rp 5 miliar di Tebo.

***

Usai Bangko, CV Mulia Ardhana juga Menang Tender Rp 2,74 M untuk Peningkatan Jalan Parit Selamat–Kuala Mendahara

CV Mulia Ardhana asal Kota Jambi lagi-lagi sukses mengunci kemenangan tender proyek Jalan Parit Selamat–Kuala Mendahara Rp 2,74 miliar. Tahun 2025 ini, perusahaan ini juga sukses merebut proyek rehabilitasi Jalan Simpang Margoyoso–Batas Tebo senilai Rp 4 miliar. Jejak proyeknya di tahun-tahun lalu jadi temuan BPK RI 2025.

***

CV Putra Jaya Perkasa, Kerap Menang Tender, Kini Jadi Sorotan BPK RI dan Publik

Di balik keperkasaannya, yang sukses mengunci sejumlah paket proyek pemerintah, rekam jejak CV Putra Jaya Perkasa menarik disimak. Tak semua proyeknya berjalan mulus. Terbukti, ada beberapa proyek masuk daftar catatan temuan BPK RI. Salah satunya proyek drainase TP Sriwijaya tahun 2024 lalu.

***

Jejak Moncer PT Perdana Lokaguna, Dari Kasus Ketok Palu APBD Jambi 2017-2018 hingga Temuan BPK RI 2025

Nama PT Perdana Lokaguna sempat ikut terseret dan bosnya bolak-balik menjadi saksi kasus suap ketok palu pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2017-2018. Hebatnya, bendera PT Perdana Lokaguna terus berkibar dengan mengerjakan proyek bernilai jumbo sampai sekarang. Sayangnya, proyeknya terjejak banyak persoalan, salah satunya menjadi temuan BPK RI tahun 2025 ini. Seperti apa rekam jejak PT Perdana Lokaguna ini? Berikut hasil penelusuran Jambi Link di lapangan.

***

Kontraktor Asal Aceh CV Try Jaya Pratama Sikat Proyek Madrasah di Jambi Rp 14 M, Ternyata Pernah Ditegur BPK soal Proyek RS

CV Try Jaya Pratama sukses mengunci kemenangan tender proyek rehabilitasi dan renovasi madrasah senilai Rp 14 miliar di Provinsi Jambi. Proyek itu bersumber dari APBN Kementerian PUPR tahun 2025. Menggunakan skema Tender Cepat, perusahaan ini unggul sebagai penawar terendah. Bahkan telah diberi tanda bintang satu sebagai pemenang potensial. Di balik capaian ini, jejak perusahaan konstruksi asal Aceh Besar itu terselip sejumlah catatan yang patut jadi perhatian publik. Berikut hasil penelusuran tim Jambi Link.